Sukses

Kenali 9 Gejala Kelelahan yang Dialami Ani Yudhoyono

Terserang kelelahan, mantan Ibu Negara Ani Yudhoyono kini dirawat di Singapura. Kenali gejala kelelahan dan lakukan antisipasi sejak dini.

Klikdokter.com, Jakarta Mantan Ibu Negara Ani Yudhoyono masuk rumah sakit di Singapura sejak Sabtu pekan lalu (9/1/2019) akibat kelelahan. Di usianya yang ke-66 tahun, Ani Yudhoyono sebenarnya masih sangat aktif. Dilansir berbagai sumber, ia sakit setelah melakukan perjalanan ke Sumatera Utara dan Aceh pada minggu lalu.

Kelelahan yang hingga menyebabkan tubuh drop seperti yang dialami oleh Ani Yudhoyono dikenal dengan istilah fatigue syndrome (sindrom kelelahan). Ada sindrom kelelahan yang bersifat akut, ada juga yang berlangsung kronis atau dalam jangka waktu yang lama. Gejala sindrom kelelahan sangat bervariasi, biasanya berupa:

  1. Rasa lelah yang sulit hilang

Berbeda dengan kelelahan biasa gejala kelelahan pada sindrom kelelahan biasanya tidak menghilang dengan beberapa jam istirahat saja.

  1. Sulit berkonsentrasi

Orang yang mengalami sindrom kelelahan juga sulit berkonsentrasi sehingga tidak dapat menjalankan aktivitas dengan maksimal.

  1. Pingsan

Pada kondisi yang berat, orang yang mengalami sindrom kelelahan bisa sampai pingsan atau hampir pingsan.

  1. Kualitas tidur yang tidak baik

Walaupun merasa kelelahan, orang yang mengalami sindrom kelelahan tidak memiliki kualitas tidur yang baik. Hal ini membuat rasa lelah mereka tidak kunjung membaik meski sudah tidur cukup.

  1. Nyeri otot, sendi, atau punggung

Nyeri otot, sendi, dan nyeri punggung juga merupakan gejala yang sering dialami oleh orang yang mengalami sindrom kelelahan.

  1. Pembesaran kelenjar pada daerah leher dan ketiak

Terkadang, orang dengan sindrom kelelahan dapat merasakan adanya benjolan yang terasa nyeri pada daerah leher dan ketiak.

  1. Sakit kepala, pusing, atau vertigo

Sakit kepala, pusing, dan vertigo juga merupakan tanda dari sindrom kelelahan.

  1. Nyeri tenggorokan

Kelelahan dapat menyebabkan daya tahan tubuh menurun, sehingga Anda mudah terkena infeksi. Misal, infeksi saluran napas yang menyebabkan nyeri tenggorokan.

  1. Berdebar-debar

Sindrom kelelahan juga dapat menyebabkan jantung mudah berdebar-debar, bahkan terkadang nyeri dada.

Sindrom kelelahan dapat dipicu oleh gaya hidup maupun kondisi medis. Contoh faktor gaya hidup, antara lain aktivitas fisik berat yang berlangsung terus-menerus, kekurangan tidur yang menahun, stres yang terjadi dalam waktu lama, merokok, dan kurangnya asupan nutrisi dalam jangka waktu lama.

Sementara itu, kondisi medis yang dapat menyebabkan gejala sindrom kelelahan adalah anemia, penyakit jantung dan paru kronis, penyakit ginjal kronis, penyakit autoimun, diabetes, gangguan hormon tiroid, dan lainnya.

Mencegah sindrom kelelahan dapat dilakukan dengan menghindari aktivitas fisik berat berlebihan dalam jangka waktu lama, memelihara kualitas dan kuantitas tidur, menjaga kesehatan mental dengan relaksasi secara teratur, berolahraga rutin, dan makan makanan bergizi seimbang. Hindari juga kebiasaan buruk seperti merokok, minum alkohol serta kafein berlebihan.

Bila perlu, Anda juga dapat mengonsumsi suplemen kesehatan untuk menjaga kebugaran tubuh Anda. Terutama di saat Anda harus melakukan aktivitas fisik yang berat dan tidak dapat dihindari.

Jangan anggap sepele kondisi kelelahan yang Anda alami, karena bisa saja itu sindrom kelelahan. Baik kalangan muda maupun paruh baya seperti Mantan Ibu Negara Ani Yudhoyono pun bisa terkena. Tidak ada salahnya untuk berkonsultasi kepada dokter jika kelelahan yang Anda alami berlangsung lama, atau tidak kunjung membaik setelah beristirahat. Segera lakukan pemeriksaan untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar