Sukses

Benarkah Pusing Gejala Menopause?

Pusing yang sering terjadi saat usia paruh baya sering dikaitkan sebagai gejala menopause. Apa kata medis terkait hal ini?

Klikdokter.com, Jakarta Menopause merupakan proses alami yang pasti akan dialami oleh setiap wanita, dimana siklus menstruasi berhenti selama 12 bulan. Keadaan ini umumnya terjadi saat seorang wanita berusia 43–57 tahun, meski tak menutup kemungkinan untuk terjadi kurang atau lebih dari rentang usia tersebut.

Seorang wanita yang sudah memasuki usia menopause akan mengalami berbagai perubahan dalam hidupnya. Mereka pun akan mengalami gejala, seperti hot flashes atau keringat malam, menstruasi tidak teratur hingga berhenti sama sekali, kekeringan pada vagina, gangguan suasana hati (mood), peningkatan berat badan, metabolisme melambat, hingga berkeringat pada malam hari.

Bagaimana dengan sering pusing?

Dilansir dari Healhtline, pusing juga merupakan gejala yang umum terjadi pada wanita menopause. Penelitian mengatakan bahwa pusing pada wanita menopause berhubungan dengan beberapa keadaan berikut ini:

1. Gula darah

Hormon memainkan peran penting dalam menyeimbangkan kadar gula darah. Perubahan hormon selama menopause memengaruhi respons tubuh terhadap insulin dan membuat tubuh sulit menjaga gula darah stabil. Perubahan kadar gula darah bisa menyebabkan terjadinya keluhan pusing.

2. Perubahan telinga

Perubahan hormon wanita turut memengaruhi telinga bagian dalam yang sangat penting untuk keseimbangan. Beberapa wanita melaporkan perubahan keseimbangan, sinus, dan pendengaran sebelum menstruasi. Bisa jadi, ini adalah penyebab pusing yang selama ini Anda cari.

3. Kelelahan

Kelelahan adalah gejala umum selama menopause. Keluhan tersebut membuat tubuh Anda sulit untuk berfungsi dengan baik. Alhasil, pusing dan berbagai keluhan penyerta lainnya sangat mungkin terjadi.

4. Hot flashes

Menurut sebuah penelitian, wanita yang mengalami hot flashes atau keringat malam lebih rentan terhadap sakit kepala vertigo daripada yang tidak. Saat mengalami kondisi ini. Anda akan merasa sensasi berputar-putar pada kepala.

5. Sistem saraf dan pembuluh darah

Perubahan kadar estrogen dapat memengaruhi sistem saraf dan pembuluh darah. Anda dapat dengan mudah pusing ketika salah satu atau kedua sistem tersebut tidak berfungsi dengan baik.

6. Penuaan

Orang lebih cenderung mengalami vertigo seiring bertambahnya usia, terlebih penyakit ini lebih identik menyeranng wanita daripada pria. Satu studi menemukan, vertigo sangat umum terjadi pada wanita usia 40 hingga 59 tahun.

Rentang usia tersebut adalah masa dimana wanita mengalami menopause. Maka dari itu, penuaan, efeknya pada vertigo, serta berada di waktu menopause, seolah menjadi paket yang tak terpisahkan.

7. Migrain

Perubahan hormon selama perimenopause dapat memicu terjadinya pusing kepala sebelah atau migrain. Jika memiliki riwayat keluhan tersebut, tahap awal menopause Anda mungkin bakal akrab dengan kepala pusing.

Pusing memang dapat menjadi salah satu gejala menopause. Namun, Anda sebaiknya tidak buru-buru memberikan penilaian sepihak. Hal ini karena pusing juga dapat disebabkan oleh kondisi selain menopause. Oleh sebab itu, jika pusing sering hadir di usia senja, akan lebih baik bila Anda memeriksakan diri ke dokter supaya bisa mengetahui diagnosis pasti dan cara tepat menangani keluhan tersebut.

(NB/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar