Sukses

Si Kecil Bau Badan, Apa Penyebabnya?

Saat anak Anda melintas atau berlari melewati Anda, bau tak sedap langsung menyeruak. Ternyata si Kecil bau badan. Apa ya, penyebabnya?

Klikdokter.com, Jakarta Banyak yang mengira bau badan hanya bisa dialami orang dewasa. Kenyataannya, kondisi ini juga bisa dialami oleh si Kecil. Sama halnya dengan orang dewasa, bau badan pada anak juga bisa membuatnya kurang percaya diri dan tidak nyaman, terutama saat berada di tengah orang banyak.

Bau badan erat kaitannya dengan produksi keringat dalam tubuh. Karena itu, Anda perlu memahami sedikit mengenai kelenjar keringat. Ada dua tipe kelenjar keringat, yaitu apokrin dan ekrin.

Kelenjar apokrin (appocrine) terutama terdapat di beberapa area tubuh seperti ketiak, kemaluan, dan lipatan payudara. Sementara itu, kelenjar ekrin (eccrine) tersebar hampir di seluruh tubuh.

Keringat yang dihasilkan dari kelenjar apokrin bersifat lebih kental dibandingkan yang dihasilkan oleh kelenjar ekrin. Selain itu, keringat yang berasal dari kelenjar apokrin juga mengandung sejumlah lemak dan senyawa kimia yaitu feromon. Feromon merupakan hormon yang menjadi bau khas seseorang.

Normalnya, baik kelenjar apokrin maupun ekrin menghasilkan keringat yang tidak berwarna dan tidak berbau. Namun, bila bakteri tumbuh dan berkembang biak di area yang berkeringat, barulah timbul bau badan atau bromhidrosis.

Anak sebetulnya lebih jarang mengalami bau badan

Bromhidrosis adalah aroma tubuh yang menyengat, biasanya berbau busuk. Kondisi ini lebih sering dialami oleh laki-laki, terutama di usia pubertas karena kelenjar keringat. Ini karena apokrin baru berkembang pada usia tersebut. Itulah sebabnya, anak jarang mengalami bau badan.

Kendati demikian, ada beberapa kondisi yang menyebabkan anak mengalami bau badan. Di antaranya adalah:

  1. Tubuh tidak bersih

Tubuh yang kotor serta berkeringat akan memicu pertumbuhan bakteri. Suasana yang lembap tersebut menjadi media yang ideal bagi bakteri untuk berkembang. Bakteri nantinya akan menghasilkan zat amonia serta asam lemak rantai pendek yang memiliki bau khas yang tajam, yang mana ini dapat berujung pada bau badan.

Selain bakteri, jamur juga dapat tumbuh subur pada kondisi lembap, terutama di daerah lipatan tubuh. Bila sudah menginfeksi, jamur akan menyebabkan bau serta rasa gatal.

  1. Konsumsi makanan tertentu

Beberapa jenis makanan diketahui dapat memicu timbulnya bau badan. Makanan seperti daging merah, olahan makanan yang mengandung bawang merah dan bawang putih, ikan, dan asparagus adalah beberapa di antaranya. Saat dimetabolisme dalam tubuh, makanan-makanan tersebut dapat mengeluarkan zat yang mencetuskan aroma tertentu dari tubuh.

  1. Pubertas dini

Bau badan tak sedap si Kecil juga bisa pertanda dari pubertas dini. Pubertas dini atau pubertas prekoks adalah pubertas yang terjadi lebih cepat dari seharusnya, yaitu kurang dari usia 8 tahun pada anak perempuan dan kurang dari 9 tahun pada anak laki-laki.

Ciri-ciri pubertas dini adalah munculnya tanda-tanda pubertas seperti tumbuhnya rambut ketiak dan rambut kemaluan, payudara membesar pada anak perempuan, pembesaran buah zakar (testis) pada anak laki-laki, termasuk munculnya bau badan.

  1. Penyakit metabolik

Selain kondisi-kondisi di atas, ada pula beberapa penyakit metabolik yang menimbulkan bau badan. Penyakit tersebut antara lain fenilketonuria, trimetilaminuria (bau seperti ikan atau fishy odor), sweaty feet syndrome, cat odor syndrome, dan sebagainya. Tentu untuk mendiagnosisnya perlu pemeriksaan khusus oleh dokter. Namun, perbedaan yang cukup signifikan adalah bau badan sebagai akibat dari penyakit metabolik biasanya sudah terjadi saat usia anak masih sangat kecil, bahkan sejak ia lahir.

Seorang anak sewajarnya tidak memiliki bau badan yang menyengat, apalagi jika bau itu sangat mengganggu. Karena itu, bila si Kecil mengalami bau badan, tidak perlu ragu berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui penyebabnya agar bisa segera ditangani dengan tepat.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar