Sukses

Hipersalivasi, Ketika Air Liur Berlebihan

Air liur yang berlebih atau hipersalivasi dapat berkaitan dengan suatu kondisi tertentu. Lantas apa yang terjadi?

Klikdokter.com, Jakarta Air liur atau dalam istilah medis sering disebut dengan saliva memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan mulut. Ketika aliran air liur berkurang, masalah kesehatan mulut seperti kerusakan pada gigi dapat terjadi. lantas, bagaimana jika yang terjadi adalah air liur berlebih atau hipersalivasi?

Fungsi air liur

Mengunyah adalah cara yang paling efisien untuk merangsang produksi aliran saliva. Hal ini menyebabkan otot menekan kelenjar air liur sehingga melepaskan air liur.

Sementara itu, di dalam mulut, air liur berfungsi untuk:

  1. Membersihkan makanan dan kotoran dari gigi dan gusi.
  2. Membantu melembapkan dan memecah makanan untuk memudahkan dalam menelan serta meningkatkan kemampuan untuk merasakan sesuatu.
  3. Mencegah terjadinya penyakit di rongga mulut, seperti gigi berlubang dan infeksi.
  4. Membantu menjaga permukaan gigi agar tetap kuat.
1 dari 2 halaman

Produksi saliva berlebih

Produksi saliva yang berlebih dapat mengindikasikan adanya suatu kondisi tertentu, dimana kelenjar ludah akan menghasilkan lebih banyak air liur dari biasanya. Keadaan ini sering disebut dengan istilah hipersalivasi. Jika air liur sudah mulai menumpuk, secara tidak sengaja air liur bisa saja menetes keluar dari mulut Anda.

Hipersalivasi dapat bersifat sementara atau berlangsung lama, tergantung penyebabnya. Hipersalivasi yang sementara biasanya disebabkan oleh adanya lubang pada gigi, infeksi, reflux gastroesofagus, pengaruh hormone kehamilan, serta sedang mengonsumsi suatu obat tertentu seperti obat penenang dan obat antikonvulsan. Dalam kasus seperti ini, umumnya hipersalivasi akan hilang setelah melakukan perawatan sesuai kondisi yang mendasarinya.

Adapun, hipersalivasi yang berlangsung lebih lama dari biasanya disebabkan oleh kondisi kesehatan kronis yang memengaruhi kontrol otot. Seperti maloklusi gigi, pembengkakan pada lidah, adanya kelumpuhan saraf wajah, cerebral palsy, penyakit Parkinson, dan trauma. Ketika kontrol otot terganggu, kemampuan Anda dalam menelan tentu akan terpengaruh. Hal ini dapat mengarah pada penumpukan air liur.

Dengan kasus yang kronis ini, mengontrol gejala adalah kuncinya. Jika dibiarkan, hipersalivasi dapat memengaruhi kemampuan Anda dalam berbicara dengan jelas atau menelan makanan dan minuman tanpa tersedak.

Penanganan hipersalivasi

Hipersalivasi dapat didiagnosis oleh dokter setelah melakukan tanya jawab antar-pasien dan mendiskusikan gejalanya. Beberapa tes mungkin akan dilakukan sebagai faktor penunjang untuk menentukan penyebab yang mendasarinya. Misalnya, apakah ada pembengkakan, bagian dari gigi yang berdarah, serta apakah terdapat peradangan dan bau busuk.

Jika hipersalivasi telah dipastikan dengan kondisi kronis, dokter akan menggunakan skala untuk menilai seberapa parah kondisi yang terjadi. Hal ini akan membantu seorang dokter untuk menentukan jenis perawatan yang tepat.

Perawatan yang dapat dilakukan tergantung penyebabnya. Pengobatan secara alami memang dapat bermanfaat. Akan tetapi, jika sudah menunjukkan gejala kronis, perawatan lebih mendalam harus dilakukan.

Perawatan secara alami bisa dilakukan dengan cara menyikat gigi secara teratur dua kali sehari. Aktivitas ini dapat membantu mengurangi peradangan pada gusi dan iritasi mulut. Menyikat gigi juga dapat membuat mulut menjadi lebih kering. Anda juga dapat menggunakan obat kumur yang mengandung alkohol sebagai efek tambahan.

Selain itu, penggunaan obat-obatan tertentu dapat membantu mengurangi produksi air liur. Obat ini berfungsi untuk memblokir impuls saraf ke kelenjar ludah sehingga air liur yang dihasilkan lebih sedikit.

Namun, pada kasus yang parah, dokter mungkin akan merekomendasikan untuk melakukan terapi radiasi pada kelenjar ludah utama atau operasi sebagai pilihan. Untuk itu, jika Anda mengalami hipersalivasi atau kondisi air liur berlebih, berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter gigi mengenai kondisi Anda.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar