Sukses

ISK Bisa Bikin Warna Urine Berubah

Urine yang sehat pada umumnya berwarna kuning jernih. Lalu, benarkah ISK bisa mengubah warna urine Anda?

Klikdokter.com, Jakarta Pada dasarnya urine manusia yang normal berwarna kuning jernih. Warna kuning ini didapat dari pigmen bernama urochrome. Namun begitu, perubahan warna urine dapat terjadi. Perubahan warna urine tersebut sangat erat kaitannya dengan kondisi kesehatan saluran kemih dan status hidrasi seseorang. Salah satu kondisi kesehatan saluran kemih yang dapat mengubah warna urine adalah infeksi saluran kemih atau biasa disebut ISK.

ISK umumnya disebabkan oleh bakteri yang dapat dikelompokkan menjadi dua kategori, yakni:

  1. Infeksi saluran kemih bagian atas

Umumnya infeksi mengenai ginjal dan ureter. Gejala yang ditemui dapat berupa demam, nyeri perut, nyeri pinggang, menggigil, dan terkadang ingin muntah.

  1. Infeksi saluran kemih bagian bawah

Pada umumnya, infeksi mengenai kantong kemih dan uretra (saluran terbawah). Gejala berupa sakit di perut bagian bawah (di atas tulang kemaluan), kencing sakit terutama pada akhir kencing, rasa anyang-anyangan atau kencing tidak tuntas, dan rasa masih ingin kencing lagi (walaupun bila dicoba untuk berkemih, tidak ada air kemih yang keluar), sering berkemih, serta demam jika sudah berlanjut.

Selain gejala di atas, terjadi pula perubahan warna urine pada ISK. Urine berubah menjadi keruh. Terkadang juga menjadi pink atau kemerahan karena disertai darah. Untuk lebih memastikan diagnosis infeksi saluran kemih, Anda dapat melakukan analisis urine di laboratorium.

Kenali penyebab ISK

Penyebab dari sebagian besar kasus infeksi saluran kemih adalah bakteri Escherichia coli atau E. Coli yang umumnya hidup di saluran cerna. Bakteri ini dapat masuk ke saluran kemih akibat kurang atau tidak higienis, misalnya membersihkan organ intim dari arah belakang ke depan.

Kurang minum air putih juga bisa menjadi penyebab. Konsumsi air putih banyak dipercaya dapat membilas kotoran yang tersisa pada saluran kemih sehingga risiko infeksi akan menurun.

Selain itu, kebiasaan sering menahan buang air kecil juga dapat menjadi penyebab. Bakteri dan kotoran yang harusnya dibuang saat buang air kecil justru tertahan cukup lama sehingga dapat menimbulkan ISK. Penyebab ISK yang terakhir adalah kebiasaan berginat-ganti pasangan seksual.

Cegah ISK dengan cara ini

Berdasarkan penyebab dan faktor risiko di atas, maka tips untuk mencegah terjadinya ISK adalah sebagai berikut.

  1. Meningkatkan asupan cairan (air putih) minimal 1,5 - 2 liter per hari.
  2. Jangan suka menahan buang air kecil. Jika terpaksa, Anda dapat menggunakan popok dewasa, tapi harus diganti tiap 2 - 3 jam sekali.
  3. Usahakan daerah organ vital selalu kering dan bersih.
  4. Gunakan celana dalam yang mampu menyerap keringat (berbahan katun).
  5. Untuk wanita, bilaslah vagina dari arah depan ke belakang.
  6. Untuk laki-laki, usahakan untuk selalu membersihkan penis setelah berkemih.
  7. Berhubungan intim yang sehat (dengan satu pasangan saja).

Jika memiliki gejala perubahan warna urine disertai keluhan lain yang disebutkan di atas, segeralah periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Terlebih lagi jika telah melakukan tips di atas, tapi masih mengeluhkan infeksi saluran kemih. Pemeriksaan laboratorium dan pemberian obat antibiotik mungkin diperlukan untuk tata laksana ISK Anda.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar