Sukses

Punya Penyakit Ginjal, Hindari Konsumsi 9 Makanan Ini

Jika Anda mengidap penyakit ginjal, pola makan harus diatur agar tak memberatkan kerja ginjal. Hindari juga konsumsi makanan ini.

Klikdokter.com, Jakarta Ketika seseorang mengalami penyakit ginjal, organ ginjal mengalami kerusakan dan tak lagi mampu menjalankan fungsinya dengan baik. Cairan dapat menumpuk di dalam tubuh dan kotoran bisa terakumulasi dalam darah. Nah, menghindari atau membatasi konsumsi makanan tertentu bisa membantu mengurangi akumulasi produk sisa dalam darah, meningkatkan fungsi ginjal, serta mencegah kerusakan lebih lanjut.

Pembatasan diet pada penderita penyakit ginjal bisa bervariasi, tergantung dari tingkat keparahan penyakit. Sebagai contoh, orang-orang yang berada pada tahap awal penyakit ginjal kronis akan memiliki batasan pola makan yang berbeda dari mereka yang menderita gagal ginjal stadium akhir.

Mayoritas pasien yang stadium penyakit ginjalnya sudah tahap akhir harus menerapkan diet yang ramah ginjal (renal diet) untuk menghindari penumpukan bahan kimia atau nutrisi tertentu dalam darah.

Pada orang-orang dengan penyakit ginjal kronis, ginjalnya tak bisa menghilangkan kelebihan sodium, potasium, dan fosfor secara memadai. Akibatnya, mereka punya risiko lebih tinggi mengalami peningkatan kadar mineral dalam darah.

“Penderita penyakit ginjal kronis perlu membatasi konsumsi beberapa sumber mineral dan makanan, serta cairan untuk mengurangi kerja ginjal. Sebagai gambaran, diet yang dianjurkan adalah mengontrol jumlah protein, sodium, fosfor, dan potasium, tanpa mengabaikan jumlah kalori, jelas dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter.

Diet yang ramah ginjal ini biasanya meliputi pembatasan sodium dan potasium hingga 2.000 mg per hari, serta fosfor hingga 1.000 mg per hari.

Ginjal yang rusak juga mungkin bermasalah dalam menyaring produk limbah metabolisme protein. Karenanya, individu dengan penyakit ginjal kronis stadium 1-4 perlu membatasi jumlah protein dalam diet mereka.

1 dari 4 halaman

Konsumsi makanan ini bisa membahayakan pasien penyakit ginjal

Untuk lebih lengkapnya, berikut ini adalah jenis makanan yang sebaiknya dihindari pasien penyakit ginjal:

1. Minuman bersoda berwarna gelap

Selain mengandung kalori dan gula, minuman bersoda juga mengandung aditif yang mengandung fosfor, khususnya minuman bersoda berwarna gelap. Dilansir dari Healthline, fosfor tambahan ini lebih mudah diserap tubuh manusia dibanding fosfor alami.

Fosfor dalam bentuk aditif tidak terikat dengan protein. Sebaliknya, fosfor tersebut ditemukan dalam bentuk garam dan sangat mudah diserap oleh saluran usus.Meski kandungan fosfor aditif berbeda-beda, tapi sebagian besar minuman bersoda berwarna gelap diyakini menganding 50-100 mg dalam takaran 200ml.

“Kadar fosfor yang tinggi dalam tubuh akibat tidak bisa dikeluarkan oleh ginjal dapat menyebabkan kehilangan kalsium dari tulang,” kata dr. Dyan.

2. Makanan kaleng dan daging olahan

Sup, ikan, sayur, kacang merah, atau makanan lainnya dalam kaleng adalah sumber makanan yang praktis, murah, dan tahan lama. Meski demikian, sebagian besar makanan kaleng tinggi sodium.

Produk daging olahan sudah lama dikaitkan dengan penyakit kronis karena kandungan pengawetnya yang tidak baik untuk tubuh. Daging olahan adalah daging yang daging yang diolah dengan cara diasinkan, dikeringkan, atau dikalengkan. Contohnya adalah sosis, bacon, pepperoni, dendeng, ham, dan lain-lain. Sama seperti makanan kalengan, daging olahan ini kaya akan kandungan sodium. Karena merupakan produk hewani, daging olahan juga tinggi protein.

Dijelaskan oleh dr. Dyan, bahwa tubuh butuh protein untuk memperbaiki sel-sel yang rusak. Setelah tubuh menggunakan protein dari makanan yang anda makan, terdapat produk sisa yang disebut dengan urea. “Bila ginjal tidak berfungsi dengan baik, maka urea tidak dapat dikeluarkan dari dalam tubuh. Karena itulah anda perlu mengurangi jumlah protein untuk mengurangi beban kerja ginjal dan juga sisa hasil metabolisme protein,” jelasnya.

2 dari 4 halaman

Selanjutnya

3. Alpukat dan pisang

Meski dikenal sebagai buah super, tapi tidak untuk penderita penyakit ginjal. Ini karena alpukat kaya akan potasium. Hitungannya, 150 gram alpukat mengandung 727 mg potasium, hampir dua kali lipat lebih besar dari pisang berukuran medium, yaitu 422 mg. Sebagai alternatif, Anda bisa konsumsi buah nanas.

4. Roti whole wheat

Kalau biasanya roti whole wheat (gandum utuh) lebih dianjurkan dari roti putih tawar biasa, tapi tidak demikian dengan penderita penyakit ginjal. Ini karena adanya kandungan fosfor dan potasium. Sebagai contoh, 1 ons roti whole wheat mengandung 57 mg fosfor dan 69 mg potasium, sedangkan roti putih biasa hanya mengandung 28 mg fosfor dan potasium.

5. Jeruk

Jeruk (termasuk jus jeruk) juga kaya akan potasium. Satu jeruk berukuran besar (184 gram) mengandung 333 mg potasium. Lebih dari itu, terdapat 473 mg potasium dalam 1 cangkir (236 ml) jus jeruk. Sebagai pengganti, Anda bisa mengonsumsi anggur, apel, atau cranberry.

6. Acar

Seperti makanan kaleng dan daging olahan, acar (seperti pickle, relish, atau zaitun olahan) diawetkan dengan cara penambahan garam ekstra. Sebagai contoh, 2 sendok teh acar manis relish bisa mengandung 244 mg sodium. Contoh lainnya, lima butir zaitun olahan mengandung 195 mg sodium.

3 dari 4 halaman

Selanjutnya

7. Kentang dan ubi

Kentang dan ubi kaya akan potasium. Satu kentang panggang ukuran sedang (156 g) mengandung 610 mg potasium, sedangkan ubi panggang (114 g) rata-rata memiliki 541 mg potasium.

Untungnya, beberapa jenis makanan yang tinggi potasium, termasuk kentang dan ubi, bisa direndam atau dicuci untuk mengurangi kandungan potasiumnya. Potong kecil dan tipis kentang atau ubi, lalu rebus selama kurang lebih 10 menit. Proses ini bisa mengurangi kandungan potasiumnya hingga setengahnya. Selain itu, kentang yang direndam di dalam air selama 4 jam sebelum dimasak juga terbukti memiliki potasium yang lebih rendah ketimbang kentang yang tidak direndam terlebih dulu. Meski demikian, konsumsinya harus benar-benar dibatasi, ya!

8. Tomat

Kandungan potasium tomat ternyata juga tinggi—dalam bentuk aslinya maupun dalam bentuk saus. Satu cangkir saus tomat bisa mengandung 900 mg potasium! Sebagai alternatif yang lebih sehat, pilihlah saus paprika merah panggang (roasted red pepper sauce).

9. Makanan kemasan, instan, dan setengah matang

Berbagai makanan kemasan, makanan instan, serta makanan pre-made (ready-to-eat atau makanan beku atau makanan setengah matang) juga diketahui punya kandungan sodium tinggi. Contohnya adalah piza beku, makanan yang harus dipanaskan dengan microwave, atau mi instan.

Perlu diingat, makanan yang tinggi sodium berhubungan dengan peningkatan tekanan darah dan penyakit ginjal.

Jika Anda menderita penyakit ginjal, mengurangi dan membatasi konsumsi makanan yang mengandung potasium, fosfor, dan sodium bisa menjadi aspek penting dalam penanganan penyakit. Karenanya, hindarilah makanan-makanan yang disebutkan di atas. Mengingat batasan diet pada penderita penyakit jantung berbeda-beda, sebaiknya konsultasikan dengan dokter Anda mengenai diet ramah ginjal secara lebih spesifik sesuai kondisi Anda.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar