Sukses

Ini Ciri Perdarahan Implantasi yang Menjadi Tanda Kehamilan

Bercak darah, atau perdarahan implantasi, tidak selalu menandakan menstruasi. Bisa jadi itu adalah tanda kehamilan.

Klikdokter.com, Jakarta Selama ini Anda mungkin mengira kalau mual muntah adalah gejala yang pertama kali muncul saat hamil. Faktanya, ada banyak sekali tanda awal kehamilan, salah satunya adalah perdarahan implantasi. Jika Anda sedang menanti kehamilan, dan menemukan bercak darah berwarna kecokelatan, jangan khawatir dulu karena bisa jadi itu indikasi kehamilan!

Perdarahan implantasi merupakan jenis perdarahan yang terjadi pada awal kehamilan, dan tidak membahayakan. Beberapa dokter percaya bahwa perdarahan implantasi disebabkan embrio yang menempel ke dinding rahim. Kondisi perdarahan ini umumnya terjadi pada 6-12 hari setelah pembuahan dan sering disalahartikan sebagai menstruasi.

Seperti apa ciri-ciri darah pada perdarahan implantasi? Darah yang keluar mungkin akan berwarna terang (pink atau cokelat) dan mengalir pelan atau tidak bertambah deras. Teksturnya tidak bergumpal-gumpal. Ini sangat berbeda dengan darah menstruasi yang biasanya bergumpal dan bisa menyebabkan rasa sakit yang parah. Selain itu, perdarahan implantasi bisa menimbulkan kram di perut, perubahan mood, dan sakit kepala.

Jika Anda memang hamil, bisa juga perdarahan implantasi tersebut disertai dengan tanda awal kehamilan lainnya. Misalnya, menstruasi yang tak kunjung datang, rasa nyeri pada payudara, kelelahan, sakit pada bagian punggung, rasa mual, dan sakit pada perut bagian bawah.

Selain itu, berbeda dengan haid yang biasanya terjadi selama 3-7 hari, perdarahan implantasi hanya berlangsung selama beberapa jam hingga 3 hari.

Tidak semua ibu hamil akan mengalami pendarahan implantasi. Jadi jika Anda tidak mengalami perdarahan implantasi, tak perlu khawatir. Ketahui juga bahwa wanita hamil dapat mengalami perdarahan dengan alasan lain selain perdarahan implantasi. Bila terjadi perdarahan banyak dan tidak ada rasa kram, segera ke dokter. Perdarahan saat hamil dapat terjadi karena hubungan seksual, hamil ektopik, atau keguguran.

  • Hubungan seksual

Hubungan seksual dapat menyebabkan perdarahan saat kehamilan. Hal ini disebabkan oleh perubahan fisik dan hormonal.

  • Hamil ektopik

Hamil ektopik terjadi saat embrio menempel di luar uterus. Pada kasus ini akan terjadi perdarahan yang banyak dan kram. Kondisi ini berbahaya dan harus segera dibawa ke dokter untuk diperiksa.

  • Keguguran

Perdarahan karena keguguran terjadi pada 15% saat bulan-bulan awal kehamilan. Kebanyakan wanita akan mengalami perdarahan disertai kram. Hubungi dokter sesegera mungkin bila Anda sedang hamil dan mengalami gejala-gejala ini.

Bila Anda merasa mengalami perdarahan impantasi, Anda sebaiknya melakukan tes kehamilan 3 hari setelahnya. Hasilnya akan lebih akurat bila Anda menunggu hingga hari ke-5.

Cara terbaik untuk menentukan penyebab perdarahan yang Anda alami adalah dengan mengunjungi dokter. Nantinya dokter akan menyarankan tes darah hCG, di samping riwayat pemeriksaan fisik. Test pack memang memiliki tingkat keakuratan cukup tinggi yaitu sekitar 99% dalam mendeteksi kehamilan. Namun, alangkah lebih baik jika Anda mengunjungi dokter.

Perdarahan implantasi dapat menjadi tanda awal dari kehamilan dan tidak berbahaya. Tak sedikit wanita yang menyalahartikan perdarahan ini sebagai menstruasi. Jika Anda mengalami perdarahan yang banyak (melebihi saat menstruasi), segera konsultasikan dengan dokter, terutama bila disertai demam, menggigil, dan kram.

[RS/ RVS]

1 Komentar