Sukses

3 Cara Simpel untuk Menurunkan Panas Anak

Anak Anda mendadak lemas dan panas? Jangan panik! Lakukan cara-cara simpel ini untuk menurunkan panas anak sebagai pertolongan awal.

Klikdokter.com, Jakarta Salah satu hal yang bisa membuat orang tua merasa galau adalah ketika anak sedang sakit. Tapi, jangan buru-buru panik! Anda bisa melakukan cara-cara simpel untuk menurunkan panas anak di rumah.

Menurut dr. Resthie Rachmanta Putri dari Klikdokter, anak demam tidak selalu perlu dibawa ke dokter atau diberi obat penurun panas.

“Jika anak hanya demam ringan dan masih terlihat aktif dan mau minum air dengan cukup, penanganan demam cukup dilakukan di rumah. Salah satunya bisa dengan memberikan kenyamanan sesuai yang dibutuhkan oleh anak,” ujar dr Resthie.

Ditambahkan oleh dr. Resthie, lebih dari 70 persen kejadian demam pada anak disebabkan oleh infeksi virus yang kebanyakan akan sembuh sendirinya dalam 3-7 hari tanpa penanganan khusus.

“Selain itu, demam juga bukan merupakan hal yang buruk. Bahkan, demam justru berperan penting dalam mengatasi infeksi,” dr. Resthie menjelaskan.

Menurut paparan dr. Resthie, saat kuman masuk ke dalam tubuh, sistem pertahanan tubuh akan bereaksi melawan kuman. Salah satunya dengan memengaruhi pusat pengaturan suhu di otak agar suhu tubuh dinaikkan.

Dikutip dari Healthline, beberapa hal dapat Anda lakukan untuk menangani anak Anda yang sedang panas di rumah.

  1. Minum banyak cairan

Demam akibat virus membuat suhu tubuh anak jauh lebih hangat dari biasanya. Kondisi ini menyebabkan tubuh berkeringat, sebagai upaya untuk mendinginkan diri. Akibatnya, tubuh banyak kehilangan cairan sehingga anak rentan mengalami dehidrasi. Karena itu, berikan cairan dalam jumlah yang cukup kepada anak, untuk mengganti cairan yang hilang. Tidak hanya air, beberapa cairan yang dapat Anda berikan pada anak antara lain jus, air kaldu, dan sop.

  1. Banyak beristirahat

Saat demam, tubuh bekerja keras untuk melawan infeksi. Karena itu, anak harus beristirahat sebanyak mungkin. Meski sulit untuk memintanya tetap tidur, setidaknya anak tidak bermain yang terlalu melelahkan, seperti bermain bola atau meloncat-loncat. Lakukan aktivitas bermain yang santai, seperti membaca buku dan mewarnai.

  1. Cobalah pengobatan herbal

Selain itu Anda juga dapat mencoba pengobatan herbal untuk mengobati demam. Salah satu cara yang cukup dikenal adalah dengan daun kelor atau Moringa oleifera.

Menurut dr. Melyarna Putri daun kelor sudah lama digunakan dalam metode pengobatan tradisional. Hal ini karena daun kelor memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi.

Dilansir dari Pulse.ng, kelor juga baik untuk menurunkan demam serta infeksi lainnya, seperti bronkitis, serta infeksi mata dan telinga. Meski pengobatan herbal sering memakai “embel-embel” alami, namun Anda tetap perlu memperhatikan dosis dalam mengonsumsi obat-obatan herbal. Bahkan Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum memutuskan memberi anak Anda pengobatan herbal untuk menurunkan demamnya.

Meski menangani demam atau kondisi panas pada tubuh anak tergolong sederhana, namun tidak semua kondisi demam dapat ditangani sendiri di rumah dan tanpa obat. Menurut dr. Resthie, demam pada anak memerlukan penanganan khusus oleh dokter bila terdapat salah satu dari tanda-tanda berikut ini:

  • Demam terjadi pada bayi berusia kurang dari 3 bulan.
  • Demam sudah berlangsung selama lebih dari 3 hari.
  • Suhu tubuh di atas 39 derajat Celcius.
  • Anak terlihat lemah dan tak aktif untuk bermain.
  • Keluhan disertai bintik atau bercak merah di kulit.
  • Tidak buang air kecil selama 8 jam atau lebih.
  • Anak mengeluh nyeri atau menangis saat buang air kecil.

Di musim hujan seperti sekarang ini, anak bisa mengalami demam karena beragam faktor. Jika anak Anda mengalami panas dengan suhu tubuh tinggi, Anda bisa mencoba beberapa cara mudah di atas untuk menurunkan panas anak. Namun, kalau panas anak tidak kunjung reda dalam 3 hari, segera bawa anak ke dokter untuk penanganan dan observasi lebih lanjut. Baca artikel serupa di sini.

[RVS]

6 Komentar