Sukses

Hal-hal yang Perlu Anda Tahu soal Masa Nifas

Masa nifas pasti dialami oleh setiap ibu usai melahirkan. Berikut beberapa hal perlu Anda ketahui soal masa nifas.

Klikdokter.com, Jakarta Usai melahirkan, seperti yang baru terjadi pada artis penyanyi Raisa Andriana, akan banyak perubahan yang terjadi pada tubuh seorang wanita. Salah satunya adalah masa nifas. Apa itu masa nifas? Berikut beberapa hal yang perlu Anda ketahui soal masa nifas.

Masa nifas adalah masa setelah seorang ibu melahirkan hingga organ reproduksinya kembali seperti sebelum hamil. Masa nifas ini berlangsung kira-kira 6-12 minggu. Darah yang keluar di masa nifas merupakan pembersihan terhadap sisa-sisa kehamilan. Pada umumnya, darah keluar sampai jangka waktu 40 hari.

Setelah masa nifas selesai, diperkirakan fungsi organ reproduksi telah normal kembali seperti sebelum hamil. Siklus menstruasi pun sudah dapat terjadi lagi. Haid Anda pada umumnya akan kembali normal dalam kurun 6-8 minggu setelah melahirkan jika Anda tidak menyusui.

Terlepas dari Anda melahirkan secara normal atau operasi caesar, Anda akan mengalami masa nifas yang ditandai dengan adanya perdarahan dan keluarnya cairan dari vagina. Selama masa nifas, tubuh akan mengeluarkan sisa darah dan jaringan yang tersisa dari rahim saat hamil. Pada minggu-minggu pertama, darah yang keluar biasanya akan lebih banyak dan terlihat seperti gumpalan.

Seiring dengan waktu, darah yang keluar akan bercampur dengan cairan vagina yang disebut dengan lochia. Lochia merupakan cairan tubuh yang dapat berwarna jernih, putih susu, hingga merah. Cairan ini akan terus keluar hingga 6 minggu usai melahirkan, lalu berhenti pada beberapa waktu dan berganti dengan perdarahan mulainya haid.

Kembalinya menstruasi pada ibu menyusui

Pada wanita yang memberikan ASI kepada bayinya, proses kembalinya menstruasi akan berlangsung lebih lambat. Meskipun demikian, bukan tidak mungkin bahwa seorang wanita dapat mengalami menstruasi kembali dalam satu bulan setelah melahirkan. ini karena proses menstruasi diatur oleh kadar hormon di dalam tubuh yang berbeda-beda pada setiap orang. Bahkan beberapa wanita (baik menyusui atau tidak), baru kembali siklus haidnya setelah beberapa bulan.

Proses menyusui juga bisa menjadi kontrasepsi alami, dimana hormon yang dikeluarkan ketika Anda memberikan ASI akan menghambat/ mencegah kehamilan. Namun, menurut the Association of Reproductive Health Professionals, 1 dari 100 wanita dapat tetap hamil meski sudah menyusui bayi secara eksklusif. Jadi, meski dapat menurunkan kesuburan Anda, menyusui tidak menjadi garansi Anda tidak akan hamil lagi.

Jika Anda menyusui secara eksklusif dan menstruasi sudah kembali normal, Anda tak lagi terproteksi untuk tidak hamil. Jadi jika Anda belum berencana untuk hamil lagi dalam waktu dekat, ada baiknya jika Anda menggunakan kontrasepsi.

Penggunaan kontrasepsi non-hormonal seperti intrauterine device (IUD), kondom dan diafragma, aman digunakan saat Anda menyusui. Bahkan beberapa kontrasepsi hormonal juga dapat digunakan oleh ibu menyusui.

Segera ke dokter saat mengalami gejala tertentu

Di sisi lain, ada beberapa kondisi terkait masa nifas yang wajib Anda perhatikan. Segeralah berkonsultasi dengan dokter jika Anda mengalami gejala ini:

  • Perdarahan hebat yang membuat Anda harus mengganti pembalut setiap jam
  • Perdarahan yang disertai dengan nyeri hebat dan mendadak
  • Demam tinggi secara mendadak
  • Gumpalan darah berukuran besar (lebih besar dari ukuran bola tenis)
  • Cairan vagina yang berbau amis
  • Nyeri kepala hebat
  • Sesak napas
  • Nyeri saat berkemih

Proses masa nifas merupakan proses yang harus dijalani oleh setiap ibu usai melahirkan, termasuk Raisa. Hal-hal di atas penting untuk diketahui saat menjalani masa nifas dan selalu "dengarkan" tubuh Anda. Jika ada keluhan yang mengganggu dan tidak nyaman saat masa nifas, segeralah periksakan diri ke dokter kandungan.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar