Sukses

Teh Oolong Bisa Hentikan Pertumbuhan Sel Kanker Payudara?

Kanker payudara mengincar siapa saja, baik pria maupun wanita. Teh oolong disinyalir dapat menjadi solusinya.

Klikdokter.com, Jakarta Kanker payudara terus menjadi momok bagi setiap orang, khususnya wanita. Penyakit yang terjadi akibat pertumbuhan sel abnormal pada payudara itu memang menjadikan wanita sebagai incaran yang paling utama.

Hingga kini penyebab pasti kanker payudara masih menjadi misteri. Kendati begitu, risiko terjadinya penyakit mematikan tersebut bisa diperkecil dengan menerapkan gaya hidup dan pola makan sehat. Selain itu, konsumsi teh oolong setiap hari juga dikaitkan dengan risiko kanker payudara yang lebih rendah.

Teh oolong dan kanker payudara

Para peneliti mengatakan bahwa terdapat beberapa ekstrak dari berbagai teh yang dapat mengurangi sel kanker payudara. Beberapa teh yang diteliti meliputi teh hijau, oolong, hitam, dan jenis ektrak teh lainnya.

Setelah diteliti, hasilnya menujukan bahwa teh oolong dapat menghentikan pertumbuhan pada sel kanker payudara. Terkait hal itu peneliti menyebut bahwa teh oolong mampu menurunkan risiko kanker payudara hingga 25%. Kalangan wanita yang mengonsumsi teh oolong secara rutin dan teratur diketahui dapat menurunkan risiko kematian dibanding mereka yang tidak.

Teh oolong dinilai memiliki potensi lebih besar sebagai bahan alami yang bersifat antikanker. Sehingga, konsumsi teh jenis ini sangat direkomendasikan untuk dikonsumsi sebagai pelengkap pengobatan yang sedang dijalani. Studi lebih lanjut diperlukan untuk memastikan serta menyempurnakan penemuan lainnya terkait khasiat minuman tersebut.

Tak cuma menurunkan risiko terjadinya kanker payudara, melansir Reader’s Digest, teh oolong juga memiliki manfaat dalam membantu menurunkan kadar kolestrol, lemak dalam perut, dan menawarkan perlindungan terhadap jenis kanker lainnya jika dikonsumsi secara rutin dan teratur.

Upaya lain atasi kanker payudara

Perburukan kondisi akibat kanker payudara bisa dicegah dengan melakukan deteksi dini. Menurut dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter, hal ini tidak melulu dilakukan dengan USG payudara atau mammografi secara berkala, melainkan dengan pemeriksaan diri sendiri juga.

Gejala kanker payudara itu sendiri meliputi pembengkakan atau benjolan pada payudara, perubahan bentuk pada salah satu payudara, adanya cairan yang keluar dari puting payudara, perubahan bentuk dan warna kulit payudara, serta puting yang tertarik ke dalam.

“Pada stadium lanjut, kanker payudara dapat menyebar ke kelenjar getah bening terdekat, bahkan sebelum timbul gejala yang signifikan. Oleh karena itu, adanya pembengkakan di sekitar leher dan ketiak patut diwaspadai sebagai gejala kanker payudara,” ujar dr. Mega.

Selalu waspada akan penyakit kanker payudara. Terlepas dari wanita atau pria, Anda dianjurkan untuk melakukan upaya supaya tidak mengalami penyakit mematikan tersebut di kemudian hari. Salah satu caranya adalah dengan mengonsumsi teh oolong pada porsi yang sesuai secara rutin dan teratur. Selain itu, lakukan pula deteksi dini sebelum perburukan kondisi terjadi. Tak lupa, ubah gaya hidup dan pola makan Anda menjadi lebih sehat lagi.

(NB/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar