Sukses

Kenali Efek Kesehatan pada Pembuat Hoaks

Dampak hoaks terhadap kesehatan juga dapat dialami oleh para pembuatnya, baik secara fisik maupun mental.

Klikdokter.com, Jakarta Di era ketika informasi terus membanjir seperti saat ini, salah satu yang perlu mendapatkan perhatian khusus adalah penyebaran berita bohong alias hoaks. Semakin canggih teknologi dalam berkomunikasi, semakin cepat pula hoaks dibuat dan disebar. Parahnya, berbagai dampak yang terjadi akibat hoaks kini kian mengkhawatirkan.

Hoaks dan penyebarannya

Hoaks didefinisikan sebagai berita yang salah dan sifatnya sering kali sensasional dan disebarkan dengan sumber yang belum jelas. Hoaks biasanya berawal dari rumor yang dibicarakan terus-menerus dan lalu disebarluaskan.

Bila berlangsung terus, hoaks yang tadinya merupakan berita bohong atau berita palsu bisa saja “diyakini” sebagai kebenaran oleh orang banyak.

Motif di balik pembuatan dan penyebaran hoaks bisa jadi bermacam-macam. Namun yang jelas, bisa saja ada banyak masalah yang timbul akibat hoaks.Dalam dunia politik, hoaks bisa memecah belah suatu negara.

Demikian pula dunia kesehatan, banyak pasien yang enggan menjalani pengobatan penyakit kusta, misalnya karena yakin akan berita keliru bahwa penyakit ini disebabkan oleh kutukan dan tidak dapat disembuhkan.

Pada akhirnya, secara umum hoaks memang merugikan masyarakat, bahkan menumbulkan sejumlah efek terhadap kesehatan.

1 dari 2 halaman

Dampak hoaks yang bisa terjadi

Terlepas dari apapun motif dan alasannya, para pembuat hoaks dapat terkena imbas dari tindakannya tersebut. Membuat dan menyebarkan berita bohong akan menguras pikiran serta emosi yang kemudian memengaruhi mood seseorang.

Bila berlangsung dalam waktu lama, pembuat hoaks dapat mengalami gangguan mental seperti rasa cemas yang terus-menerus, gangguan mood, gangguan panik, hingga depresi.

Masalah kesehatan mental tersebut dapat memengaruhi kondisi tubuh secara fisik dan menimbulkan gejala seperti pusing, sakit perut, dada berdebar-debar, masalah pernapasan, tekanan darah tidak teratur, dan gangguan tidur.

Sementara dari sisi pembaca, adanya hoaks dapat mengaktifkan area di otak, yaitu amigdala. Area ini bertugas mengatur berbagai emosi serta identitas diri. Selain itu, bagian lain di otak juga dapat mengalami peningkatan aktivitas saat membaca hoaks, yaitu pada prefrontal, korteks, dan korteks insular.

Bagian-bagian otak tersebut menimbulkan rasa marah, takut, kecewa, serta tekanan emosi. Serupa dengan efek terhadap pembuatnya, para pembaca hoaks pun dapat mengalami masalah mental, seperti gangguan cemas hingga depresi, serta masalah fisik seperti rasa lelah yang berlebihan dan gangguan tidur.

Tips agar bebas hoaks

Ketika berita bohong alias hoaks semakin sering muncul seperti saat menjelang Pemilu 2019, Anda bisa berperan dalam pemberantasan hoaks. Caranya adalah dengan menghentikan jalur penyebaran berita bohong yang ada. Hal sederhana berikut dapat Anda lakukan agar terbebas dari hoaks:

  1. Amati sumber berita. Bila berita bersumber dari situs tertentu, perhatikan apakah sumbernya dapat dipertanggungjawabkan atau berasal dari portal berita yang dapat dipercaya.
  2. Periksa ulang berita. Carilah topik yang sama dalam laman web atau sumber yang lain. Hal ini bertujuan untuk memeriksa kebenaran dalam berita tersebut. Usahakan mencari fakta melalui situs yang resmi dan sedekat mungkin dengan sumber informasi awal.
  3. Kendalikan jempol Anda. Jangan langsung menyebar berita segera setelah Anda membaca judulnya saja. Baca keseluruhan isi berita, lalu lakukan pemeriksaan fakta dan data di dalamnya.
  4. Jangan mudah percaya gambar. Adanya gambar atau foto memang dapat membuat sebuah berita tampak meyakinkan. Namun, Anda tetap harus memeriksa apakah gambar tersebut otentik atau berasal dari sumber lain. Anda dapat memanfaatkan mesin pencari untuk memastikan sumber gambar.

Keberadaan hoaks jelas-jelas merugikan banyak pihak khususnya bagi pembaca dan pihak-pihak yang dikabarkan dalam berita palsu tersebut. Meski demikian, sebenarnya para pembuat hoaks dan penyebar berita bohong tersebut juga bisa mengalami akibat dari hoaks yang mereka buat dan sebarkan. Oleh karena itu, mulai sekarang, jadilah pembaca yang cerdas dan kritis agar Anda tak jatuh dalam jerat hoaks.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar