Sukses

9 Keterampilan yang Harus Dimiliki Doula

Tertarik ingin menjadi doula karena ingin membantu ibu hamil? Boleh saja, asalkan Anda memiliki beberapa keterampilan berikut ini, ya!

Klikdokter.com, Jakarta Tak bisa dimungkiri kini calon ibu - dengan segala kebutuhan ekstranya - membutuhkan orang lain di luar keluarga, untuk membantunya menjalani kehidupan kehamilan dan pascapersalinan. Melihat potensi tersebut maka kebutuhan akan doula pun terus tumbuh. Bisa jadi, jika Anda memiliki kepedulian yang kuat terhadap ibu hamil, Anda bisa menekuni profesi sebagai seorang doula.

Tetapi Anda mesti mendapatkan dulu sertifikasi resmi dari pelatihan doula internasional. Dan dilansir dari Celebration of Birth, agar menjadi doula teladan, Anda juga mesti memiliki beragam keterampilan seperti di bawah ini:

  • Selalu siaga

Ibu hamil membutuhkan seseorang yang selalu ada untuknya, khususnya dalam masa persalinan. Sebagai doula, Anda mesti memiliki kepribadian yang siaga agar si ibu merasa tenang, aman, dan nyaman saat hendak persalinan.

Jika Anda memiliki segudang pengetahuan tentang doula, tetapi Anda termasuk pribadi yang lelet dan tidak terbiasa untuk selalu standby, akan sulit bagi Anda untuk menjadi doula yang baik.

  • Bersikap tenang

Ibu hamil memiliki kepanikan tersendiri. Jika ada yang perubahan sedikit saja, tak jarang mereka langsung bereaksi cemas yang justru bisa mengancam keselamatan bayi dan dirinya sendiri. Bayangkan jika Anda adalah doula yang juga mudah panik. Bisa terbayang, bukan, betapa kacaunya? Maka dari itu, doula mesti selalu bersikap tenang tanpa harus menjadi lamban terhadap segala kondisi yang dihadapinya.

1 dari 3 halaman

Selanjutnya

  • Dekat tanpa melanggar batasan

Meski harus dekat dengan kliennya, seorang doula harus mengerti batasan profesionalitasnya. Belajar mengenai manajemen emosi agar hubungan berjalan baik adalah suatu keharusan.

Bisa memotivasi suami dari si ibu hamil

Seorang doula yang baik adalah doula yang tidak mengambil peran suami terhadap ibu hamil. Justru, seorang doula mesti bisa memotivasi suami agar selalu bisa memberikan dukungan psikis dan fisik terhadap istrinya, meskipun ada rasa takut. Dengan begitu, walau ada doula, peran suami tidak akan tergantikan dan ibu hamil akan merasa dicintai sehingga punya motivasi yang kuat untuk melahirkan dengan selamat.

  • Peka dan berinisiatif

Seorang doula mesti melakukan atau menawarkan bantuan tanpa diminta. Sebab, banyak juga ibu hamil yang belum mengetahui bahwa ada beberapa hal yang tidak dapat dilakukan sendiri dan membutuhkan bantuan orang lain. Di sinilah wawasan dan kepekaan seorang doula diuji.

Selain itu, menurut dr. Fiona Amelia, MPH, dari KlikDokter, meski tak bisa memberikan pertolongan medis terhadap ibu hamil, setidaknya doula harus mengetahui tanda-tanda kegawatdaruratan dari seorang ibu hamil sehingga si ibu bisa segera dibawa ke rumah sakit dan diberi pertolongan medis.

  • Berkomitmen

Sangat penting bagi seorang doula untuk memiliki komitmen yang tinggi terhadap pekerjaannya. Karena tugasnya di sini adalah memberikan pengalaman hamil dan bersalin yang aman sekaligus nyaman. Dan salah satu aspek yang membuat aman seorang ibu hamil ialah komitmen dari orang yang menjaganya.

2 dari 3 halaman

Selanjutnya

  • Antusias

Pastikan Anda benar-benar menyukai dunia kehamilan dan parenting. Karena tanpa adanya rasa antusias yang tinggi, proses pembelajaran Anda menjadi seorang doula yang baik akan terasa berat. Dan itu sangat memengaruhi perilaku Anda saat merawat ibu hamil nantinya.

  • Bisa dipercaya

Ini sebenarnya berkaitan dengan komitmen. Umumnya, doula yang menjaga komitmen dan selalu siaga merupakan doula yang bisa dipercaya. Jika ada rahasia terkait kondisi fisik dan psikis dari klien Anda, jangan menceritakannya kepada orang lain. Selain itu, seorang doula juga harus dapat memotivasi kliennya bahwa mereka bisa melalui proses persalinan dengan baik. Dengan begitu, klien Anda akan merasa bahwa Anda selalu bisa diandalkan dan dipercaya.

  • Penyayang

Seorang doula mestilah memiliki sifat penyayang dan sabar. Doula juga harus bisa menguatkan hubungan kasih antara anggota keluarga, ibu, dan anaknya. Karena dengan rasa sayang, beban atau rasa sakit yang dialami oleh ibu sebelum melahirkan dan sesudah melahirkan bisa berkurang.

Jadi, itu dia beberapa keterampilan yang harus dimiliki seorang doula. Intinya, antara wawasan dan karakter mesti diseimbangkan. Jangan sampai Anda menjadi doula yang pandai, tetapi amat kaku dan tidak sabaran. Atau jangan pula Anda menjadi doula yang menyenangkan, tetapi kurang tanggap membantu karena wawasan yang kurang. Dengan menyeimbangkan antara wawasan dan karakter, pasti Anda akan menjadi doula teladan yang bisa memberikan pengalaman aman dan nyaman kepada ibu hamil.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar