Sukses

Atlet Renang Jepang Rikako Ikee Kena Leukemia, Kenali Penyebabnya

Atlet renang Jepang peraih medali emas Asian Games 2018, Rikako Ikee, divonis terkena leukemia atau kanker darah.

Klikdokter.com, Jakarta Kabar mengejutkan datang dari dunia olahraga, khususnya cabang renang. Perenang asal Jepang, Rikako Ikee, didiagnosis terkena leukemia atau kanker darah. Atlet yang meraih enam medali emas pada Asian Games 2018 itu mengumumkannya lewat Instagramnya di @ikee.rikako pada Selasa (12/2) kemarin.

Ikee menceritakan bahwa dirinya tiba-tiba sering merasakan badan lemas dan kelelahan saat menjalani latihan di Australia. Ia kemudian melakukan tes dan hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa ia mengidap leukemia.

Ini terasa mengejutkan bagi perenang berusia 18 tahun tersebut. Sampai sekarang Ikee masih tidak percaya bahwa dirinya terkena leukemia. “Saya sendiri masih sulit untuk percaya dan bingung mengapa itu terjadi," tulisnya di Instagram.

"Untuk rencana ke depan, saya harus merelakan tidak berpartisipasi di kejuaraan renang di Jepang. Saya akan beristirahat sebentar, fokus pada perawatan, dan saya akan melakukan yang terbaik untuk menunjukkan bahwa saya akan menjadi Rikako Ikee yang lebih kuat," sambungnya.

Ini berarti perenang spesialis gaya kupu-kupu tersebut akan melewatkan kejuaraan dunia renang di Korea Selatan pada Juli 2019. Di sisi lain, persiapannya menuju Olimpiade 2020 Tokyo juga akan terganggu.

1 dari 2 halaman

Kenali penyebab leukemia

Leukemia adalah kanker yang terjadi di sumsum tulang dan menyebabkan peningkatan sel darah putih yang abnormal di dalam darah. Menurut dr. Nadia Octavia dari KlikDokter, sampai saat ini penyebab pasti leukemia masih belum diketahui. “Hanya saja ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang terkena leukemia, seperti gaya hidup, faktor genetik, dan faktor lingkungan,” katanya.

  • Gaya hidup

Gaya hidup yang dimaksud adalah merokok, berat badan berlebih, konsumsi alkohol terlalu banyak, dan tingginya paparan sinar matahari.

  • Faktor genetik

Sebenarnya, hampir setiap kanker biasanya muncul karena ada faktor keturunan. Seseorang yang memiliki keluarga inti (orang tua atau saudara kandung) denganleukemia mengalami peningkatan risiko untuk terkena leukemia 2-4 kali lebih tinggi.

Adanya kelainan genetik tertentu, seperti kromosom Philadelphia, sindrom Klinefelter, sindrom Down, sindrom Bloom, ataxia-telangiectasia, dan sindrom Fanconi, juga dapat meningkatkan risiko seseorang terkena leukemia.

“Risiko semakin tinggi jika leukemia tersebut dialami oleh saudara kembar. Jika seorang anak mengalami leukemia, maka kembarannya dapat berisiko tinggi terkena leukemia (1 dari 5 anak kembar), terlebih jika leukemia muncul dalam tahun pertama kehidupan,” kata dr. Nadia.

  • Faktor lingkungan

Paparan radiasi atau bahan kimia tertentu juga dapat meningkatkan risiko seseorang terkena leukemia. Jika janin di kandungan terpapar radiasi pada trimester pertama kehamilan, maka dapat meningkatkan risiko terkena leukemia saat masa kanak-kanak nanti.

"Paparan kimia yang terdapat pada rokok dan pelarut yang digunakan dalam industri pembuatan obat atau plastik juga bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami leukemia," ungkap dr. Nadia.

Kabar Rikako Ikee terkena leukemia di usia sangat muda membuka mata banyak orang bahwa penyakit ini rentan menimpa siapa saja. Jika Anda memiliki riwayat keluarga dengan leukemia, kenali penyakit ini, jalani pola hidup sehat, dan lakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur. Karena deteksi dini akan lebih mampu meningkatkan keberhasilan pengobatan.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar