Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Raisa Melahirkan Jelang Valentine, Ini Nutrisi yang Diperlukan

Raisa Melahirkan Jelang Valentine, Ini Nutrisi yang Diperlukan

Kabar Raisa melahirkan menghentak jagat media. Bicara soal kelahiran, berikut ini nutrisi yang perlu dipenuhi setelah melahirkan.

Klikdokter.com, Jakarta Penyanyi Raisa Andriana mendapatkan kado manis jelang perayaan Hari Valentine. Selasa kemarin (12/2) Raisa melahirkan bayi perempuan. Berbicara tentang kondisi setelah melahirkan, wanita cantik pelantun lagu "Kali Kedua" itu perlu memenuhi beberapa nutrisi yang diperlukan supaya dirinya tetap sehat. Melansir dari Liputan6.com, Raisa dikabarkan melahirkan buah hatinya di rumah sakit ibu dan anak di daerah Jakarta Selatan.

Seperti halnya Raisa yang melahirkan anak pertamanya jelang Valentine, apakah Anda juga tengah menanti kelahiran si buah hati? Untuk itu, ketahui berbagai nutrisi yang dibutuhkan agar tubuh senantiasa sehat.

Nutrisi setelah melahirkan

Melahirkan adalah suatu fase menyenangkan setelah 9 bulan mengandung. Sebab, kehadiran bayi akan menambah kebahagiaan keluarga. Hanya saja, para ibu baru seperti Riasa perlu memenuhi nutrisi bagi dirinya. Mengutip dari WebMD, kebanyakan ibu baru membutuhkan antara 1.800 dan 2.200 kalori setiap hari.

Akan tetapi, jika Anda terbiasa berolahraga 45 menit sehari atau menyusui lebih dari satu bayi, tentu Anda membutuhkan jumlah kalori lebih dari itu. Untuk mengetahui jumlah tepat yang sesuai dengan kondisi Anda, konsultasikan hal ini ke dokter.

Menurut dr. Fiona Amelia, MPH dari KlikDokter, wanita yang baru saja melahirkan membutuhkan nutrisi lewat makanan tinggi protein, lemak, serat, serta makanan jenis daging. Tak hanya itu, ibu juga harus memperbanyak konsumsi air putih, serta minum susu.

"Selain itu ibu sehabis melahirkan perlu melakukan diet seimbang, konsumsi vitamin untuk menyusui, dan bubuk protein whey," ujar dr. Fiona.

Menurutnya, protein sangat diperlukan untuk mempercepat kesembuhan. Anda bisa mendapatkannya dari mengonsumsi 6-7 butir telur yang dimakan pada 1-2 minggu pertama usai melahirkan.

Ibu melahirkan juga perlu protein dan kalsium

Asupan protein juga bisa didapatkan dari kacang-kacangan, makanan laut, daging tanpa lemak, dan produk kedelai yang kaya akan protein. Pastikan asupan protein tubuh Anda cukup, apalagi jika Anda menyusui.

Setiap kali makan, usahakan isi setengah piring Anda dengan buah-buahan dan sayuran. Setengah lainnya harus termasuk biji-bijian seperti beras merah, roti gandum, atau oatmeal. Cobalah membatasi makanan dan minuman olahan dalam kemasan yang tinggi garam, lemak jenuh, dan mengandung gula tambahan.

Setelah melahirkan ibu juga membutuhkan kalsium sebanyak 1000 miligram per hari. Jumlah ini bisa didapatkan dari susu rendah lemak. Dan ingat, jangan lupakan asupan zat besi yang berguna untuk membuat sel darah baru.

Sebab, ibu yang habis melahirkan biasanya kehilangan banyak darah selama persalinan. Daging merah dan unggas tinggi zat besi. Begitu juga tahu dan kacang-kacangan.

Jika Anda justru ingin membatasi makan karena takut gemuk setelah melahirkan, itu adalah anggapan yang salah. Selain karena para ibu biasanya turun sekitar 2 kilogram setiap bulannya usai melahirkan, membatasi makan atau diet sangat tidak dianjurkan.

Jika asupan Anda kurang dari 1.800 kalori, maka akan terjadi penurunan drastis dalam tingkat energi dan suasana hati Anda. Terlebih lagi jika Anda menyusui, kekurangan nutrisi dapat membahayakan kesehatan bayi Anda.

Hal terbaik untuk dilakukan adalah tetap menjalankan pola makan yang sehat dan seimbang, serta mulai berolahraga ketika dokter Anda sudah memberikan lampu hijau.

Jadi, ibu yang baru saja melahirkan seperti Raisa tetap harus mendapatkan nutrisi yang baik. Jika Anda masih kurang yakin dengan asupan yang telah dikonsumsi, cobalah untuk berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter Anda untuk mengetahui kebutuhan nutrisi dan menu yang sebaiknya dikonsumsi.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar