Sukses

Usai Melahirkan, Kapan Raisa Boleh Mulai Olahraga?

Raisa baru saja melahirkan putri pertama beberapa waktu lalu. Lalu kapan penyanyi cantik itu bisa kembali melakukan olahraga favoritnya?

Klikdokter.com, Jakarta Kisah cinta Raisa Andriana dan Hamish Daud yang sudah menjadi konsumsi publik memang menarik untuk diikuti. Bahkan, hari pernikahan Raisa dan Hamish didaulat menjadi "hari patah hati nasional". Belum lama ini penyanyi cantik dan aktor tampan tersebut tengah berbahagia. Selasa malam (12/2), Raisa melahirkan putri pertamanya, Zalina Raine Wyllie, di sebuah rumah sakit bilangan Jakarta Selatan.

Di tengah kebahagiaan yang melanda, Raisa mungkin merasakan keluh kesah. Pasalnya, bobot tubuh Raisa yang sebelumnya sangat ideal tiba-tiba berubah drastis lantaran hamil. Hal ini tentu membuat penyanyi cantik itu bisa segera kembali melakukan olahraga favorit agar bobot tubuhnya kembali seperti sedia kala.

Kapan waktu yang tepat mulai olahraga?

Olahraga dapat membantu mempercepat pemulihan usai melahirkan, membuat tubuh lebih "kuat", dan suasana hati (mood) yang lebih baik. Bonusnya, tentu saja untuk menurunkan berat badan dan mengembalikan bentuk tubuh ideal. Tak hanya itu, olahraga usai melahirkan juga dapat meredakan stres dan mencegah terjadinya depresi postnatal yang sering terjadi usai melewati proses persalinan.

Pertanyaannya, kapan waktu yang tepat untuk berolahraga usai melahirkan? Jawabannya: begitu Anda siap. Hal terpenting yang perlu diperhatikan adalah, tidak terlalu memforsir diri dan Anda wajib mengetahui batasan-batasan tubuh.

Perlu diketahui, proses melahirkan dapat menyebabkan berbagai masalah fisik seperti nyeri punggung dan inkotinensia urine (tidak bisa mengontrol kencing), yang bisa diperburuk jika olahraga yang dilakukan terlalu berat dan tidak tepat. Hormon kehamilan juga akan memengaruhi otot sendi hingga 6 bulan usai melahirkan, sehingga Anda lebih rentan untuk mengalami cedera. Untuk itu, mulailah olahraga setelah kehamilan dengan jenis olahraga ringan.

  • Usai melahirkan secara normal

Bagi Anda yang baru saja melahirkan secara normal, latihan ringan untuk mengencangkan otot dasar panggul dan otot perut seperti senam kegel bisa dilakukan. Latihan jenis ini bisa dimulai 2 hari usai melahirkan. Jika dalam pelaksanaannya Anda merasakan nyeri, sebaiknya segera berhenti.

Dan, bagi Anda yang memang telah siap, jalan-jalan ringan di sekitar lingkungan rumah bisa menjadi pilihan yang tepat. Jika fisik sudah lebih kuat, Anda bisa mulai perlahan meningkatkan durasi dan intensitas berjalan.

Satu hal yang perlu diingat, Anda sangat tidak dianjurkan untuk melakukan olahraga berat atau intensitas tinggi pada 12 minggu pertama usai melahirkan. Selain itu, hindari juga olahraga berenang hingga perdarahan sudah selesai selama 7 hari atau setelah Anda kontrol ke dokter (6–8 minggu usai melahirkan).

  • Usai melahirkan secara caesar

Jika Anda adalah wanita yang melahirkan dengan cara caesar, latihan senam kegel bisa dilakukan pada hari kedua usai proses persalinan usai. Tetap ingat untuk langsung menghentikan gerakan ketika rasa nyeri mulai dirasakan. Hindari gerakan sit up, crunches, angkat beban, atau latihan pada otot perut, karena dapat memberikan tekanan pada luka bekas operasi. Selain itu, hindari pula mengangkat benda berat. Jika harus mengangkat benda atau menggendong anak, kencangkan otot perut dan tegakkan punggung Anda.

Setelah 6–8 minggu, Anda bisa mulai olahraga jalan kaki ringan atau intensitas rendah. Jika Anda merasa tidak nyaman, nyeri, atau tertarik pada luka bekas operasi, segera hentikan olahraga dan coba lagi beberapa minggu kemudian. Olahraga intensitas tinggi sebaiknya dihindari 3–4 bulan setelah operasi caesar.

Bagi Anda yang baru saja melahirkan seperti Raisa, olahraga mungkin merupakan hal terakhir yang ada di pikiran. Namun, berolahraga usai melahirkan bisa bermanfaat bagi tubuh, mulai dari mempercepat proses pemulihan hingga menurunkan berat badan. Hal yang paling penting, hindari terlalu memforsir diri dan hilangkan keinginan menurunkan berat badan secara cepat usai melahirkan, terlebih jika Anda masih dalam fase menyusui.

(NB/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar