Sukses

5 Jenis Kanker yang Dapat Dialami Anak

Ada jenis kanker yang sering didengar, beberapa lagi mungkin belum Anda ketahui. Berikut adalah jenis-jenis kanker yang dapat dialami anak.

Klikdokter.com, Jakarta Siapa pun akan merasa ngeri ketika mendengar kata kanker. Penyakit ganas ini memang membawa ketakutan tersendiri karena dikenal sulit untuk disembuhkan. Banyak yang mengira kanker hanya terjadi pada orang dewasa atau lanjut usia saja. Nyatanya, kanker juga dapat dialami oleh anak.

Kanker anak sendiri masih jarang terjadi di dunia, tetapi masih menjadi salah satu penyebab kematian utama pada anak. Tercatat ada 100.000 kematian anak setiap tahun karena kanker. Hal ini berarti ada 250 anak meninggal setiap hari akibat penyakit ganas ini. Sementara di Indonesia, berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan RI, ada 11.000 kasus kanker anak setiap tahun.

Jenis penyakit kanker anak relatif berbeda dengan kanker pada orang dewasa. Lima di antaranya adalah sebagai berikut:

  1. Leukemia

Leukemia merupakan jenis kanker anak terbanyak. Sepertiga kasus kanker anak adalah leukemia. Pada penyakit ini, sumsum tulang menghasilkan sel darah putih yang abnormal yang bertambah banyak dengan tidak terkendali. Sel darah putih yang abnormal tersebut menyerang sel darah yang normal, termasuk sel darah merah, trombosit, bahkan sel darah putih normal.

Ada dua jenis leukemia yang sering terjadi pada anak, yaitu leukemia limfoblastik akut (LLA) dan leukemia myeloid akut (LMA). Keduanya dapat menimbulkan badan lemas, kulit tampak pucat, nyeri sendi, sering sakit kepala, mudah memar, sering mimisan, demam lebih dari dua minggu tanpa sebab yang jelas, kehilangan nafsu makan, dan berat badan turun drastis. Leukemia akut pada anak dapat terjadi secara cepat dan perlu ditangani segera setelah terdiagnosis.

  1. Tumor Otak

Kanker pada anak terbanyak kedua setelah leukemia adalah tumor otak. Karena otak terdiri dari beberapa bagian, tumor otak memiliki banyak klasifikasi bergantung pada sel otak yang mengalami keganasan. Gejalanya pun bervariasi, karena otak mengatur beragam fungsi di tubuh.

Sebagai contoh, apabila tumor terdapat pada area yang mengatur gerak tubuh, maka gejalanya dapat berupa kelemahan otot. Tapi bisa juga disertai dengan beberapa gejala umum tumor otak, seperti kejang, muntah terus-menerus tanpa sebab yang jelas, gangguan keseimbangan, gangguan penglihatan, sakit kepala, hingga gangguan kesadaran.

  1. Limfoma

Jenis kanker anak berikutnya adalah limfoma. Limfoma merupakan keganasan yang terjadi pada sistem limfe. Sistem limfe adalah bagian dari sistem kekebalan, yang membantu melindungi Anda dari infeksi.

Ada dua tipe limfoma yang umum diketahui, yaitu limfoma Hodgkin dan limfoma Non-Hodgkin. Keduanya dapat terjadi pada anak meskipun yang tersering adalah limfoma non-Hodgkin. Gejala dari kedua tipe tersebut serupa, yaitu demam, penurunan berat badan, mudah lelah, keringat dingin, serta pembengkakan kelenjar getah bening yang tampak seperti benjolan di beberapa area, seperti leher, ketiak, dan lipat paha.

  1. Neuroblastoma

Neuroblastoma merupakan kanker yang sudah dimulai sejak anak masih dalam kandungan. Karena itu, neuroblastoma paling sering terjadi pada bayi atau balita. Kanker anak ini jarang terjadi di usia lebih dari 10 tahun.

Pada neuroblastoma, tumor berasal dari sel saraf dan umumnya terletak di beberapa organ, yaitu di kelenjar adrenal, rongga dada, atau tulang belakang. Gejalanya adalah adanya benjolan di perut, leher, atau dada, gangguan buang air kecil, kesulitan bernapas, dan tampak benjolan biru keunguan di bawah kulit (blueberry muffin baby).

  1. Tumor Wilms

Tumor Wilms, sering juga disebut dengan nefroblastoma, merupakan tumor ginjal. Tumor ini berasal dari sel ginjal yang belum matang. Ketika anak lahir, beberapa sel ginjal masih belum matang sempurna dan memerlukan waktu sekitar 3-4 tahun untuk menjadi sel ginjal matang. Pada beberapa kondisi, sel ginjal yang belum matang ini malah terus bertambah banyak dan akhirnya menjadi tumor.

Karena proses penyakitnya tersebut, tumor Wilms biasanya terjadi pada anak usia 3-4 tahun dan jarang terjadi di usia lebih dari 6 tahun. Kanker ini dapat terjadi di salah satu atau kedua ginjal. Gejalanya meliputi perut membesar, tampak ada benjolan di perut, gangguan buang air kecil, penurunan nafsu makan, demam berkepanjangan, dan tekanan darah tinggi.

Kanker pada anak secara umum dapat dikenali melalui gejala fisik dan pemeriksaan awal. Dalam rangka Hari Kanker Anak Sedunia, Anda perlu menggali lebih banyak informasi tentang kanker apa saja yang bisa terjadi pada anak. Informasi di atas dapat menjadi bekal awal Anda untuk membantu mendeteksi gejala kanker anak sedini mungkin. Dengan demikian, kanker anak cepat didiagnosis dan peluang keberhasilan pengobatan pun semakin tinggi.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar