Sukses

Mual Saat Hamil Muda, Atasi dengan Tips Ini

Kurang lebih 80 persen wanita hamil mengalami keluhan mual. Cek di sini tips-tips untuk mengatasi mual saat hamil muda.

Klikdokter.com, Jakarta Muat saat hamil, terutama di trimester pertama, sangat normal dialami para wanita. Mual ini sering juga disebut morning sickness karena biasa terjadi di pagi hari. Namun tak hanya di pagi hari, ada pula ibu hamil yang merasakan mual di malam hari atau bahkan sepanjang hari.

Menurut dr. Fiona Amelia dari Klikdokter, kurang lebih 80 persen wanita hamil mengalami keluhan mual. Meski penyebab tidak sepenuhnya dipahami, mual saat hamil kerap dikaitkan dengan produksi hormon human chorionic gonadotropin (HCG). Sering disebut hormon kehamilan, HCG mulai dihasilkan tubuh begitu sel telur yang telah dibuahi menempel pada lapisan rahim. Bagaimana ini berkontribusi terhadap mual tidak diketahui, tetapi karena keduanya memuncak pada waktu yang sama, mereka dianggap memiliki keterkaitan.

dr. Fiona menjelaskan, “Mual dan muntah saat hamil terjadi karena peningkatan produksi hormon kehamilan (beta-HCG) yang umumnya terjadi di awal kehamilan (minggu ke-6 hingga ke-8), mencapai puncaknya pada minggu ke-12 hingga ke-14, dan membaik pada minggu ke-22, sampai tubuh wanita hamil beradaptasi dengan peningkatan hormon tersebut.”

Dikutip dari American Pregnancy, beberapa hal lain dapat menjadi faktor penyumbang lainnya, yaitu:

  • Estrogen adalah hormon yang naik selama awal kehamilan dan dapat berkontribusi untuk mual.
  • Perut yang sensitif bisa memperburuk saat tubuh sedang mencoba beradaptasi dengan kehamilan.
  • Stres dan kelelahan dapat menyebabkan reaksi fisik pada tubuh, yang menyebabkan mual dan muntah.
1 dari 2 halaman

Tips atasi rasa mual

Jadi, apa yang dapat Anda lakukan untuk meringankan rasa mual? Dikutip dari American Pregnancy, beberapa hal di bawah ini dapat membantu Anda mengurangi rasa mual saat hamil muda.

  • Menghindari makanan yang berbau yang dapat memicu mual.
  • Menyimpan biscuit di dekat tempat tidur dan makanlah sebelum bangun. Luangkan beberapa waktu untuk pencernaan, sebelum bangun setelah Anda siap.
  • Makan dalam porsi kecil, tapi sering dalam satu hari.
  • Minumlah lebih sedikit air atau cairan saat makan, dan sebaliknya minumlah di antara waktu makan.
  • Lebih banyak konsumsi makanan kering dan tawar, seperti nasi putih, roti bakar kering, atau kentang panggang, daripada makanan yang berkrim.
  • Makan permen.
  • Jaga ventilasi kamar tetap baik. Anda juga dapat meluangkan waktu untuk pergi ke luar untuk mendapatkan udara segar.
  • Banyak beristirahat. Dengarkan tubuh Anda ketika merasa lelah, dan cobalah berbaring.
  • Minum air jahe atau lemon dapat membantu meringankan rasa mual Anda.
  • Bicaralah dengan penyedia layanan kesehatan Anda tentang vitamin prenatal yang Anda konsumsi. Terlalu banyak zat besi, misalnya, dapat menyebabkan mual. Berkonsultasilah mengenai kemungkinan Anda beralih ke vitamin lain.
  • Tanyakan kepada dokter kandungan atau bidan Anda tentang mengonsumsi suplemen vitamin B-6, yang telah terbukti membantu mengurangi mual dan muntah.

Namun begitu, jangan abai terhadap tubuh sendiri. Ada beberapa kondisi saat hamil yang mengharuskan Anda segera ke dokter. Menurut dr. Fiona, beberapa kondisi tersebut adalah:

  • Mual atau muntah hebat.
  • BAK sedikit atau berwarna kecokelatan.
  • Sulit/ tidak bisa makan dan minum.
  • Terasa melayang atau ingin pingsan ketika berdiri.
  • Detak jantung cepat/ berdebar-debar.
  • Muntah darah (merah kehitaman).

Masa-masa mual saat hamil memang sungguh mengganggu. Anda dapat menerapkan beberapa tips di atas untuk mengurangi rasa mual Anda. Akan tetapi, bila keluhan mual dan muntah Anda saat hamil muda sangat mengganggu hingga membuat Anda tidak bisa makan sama sekali, segeralah periksakan diri ke dokter kandungan. Hal tersebut perlu Anda lakukan karena keselamatan Anda dan janin harus menjadi prioritas utama. Baca artikel bertema serupa di sini.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar