Sukses

Kiat Menjelaskan tentang Kanker kepada Anak

Saat Anda atau anggota keluarga lain terdiagnosis kanker, Anda harus menjelaskan penyakit tersebut kepada anak. Ini kiatnya.

Klikdokter.com, Jakarta Misalkan Anda sebagai orang tua atau ada anggota keluarga lainnya terdiagnosis kanker, tentu kondisi ini sulit diterima. Tak hanya harus memikirkan banyak hal seputar terapi kanker, Anda pun juga harus menjelaskan tentang penyakit keganasan tersebut sebaik mungkin kepada anak sesuai dengan usianya. Adakah kiat untuk menjelaskannya secara ringkas?

Bisa dibilang, pikiran anak-anak masih sangat sederhana. Sehingga, ketika hendak menyampaikan hal-hal yang rumit dan sensitif, Anda butuh usaha ekstra untuk menyederhanakannya tanpa membuat mereka bingung, bahkan takut.

Salah satu hal yang sulit untuk dijelaskan kepada anak adalah kanker. Ini karena kanker merupakan penyakit yang dapat mengubah hidup penderita secara signifikan. Selain itu kondisi ini juga sering sulit dipahami oleh anak-anak.

Jika Anda harus menjelaskan kepada anak mengenai penyakit kanker, Anda bisa melakukan kiat-kiat di bawah ini:

1. Atur waktu yang tepat

Karena kanker ialah penyakit yang tak mudah untuk dijelaskan dan dipahami oleh anak-anak, maka sebaiknya Anda cari dulu waktu dan tempat yang tepat untuk berbicara kepada mereka. Dilansir dari laman resmi Cancer.org, pilihlah waktu dan tempat yang relatif tenang agar tidak banyak distraksi dan anak bisa merespons tanpa canggung.

2. Jangan berbohong

Bila yang terdiagnosis adalah Anda, atau keluarga lainnya seperti kakek, paman, atau saudara kandung si Kecil, segera beri tahu ia. Jangan biarkan anak tidak mengetahui apa-apa mengenai penyakit yang diderita orang terdekatnya. Ini penting supaya ia punya cadangan mental yang kuat, misalnya skenario terburuk penderita kanker meninggal dunia. Semakin cepat Anda memberitahukannya, maka semakin panjang waktu yang ia miliki untuk memahami setiap perubahan kondisi.

3. Jelaskan apa itu kanker

Menurut dr. Alvin Nursalim, SpPD, dari KlikDokter, kanker mesti dijelaskan sebagaimana mestinya. Memang, tak usah berharap bahwa anak akan langsung mengerti 100 persen. Namun, setidaknya dengan menjelaskan penyakit kanker apa adanya, anak tak akan asing terhadap proses atau istilah-istilah dari penyakit kronis tersebut.

“Katakanlah bahwa kanker itu adalah pertumbuhan sel yang tidak normal dan tidak terkontrol, dan penyakit ini bisa terjadi pada sebagian orang. Simpelnya, Anda bisa menekankan bahwa ada ‘kerusakan’ yang terjadi pada fungsi tubuh, sehingga orang tersebut jatuh sakit,” kata dr. Alvin menjelaskan.

Biasanya, usai mendengar hal ini, respons anak akan terbagi dua, terdiam atau mengajukan pertanyaan.

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

4. Tenangkan perasaannya

Setelah anak diberi tahu mengenai penyakit kanker, ia mungkin akan punya banyak pertanyaan. Jawab dan jelaskan secara tenang dengan menggunakan kalimat sederhana. Jika anak terlihat murung, beri ia pelukan atau tenangkan ia.

Terkadang, pada anak yang sensitif dan lugu, ia akan menyangka bahwa penyakit kanker yang diderita anggota keluarga adalah kesalahan dirinya. Hal ini mungkin disebabkan karena kebiasaan di rumah. Anak tersebut terbiasa berpikir jika orang orang tuanya marah, pasti dia yang telah melakukan kesalahan. Begitu pula saat orang tuanya sakit. Ketika orang tua sakit parah, anak bisa berpikir bahwa penyakit tersebut juga disebabkan oleh dirinya. Jika ini yang terjadi, Anda harus menenangkannya dan katakan bahwa panyakit kanker bukanlah akibat kesalahan siapa pun, termasuk dirinya.

5. Ajarkan anak cara berinteraksi dengan penderita kanker

Anak-anak mudah percaya dengan suatu informasi, sekalipun informasi itu tidak valid. Misalnya adalah kanker itu menular, tak boleh ada kontak fisik langsung, dan lain sebagainya. Nah, sebelum ia termakan oleh kabar yang tak didukung bukti medis, ajarkan ia untuk bersikap biasa saja karena kanker bukanlah penyakit menular. Ajarkan juga anak untuk tidak menjaga jarak, apalagi sampai mencemooh perubahan kondisi fisik penderita. Misalnya rambut rontok, berat badan menurun drastis, pucat, dan lainnya.

Anak harus diberikan pengertian bahwa penderita kanker, apalagi yang sudah dalam tahap stadium lanjut, tidak bisa lagi seaktif dulu.

Terakhir, katakan kepada anak, bahwa apa pun yang akan terjadi, siapa pun yang terdiagnosis kanker akan selalu menyayanginya. Dengan begitu, ia tidak akan terlalu takut seumpama ditinggalkan. Ingatlah bahwa lawan bicara Anda adalah anak-anak, sehingga jangan menjelaskan dengan berbagai istilah medis yang rumit. Selain itu, dr. Alvin juga berpesan, menyambut Hari Kanker Anak Sedunia, orang tua bisa menjadikan momen ini untuk melatih anak hidup sehat demi menurunkan risiko kanker si Kecil di kemudian hari.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar