Sukses

Diet dan Olahraga Bisa Atasi Kesulitan Belajar pada Anak?

Selain terapi keterampilan belajar, anak yang mengalami kesulitan belajar katanya bisa dibantu dengan diet dan olahraga. Cek faktanya di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Obesitas pada anak tak cuma bikin mereka terserang berbagai kondisi penyakit di kemudian hari. Lebih dari itu, berat badan berlebih ternyata berpengaruh pada kemampuan belajar mereka. Menurut dr. Atika dari KlikDokter, sudah ada penelitian yang melaporkan adanya hubungan antara obesitas dan kesulitan belajar pada anak yang ditunjukkan dengan rendahnya performa kognitif. Lalu benarkah pendapat yang mengatakan bahwa kombinasi diet dan olahraga bisa mengatasi kesulitan belajar pada anak?

Penelitian yang dilakukan pada 2013 itu menganalisis 12.000 anak yang kerap mengonsumsi makanan cepat saji dan memiliki berat badan berlebih. Hasilnya, anak-anak tersebut terbukti memiliki nilai matematika dan kemampuan berbahasa yang rendah ketimbang anak-anak berberat badan normal.

Manfaat olahraga untuk mengatasi kesulitan belajar

Anak obesitas yang mengalami kesulitan belajar akan berjuang keras untuk berkonsentrasi, berkomunikasi, berpikir, dan mengerjakan segala tugas yang diberikan di sekolahnya. Wacana bahwa olahraga bisa membantu kesulitan belajar tentu bukan tanpa sebab. Pasalnya, dilansir dari Very Well Family, olahraga dapat menjadi bagian penting dari latihan fokus.

Olahraga dapat merangsang tubuh menghasilkan endorfin yang akan merangsang otak untuk mengisi kembali reseptor di bagian otak tertentu. Mereka yang kesulitan belajar biasanya akan lebih mudah berkonsentrasi setelah rutin berolahraga, baik secara tim maupun individu. Lebih dari itu, mereka juga lebih mudah memutuskan dan mengingat sesuatu usai berolahraga secara teratur.

Manfaat diet untuk mengatasi kesulitan belajar

Sementara itu, sudah banyak penelitian yang menunjukkan bahwa nutrisi sangat memengaruhi kemampuan belajar seseorang. Oleh sebab itu, untuk mengatasi permasalahan sulit belajar, anak obesitas sebaiknya mendapatkan diet yang tepat, seperti mengurangi makanan olahan berlemak trans dan mengandung gula tinggi. Sebaliknya, tingkatkan makanan bergizi yang mengandung protein, karbohidrat kompleks, lemak sehat, serta vitamin dan mineral.

Perhatikan juga soal kalorinya. Kebutuhan kalori setiap anak berbeda. Oleh karena itu, sebagai orang tua, Anda mesti mengonsultasikan hal tersebut ke dokter dan ahli gizi terlebih dulu.

Selain itu, dr. Karin Wiradarma dari KlikDokter mengatakan, ada tiga nutrisi yang perlu dipenuhi untuk anak yang sedang bertumbuh kembang, yaitu kolin, asam lemak esensial, dan zat besi.

Kolin adalah salah satu kelompok dari vitamin B yang penting bagi fungsi otak. Kolin memainkan peran penting dalam pembentukan memori karena merupakan komponen esensial dalam pembentukan selubung sel. Adapun asam lemak esensial yang terdiri atas omega-6 dan omega-3 berguna untuk memelihara pertumbuhan sel saraf dan otak.

Adapun zat besi digunakan untuk meningkatkan fungsi kognitif, kemampuan berbahasa, sekaligus mengembangkan motorik anak. “Untuk mendapatkan kolin, Anda bisa mengonsumsi telur. Untuk mendapatkan asam lemak esensial, Anda bisa mengonsumsi  kacang-kacangan, biji-bijian, dan aneka ikan laut. Kalau untuk zat besi, Anda bisa mengonsumsi bayam, hati, dan daging sapi,” kata dr. Karin.

Dengan demikian, diet dan olahraga memang bisa mengatasi kesulitan belajar pada anak. Namun, keduanya tidak bisa berjalan sendirian tanpa adanya terapi keterampilan belajar dari ahlinya dan kesabaran serta kreativitas dari orang tua dalam mencari pengalaman belajar yang lebih menarik. Selain itu, ada baiknya Anda mengubah pola makan anak dengan perlahan, misalnya menambahkan lebih banyak sayuran ke hidangan mereka dan mengurangi frekuensi jajan fast food. Bila sudah terbiasa, barulah Anda bisa mengubah pola makan yang lebih signifikan. Untuk aktivitas fisik, terlibatlah langsung dengan berolahraga bersama anak agar dia bisa melihat contoh konkret dari Anda.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar