Sukses

4 Penyebab Anak Mogok Sekolah

Ada beragam penyebab anak mogok sekolah. Orang tua perlu mencari tahu penyebabnya agar dapat mengantisipasi dan mencari solusi.

Klikdokter.com, Jakarta Sekitar satu dari empat anak rawan mogok sekolah. Pada sebagian kecil kasus, fenomena ini bisa menjadi masalah dan mengganggu proses belajar anak. Apa saja penyebab anak mogok sekolah?

Anak yang mogok sekolah kerap absen selama satu minggu atau lebih. Tak hanya absen, bahkan ada anak yang mengalami stres berlebihan jika harus masuk sekolah. Wujud stres itu bisa berupa menangis atau protes setiap pagi sebelum pergi ke sekolah, ketinggalan transportasi umum setiap hari, atau kerap mengeluhkan gangguan fisik tertentu ketika tiba waktunya pergi ke sekolah.

Penyebab anak mogok sekolah

Agar dapat mengantisipasi dan mencarikan solusi, orang tua harus tahu apa saja penyebab anak mogok sekolah. Beberapa penyebab yang paling banyak ditemukan antara lain:

  1. Separation anxiety

Separation anxiety atau kecemasan kala berpisah merupakan gangguan psikologis yang bisa dialami oleh anak usia berapapun. Pada kondisi ini, anak mengalami cemas berlebihan karena takut kehilangan orang tua atau takut kalau orang tuanya mengalami bahaya.

Anak juga teramat enggan berada di dalam kesendirian, seperti menolak tidur tanpa kehadiran orang tua atau pengasuhnya. Sebagian lagi, kerap menunjukkan keluhan-keluhan fisik setiap kali akan meninggalkan sosok orang tua atau pengasuh yang signifikan baginya.

Namun, untuk benar-benar disebut sebagai sebuah gangguan, perilaku ini harus muncul sebelum seorang anak berusia 18 tahun, berlangsung selama empat minggu atau lebih, dan menyebabkan masalah serius baik dalam aspek akademis, sosial, dan fungsi lainnya.

  1. Perubahan dalam dinamika keluarga

Kadang-kadang, adanya perubahan dalam keluarga dapat memicu anak mogok sekolah. Misalnya, ketika orang tua sakit atau baru sembuh dari sakit, kala anak kerap melihat orang tua yang sering bertengkar, atau orang tua baru saja berpisah. Adanya anggota keluarga atau kerabat dekat yang meninggal, cemburu dengan kehadiran adik yang baru lahir, serta pindah tempat tinggal di tahun-tahun pertama sekolah dasar juga dapat membuat anak mogok sekolah.

  1. Bullying

Secara definisi, bullying adalah perilaku agresif di antara anak usia sekolah dimana pelakunya secara sengaja berulang kali menggunakan kata-kata atau tindakan yang merugikan seseorang atau sekelompok orang. Wujudnya dapat berupa ancaman, intimidasi, hingga menyerang secara verbal maupun fisik.

Anak yang mengalami bullying kerap mendapatkan cedera fisik yang tak bisa dijelaskan, kehilangan atau kerusakan benda-benda (pakaian, buku, perhiasan, mainan), penurunan prestasi akademik, khususnya dalam hal matematika dan membaca, tidak tertarik dengan pekerjaan sekolah, mengeluh sakit setiap akan ke sekolah, kerap melewatkan waktu makan atau sebaliknya makan berlebihan, mengalami mimpi buruk dan gangguan tidur, menghindari situasi sosial dan menjadi tidak percaya diri.

Orang tua perlu mewaspadai apakah bullying menjadi penyebab anak mogok sekolah karena pada kasus yang berat, dapat memicu perilaku anak yang merusak diri seperti melarikan diri, menyakiti diri sendiri, hingga percobaan bunuh diri.

  1. Masalah lain di sekolah

Masalah lain seperti merasa terasing di sekolah baru, tidak punya teman, atau sulit bergaul dengan guru atau teman sekelasnya dapat memicu aksi mogok sekolah. Orang tua juga sebaiknya memperhatikan apakah ada gangguan belajar atau membaca yang membuat anak sulit mengikuti pelajaran hingga akhirnya tidak semangat sekolah.

1 dari 2 halaman

Usia tersering anak mogok sekolah

Mogok sekolah dapat terjadi di usia berapa saja, tapi paling banyak ditemukan pada anak berusia 5-7 tahun dan 11-14 tahun. Pada periode ini, anak-anak kerap mengalami masa transisi saat memulai sekolah dasar atau dari sekolah dasar ke sekolah menengah pertama dan selanjutnya ke sekolah menengah atas.

Perlu diketahui, anak-anak yang mogok sekolah biasanya merupakan anak yang cerdas, dengan riwayat prestasi akademik yang baik.

Mogok sekolah sejatinya hanyalah salah satu manifestasi dari berbagai hal yang memicu. Karena itu, orang tua harus peka, tidak cepat-cepat menghakimi atau bahkan menghukum saat anak mogok sekolah. Kerap kali, hal ini dilatarbelakangi oleh peristiwa yang membuat kondisi mental dan jiwa anak tertekan. Jika sampai mengganggu aktivitas dan fungsi anak sehari-hari, diperlukan evaluasi medis dan psikologis yang menyeluruh.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar