Sukses

Ekstrak Cacing Efektif Sembuhkan Tifus?

Sebagian masyarakat mengonsumsi ekstrak cacing untuk mempercepat proses penyembuhan tifus. Tapi, benarkah ekstrak cacing bisa menyembuhkan?

Klikdokter.com, Jakarta Terkena penyakit tifus – atau yang sering disebut sebagai tipes - sangat tidak enak. Selain karena kondisi tubuh tiba-tiba sangat drop, ada banyak sekali pantangan makanan yang mesti dipatuhi. Selain itu proses penyembuhannya pun terbilang lama. Bahkan, bila sudah sembuh, tifus bisa mudah kambuh akibat kelelahan dan pola makan yang buruk. Beragam cara pun dilakukan untuk mempercepat proses penyembuhan, termasuk mengonsumsi pil ekstrak cacing.

Konon katanya, pil ekstrak cacing tersebut bisa menyembuhkan pencernaan yang terinfeksi bakteri Salmonella typhi. Lalu, bagaimana fakta medisnya?

Menurut dr. Atika dari KlikDokter, penyakit yang berhubungan erat dengan kebersihan itu pada dasarnya tidak bisa disembuhkan selain dengan antibiotik. Antibiotik akan membunuh kumpulan bakteri Salmonella sehingga bakteri tersebut tidak bisa lagi melukai usus halus penderitanya.

Jika bakteri sudah mati, kondisi Anda pun akan membaik. Akan tetapi, karena usus Anda telanjur terluka oleh aktivitas bakteri Salmonella, cara terbaik untuk memulihkan kondisi adalah dengan beristirahat total dan menjaga pola makan.

Biasanya, dokter akan merekomendasikan Anda untuk menjauhi dulu makanan-makanan yang berbumbu kompleks dan merangsang, seperti makanan asam, pedas, bersantan, ber-MSG, dan berminyak. Makanan bertekstur keras juga sebaiknya dihindari agar sistem pencernaan tidak bekerja ekstra.

Ekstrak cacing ampuh untuk penderita tifus?

Lalu, bagaimana dengan ekstrak cacing? Pengobatan dengan ekstrak cacing sebenarnya telah lama digunakan dalam dunia pengobatan tradisional, baik di Indonesia maupun negara Asia lain,seperti Cina dan Korea. Cacing yang digunakan adalah cacing tanah Lumbricus sp.

Cacing jenis itu dipercaya bisa mengatasi demam. Namun sayangnya, sudah ada dua penelitian yang mengatakan sebaliknya.

Pertama, sebuah penelitian yang dilakukan oleh Septianda, dkk dari Departemen Mikrobiologi dan Farmakologi Universitas Airlangga. Menurut penelitian itu, hingga konsentrasi 3.200 mg/ml, cacing Lumbricus sp tidak menunjukkan adanya aktivitas antibakteri terhadap Salmonella typhi. Hal itu pun didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Purwitanto, dkk dalam Journal of Indonesian Medical Association tahun 2013. Berdasarkan penelitian itu, penambahan ekstrak cacing Lumbricus sp pada pasien yang diberikan antibiotik siprofloksasin tidak memberikan efek bermakna terhadap kesembuhan pasien.

Meski bereaksi positif terhadap segelintir pasien, ekstrak cacing hanya bersifat menurunkan demam pada tifus – yang juga disebut demam tifoid – bukan membunuh bakteri Salmonella. Jika pun demam turun, bakteri Salmonella masih ada di dalam usus Anda. Sewaktu-waktu demam tersebut dapat kembali lagi. Bahkan, gejalanya bisa semakin buruk karena bakteri tidak cepat dimatikan oleh antibiotik.

Lebih dari itu, menurut dr. Atika, mengonsumsi ekstrak cacing di saat usus sedang terluka akibat penyakit tifus justru bisa menimbulkan penyakit pencernaan lain, seperti mual, muntah, dan diare. Tentu saja penyakit tambahan itu bisa membuat kondisi pasien semakin buruk.

Menurut dr.Atika, semua itu kembali lagi kepada keputusan pasien. Yang terpenting, dokter sudah menegaskan bahwa penyakit tifus hanya bisa diobati dengan antibiotik.

Ada alasan tersendiri mengapa para dokter tidak pernah memasukkan ekstrak cacing sebagai obat tifus. Salah satunya, tidak diketahuinya bahan apa saja yang dicampurkan ke dalam ekstrak cacing tersebut sehingga efek sampingnya tidak dapat diketahui.

Jadi, ketimbang mengonsumsi obat-obatan yang belum pasti untuk pengobatan tifus – termasuk ekstrak cacing – lebih baik memilih pengobatan yang sudah teruji secara medis,kan? Jadi jika ingin cepat sembuh, sebaiknya konsumsi antibiotik dari dokter, makan makanan bergizi yang tidak menjadi pantangan tifus, perbanyak minum air putih, dan jangan lupa istirahat total untuk sementara waktu.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar