Sukses

Kenali Gejala Tifus pada Anak dan Komplikasinya

Secara umum, gejala tifus pada anak dan orang dewasa sebenarnya sama. Hanya saja, yang perlu diperhatikan adalah komplikasinya.

Klikdokter.com, Jakarta Demam tifoid atau tifus adalah penyakit yang tak pandang bulu, siapa saja bisa terkena, termasuk anak-anak. Bersama demam berdarah, tifus – atau sering juga disebut tipes – menjadi salah satu penyakit yang banyak menyerang pada musim hujan. Untuk melakukan langkah-langkah pencegahan, Anda perlu mengenali tanda-tandanya, terutama gejala tifus pada anak-anak.

Penyakit yang disebabkan bakteri Salmonella typhii ini biasanya masuk ke dalam usus manusia melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi. Menurut dr. Andika Widyatama dari KlikDokter, kurangnya akses air bersih rentan meningkatkan risiko seseorang mengalami penyakit tifus. "Penyakit tifus memang sering dikaitkan dengan kondisi lingkungan dan sanitasi yang kurang memadai," ujar dr. Andika.

Anak-anak juga tidak terhindar dari penyakit ini. Secara umum, menurut dr. Theresia Rina Yunita dari KlikDokter, gejala penyakit tifus pada anak sama dengan orang dewasa. Hanya saja, pada anak-anak ada komplikasi yang perlu mendapat perhatian khusus.

Beberapa gejala tifus secara umum meliputi:

  • Demam (suhunya semakin meningkat setiap hari, bisa mencapai 39-40 derajat Celsius dan lebih tinggi pada sore menjelang malam hari).
  • Pusing
  • Nyeri sendi dan otot
  • Nyeri perut
  • Perut kembung
  • Mual dan muntah
  • Diare atau sulit buang air besar
  • Perasaan lemas dan lelah
  • Nafsu makan menurun
  • Batuk

Nah, kalau Anda atau anak Anda mengalami gejala-gejala di atas, maka perlu mendapatkan pemeriksaan yang menyeluruh. Sebab, tifus yang tidak tertangani atau tidak diobati dengan baik akan memicu komplikasi. Biasanya terjadi perdarahan dan robeknya saluran pencernaan.

Jika sudah terjadi perdarahan, penderita bisa mengalami muntah darah, tinja berwarna hitam, kulit pucat, lemas, hingga sesak napas. Sementara itu, robeknya saluran pencernaan dapat memicu nyeri perut yang hebat, mual, hingga muntah.

1 dari 2 halaman

Tifus pada anak-anak

Seperti disebutkan di atas, komplikasi lainnya perlu mendapat perhatian jika tifus itu terjadi pada anak-anak. "Bagi anak-anak, waspadai nafsu makan yang menurun atau tidak mau makan sama sekali,” kata dr. Theresia.

“Anak-anak pada dasarnya gampang mengalami dehidrasi. Nafsu makan mereka juga gampang menurun sehingga membuat kondisinya semakin parah. Jika sudah dalam kondisi demikian, anak perlu segera dibawa ke rumah sakit. Tanda-tanda lain yang juga perlu diperhatikan adalah adanya diare atau muntah," ujar dr. Theresia.

Salah satu hal lagi yang perlu mendapat perhatian khusus adalah demam pada anak. Menurut dr. Theresia, semakin tinggi demam akan membuat anak-anak rentan mengalami kejang. "Ini juga harus mendapat perhatian, cek selalu suhu tubuhnya jika anak diduga mengalami tifus," katanya.

Lakukan pencegahan tifus

Demi mencegah penyakit tifus, hal yang mesti dilakukan adalah menjaga kesehatan dan kebersihan. Para orang tua harus lebih disiplin dalam kedua hal tersebut jika ingin mencegah anak-anaknya terhindar dari penyakit tifus. Berikut beberapa hal yang perlu dicermati demi anak Anda terhindar dari tifus menurut dr. Karin Wiradarma dari KlikDokter.

  • Biasakan anak Anda untuk selalu mencuci tangan sebelum makan dan sesudah buang air.
  • Perhatikan jajanan sehari-hari anak Anda. Jangan biarkan mereka makan di sembarang tempat, apalagi yang kebersihannya kurang terjamin. Lebih baik jika Anda membawakan bekal untuknya, agar mereka tidak perlu jajan lagi.
  • Jika musim hujan sudah tiba, jangan biarkan anak Anda untuk bermain di genangan air, terutama berenang di air banjir.
  • Selalu bilas peralatan makan dengan air bersih dan hindari mencuci dengan air sungai.
  • Jika menggunakan air sumur sebagai air minum, pastikan supaya air tanah tersebut tidak terkontaminasi. Jika Anda tidak yakin dengan hal tersebut, akan lebih aman untuk menggunakan air minum kemasan.

Gejala tifus pada anak-anak memang sama dengan yang menyerang orang dewasa. Hanya saja, anak yang menderita tifus harus diperhatikan komplikasi lainnya. Jangan sampai komplikasi tersebut malah memperparah kondisi anak. Di sisi lain, selalu jaga kebersihan dan kesehatan anak untuk mencegah terjangkit tifus.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar