Sukses

Usai Keracunan Makanan, Konsumsi 3 Asupan Ini

Setelah makan enak di restoran, esok harinya Anda mengalami gejala keracunan makanan. Istirahatkan perut dan konsumsi ini.

Klikdokter.com, Jakarta Niatnya ingin makan enak di restoran. Setelah puas dan kenyang, ternyata tak disangka-sangka esok harinya Anda mengalami keracunan makanan. Ketika ini terjadi, para ahli menganjurkan untuk mengistirahatkan perut. Artinya, ada beberapa asupan makanan dan minuman yang harus dihindari dan apa pun jenis lainnya yang direkomendasikan untuk dikonsumsi.

Menurut penjelasan dari dr. Andika Widyatama dari KlikDokter, keracunan makanan bisa terjadi saat Anda mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi.

“Penyebab yang paling umum yaitu bakteri, yaitu Escherichia coli, salmonela, Clostridium botulinum, Campylobacter, dan listeria. Beberapa organisme lainnya juga bisa menjadi penyebab, yaitu virus, jamur, dan parasit,” kata dr. Andika menjelaskan.

“Kontaminasi makanan dapat terjadi pada tahap pengolahan yang tidak steril, penyimpanan makanan yang tidak tepat, makanan yang dimasak tidak matang, hingga proses penyajian makanan yang tidak bersih,” lanjutnya.

Dilansir dari Healthline, berikut ini adalah jenis makanan dan minuman yang sebaiknya dikonsumsi saat mengalami keracunan makanan.

1. Minuman elektrolit

Muntah dan diare akibat keracunan makanan dapat menyebabkan dehidrasi. Karenanya, cegah hidrasi dengan dengan konsumsi minuman elektrolit. Selain itu, jenis cairan lainnya yang bisa Anda konsumsi adalah minuman bersoda yang tidak berwarna (clear softdrink), teh tanpa kafein (biasanya yang berasal dari bunga-bungaan), kaldu ayam, atau sayuran.

2. Mencari pengobatan alami

Saat Anda keracunan makanan, penting untuk tubuh mengukuti reaksi alaminya dalam membersihkan saluran cerna Anda dari bakteri jahat. Inilah kenapa obat diare yang dijual bebas bukanlah solusi terbaik untuk mengatasi keracunan makanan.

Saat gejala yang dirasakan sedang parah-parahnya, jangan langsung melangkah ke lemari penyimpanan obat. Lebih baik konsumsi minuman seperti teh jahe. Jahe memang diketahui punya efek menenangkan perut.

Sebuah hasil penelitian yang dimuat di “World Journal of Gastroenterology” menyatakan, ekstrak jahe yang diberikan pada pasien dengan penyakit lambung seperti dispepsia, dapat membantu pengosongan lambung dan pengeluaran gas. Ini menyebabkan keluhan pasien seperti perut kembung, mual, dan begah berkurang.

Jika Anda sudah merasa lebih baik, Anda bisa menggantikan flora normal usus dengan yoghurt atau kapsul probiotik paling tidak selama 2 minggu. Ini dapat membantu tubuh untuk regenerasi bakteri sehat yang hilang saat keracunan makanan, sekaligus membuat sistem saluran cerna dan daya tahan tubuh pulih.

3. Untuk sementara, paksakan konsumsi makanan “hambar”

Saat ingin makan atau merasa sudah mampu untuk kembali makanan, pilihan makanan yang lebih untuk perut dan saluran pencernaan. Artinya, konsumsi makanan yang “hambar” dan rendah serat. Lemak lebih sulit untuk dicerna, khususnya saat Anda sedang sakit perut. Hindari makanan berlemak untuk mencegah gejala memburuk.

Jenis makanan yang aman untuk perut pada masa ini antara lain: pisang, sereal, putih telur, madu, agar-agar, oatmeal, selai kacang, kentang hambar (seperti kentang tumbuk), nasi, biskuit asin (saltines), roti panggang, dan saus apel.

Juga dari KlikDokter, dr. Sepriani Timurtini Limbong mengatakan, untungnya kasus keracunan makanan biasanya bisa sembuh dengan sendirinya.

“Penderitanya hanya perlu beristirahat dan minum air putih dalam jumlah cukup,” tuturnya.

Meski demikian, dr. Sepriani mengingatkan tetap ada tanda bahaya yang perlu diwaspadai, yakni:

  • Sakit perut yang sangat hebat
  • Diare lebih dari 3 hari
  • Muntah atau buang air besar berdarah
  • Terdapat tanda dehidrasi (kekurangan cairan) seperti rasa haus berlebih, buang air kecil kurang, pusing, badan lemas, hingga tak sadarkan diri
  • Adanya gangguan saraf seperti pandangan kabur, kelemahan di seluruh anggota tubuh, atau kesemutan

Jika gejala di atas terjadi, sebaiknya Anda segera mencari fasilitas kesehatan terdekat agar segera mendapatkan pengobatan. Karena, ditakutkan bisa terjadi komplikasi di kemudian hari.

Keracunan makanan memang kasus yang sering ditemui dan hampir semua orang pernah mengalaminya. Usai keracunan makanan terjadi, segera istirahatkan perut dan pastikan asupan makanan dan minuman yang disebutkan di atas. Selain itu, cegah terjadinya keracunan makanan lagi dengan memastikan kebersihan makanan dan kebersihan diri.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar