Sukses

5 Manfaat Kefir untuk Kesehatan

Kefir merupakan asupan yang luar biasa untuk pencernaan, sistem imun, dan kesehatan secara keseluruhan. Ini dia 5 manfaat kefir.

Klikdokter.com, Jakarta Anda pernah mencoba kefir, atau baru tertarik untuk mencobanya? Sekarang kefir sudah sangat mudah ditemukan di mana-mana, dan makin banyak orang yang mengenalnya. Produk fermentasi susu ini juga sering digunakan wanita sebagai masker wajah atau krim malam.

Kefir kerap kali disamakan dengan yoghurt, padahal keduanya berbeda. Dilansir Spoon University, perbedaan utama antara kefir dan yoghurt adalah jumlah probiotik dalam kefir tiga kali lipat lebih banyak daripada yoghurt. Susu yang digunakan untuk membuat kefir difermentasi dengan 10 hingga 20 jenis bakteri probiotik dan ragi yang berbeda.  

Probiotik adalah mikroorganisme hidup yang dapat memberikan manfaat kesehatan apabila dikonsumsi dalam jumlah cukup. Contoh mikroorganisme adalah bakteri dan jamur.

Pernyataan dari Spoon University diamini oleh dr. Adeline Jaclyn dari KlikDokter. “Kefir mengandung lebih banyak lemak dan protein dibandingkan dengan yoghurt. Kefir juga berperan lebih sebagai probiotik,” katanya.

Selain untuk kecantikan kulit, kefir memiliki kebaikan lain yang luar biasa bagi kesehatan. Dilansir Healthline, berikut lima manfaat yang dapat Anda peroleh dari mengonsumsi kefir:

  1. Sumber nutrisi yang luar biasa

Kefir merupakan asupan yang bernutrisi tinggi. Satu porsi kefir mengandung protein, kalsium, fosfor, vitamin B12, riboflavin, magnesium, dan vitamin D. Selain itu, kefir memiliki sekitar 100 kalori, 7-8 gram karbohidrat, dan 3-6 gram lemak, tergantung pada jenis susu yang digunakan.

Kefir juga mengandung beragam senyawa bioaktif, termasuk asam organik dan peptida yang berkontribusi terhadap kesehatan tubuh.

  1. Memiliki sifat antibakteri

Probiotik tertentu dalam kefir diyakini dapat melindungi tubuh Anda dari infeksi. Sebuah studi menunjukkan bahwa probiotik Lactobacillus kefiri dalam kefir dapat menghambat pertumbuhan berbagai bakteri berbahaya, termasuk Salmonella, Helicobacter pylori, dan E. coli. Kefiran, sejenis karbohidrat yang ada dalam kefir, diteliti juga memiliki sifat antibakteri.

  1. Meningkatkan kesehatan tulang

Osteoporosis merupakan kondisi yang merusak jaringan tulang dan sangat umum terjadi di kalangan wanita paruh baya. Mengonsumsi kalsium dalam jumlah memadai adalah salah satu cara yang paling efektif untuk meningkatkan kesehatan tulang dan memperlambat perkembangan osteoporosis.

Kefir yang kaya lemak mengandung vitamin K2 yang memainkan peran penting dalam metabolisme kalsium. Asupan vitamin K2 telah terbukti mengurangi risiko patah tulang sebanyak 81 persen. Baru-baru ini, penelitian pada hewan juga menunjukkan adanya hubungan antara konsumsi kefir dan peningkatan penyerapan kalsium pada sel-sel tulang.

  1. Melindungi dari kanker

Kanker terjadi karena pertumbuhan sel-sel abnormal yang tidak terkendali, seperti pada tumor. Probiotik dalam produk fermentasi susu seperti kefir diyakini dapat menurunkan pertumbuhan tumor dengan merangsang sistem kekebalan tubuh. Dari sini, peneliti menyimpulkan bahwa kefir mungkin dapat melindungi Anda dari penyakit kanker.

Studi lain menunjukkan bahwa ekstrak kefir dapat mengurangi jumlah sel kanker payudara manusia sebesar 56 persen dibandingkan dengan ekstrak yoghurt. Namun, penelitian pada manusia tetap diperlukan untuk menguatkan bukti tersebut.

  1. Mengatasi alergi dan asma

Terjadinya reaksi alergi disebabkan oleh respons peradangan terhadap makanan atau zat tertentu. Orang dengan sistem kekebalan yang sensitif lebih rentan mengalami alergi. Salah satu gejala yang bisa muncul karena alergi adalah asma.

Dalam studi yang dilakukan pada hewan, kefir ternyata dapat menekan respons peradangan terkait alergi dan asma. Penelitian pada manusia diperlukan untuk mengeksplorasi efek tersebut lebih jauh.

Secara umum, kefir aman digunakan bagi orang dengan sistem kekebalan tubuh yang baik. “Tapi kefir juga bisa menimbulkan efek samping, seperti perut kembung, mual, kram perut, dan konstipasi. Efek samping ini biasanya terjadi saat awal penggunaan produk kefir, yang umumnya akan hilang sendiri,” kata dr. Adeline. Karena itu, pastikanlah kefir yang akan Anda beli sudah teruji klinis dan lulus BPOM.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar