Sukses

Anak Sering Main Gawai Bisa Cepat Pakai Kacamata?

Saat ini ada banyak anak yang sudah harus pakai kacamata, bahkan berlensa tebal. Benarkah hobi anak main gawai salah satu pemicunya?

Klikdokter.com, Jakarta Perangkat elektronik seperti smartphone, tablet, dan laptop sudah lazim ditemui dan kerap dibawa serta ke mana-mana. Tak hanya orang dewasa yang memakai aneka gawai tersebut, tapi juga anak-anak. Bahkan, misalnya di mal, sering terlihat pemandangan anak-anak sibuk bermain gim dengan smartphone di tangannya saat orang tuanya sedang sibuk sendiri. Bahkan, tak sedikit anak-anak yang sudah pakai kacamata, bahkan yang lensanya cukup tebal. Apakah ini merupakan akibat dari seringnya anak main gawai?

Gangguan penglihatan adalah salah satu hal yang paling dikhawatirkan ketika seseorang terlalu intens menggunakan gawai, entah menatap layar smartphone, laptop, atau TV sekalipun. Gangguan penglihatan berkaitan dengan durasi penggunaan gawai yang kerap berlebihan.

Anak perlu punya tablet sendiri?

Menurut sebuah laporan dari Common Sense Media, hampir sebagian anak sudah memiliki tablet sendiri, dan perangkat tersebut sering digunakan. Berdasarkan laporan tersebut, anak-anak di bawah usia 8 tahun dilaporkan menghabiskan rata-rata 2 jam 19 menit per harinya, terpaku menatap layar gawai. Tak hanya itu, sekitar 30 persen dari waktu tersebut dihabiskan untuk perangkat seperti tablet dan smartphone. Laporan tersebut menyebut, 42 persen anak-anak sudah memiliki tablet pribadi.

Data yang ditunjukkan di atas tak terlalu berbeda jauh dengan temuan tahun 2011, yang mana anak-anak rata-rata menggunakan gawai selama 2 jam 16 menit.

Durasi terlalu lama memakai gawai bisa menyebabkan mata terganggu. Ini juga karena sinar biru yang dipancarkan perangkat elektronik. Sinar ini diketahui dapat menembus retina mata, dan ini dibuktikan lewat studi laboratorium. Sinar biru diperkirakan akan merusak sel-sel dalam retina yang sensitif terhadap cahaya.

Menurut dr. Fiona Amelia, MPH, dari KlikDokter, memakai gawai terlalu sering dengan durasi lama memang bisa menyebabkan gangguan penglihatan. Ini termasuk memicu banyak anak kecil yang sekarang sudah bergantung pada kacamata.

"Anak-anak yang sering memainkan gawai bisa mengalami gangguan penglihatan, ini bisa menyebabkan minus berat (miopi) atau rabun dekat (hipermetropi). Selain itu, anak-anak juga bisa mengalami gangguan mata malas (ambliopia)," ujar dr. Fiona.

1 dari 2 halaman

Kenali tanda anak mengalami gangguan penglihatan

Jika anak sudah sampai mengalami gangguan penglihatan, itu bisa bahaya bagi masa depannya. Maka dari itu, perlu agar orang tua mengetahui apa yang terjadi pada penglihatan anaknya. Gangguan penglihatan pada anak umumnya muncul tanpa gejala yang jelas. Inilah yang menyebabkan kondisi tersebut sering luput dan terdiagnosis saat kondisi gangguan sudah sulit diatasi,” ungkap dr. Sepriani Timurtini Limbong, salah satu tim medis dari KlikDokter.

Tanda dan gejala gangguan penglihatan pada anak antara lain:

  • Menonton televisi atau membaca buku dari jarak dekat. Hal ini menandakan kemungkinan anak mengalami rabun jauh.
  • Sering menggosok mata. Ini biasanya terjadi ketika anak mencoba berkonsentrasi atau sedang membaca. Ada kemungkinan ia mengalami gangguan penglihatan.
  • Menggunakan jari untuk membantu membaca. Saat anak membaca buku, ia akan menggunakan jari tangannya untuk menandai bagian yang dibacanya. Ia juga akan kesulitan saat diminta membaca bersuara tanpa bantuan jarinya.
  • Mata berair terus-menerus dan sering merasa silau. Anak yang mengalami gangguan penglihatan akan merasa sangat terganggu ketika difoto menggunakan flash. Bahkan, cahaya bisa membuatnya mual.
  • Menutup satu mata saat membaca atau menonton televisi. Ini kemungkinan ia mengalami gangguan fokus penglihatan.
  • Memicingkan mata atau memiringkan kepala saat melihat sesuatu, terutama benda yang jauh jaraknya.
  • Prestasi sekolah menurun. Anak dengan gangguan penglihatan akan sulit memperhatikan gurunya saat mengajar di kelas dan sulit membaca tulisan di papan tulis. Prestasi akademisnya pun cenderung menurun.

Untuk menghindari gangguan penglihatan pada anak, Anda harus bersikap tegas. Tetapkan aturan bersama mengenai pemakaian gawai. Selain itu, catat selalu aturan 20-20-20, yaitu setiap 20 menit menatap layar gawai, alihkan pandangan untuk melihat objek di sekitar yang jauhnya kurang lebih 20 kaki (sekitar 6 m), selama 20 detik. Dengan begitu, gangguan penglihatan pada anak yang mengharuskannya pakai kacamata akibat anak sering main gawai, bisa dihindari.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar