Sukses

Mitos dan Fakta tentang Kanker yang Perlu Anda Tahu

Saat ini ada banyak hoaks tentang kesehatan termasuk soal kanker. Ketahui mitos dan fakta tentang kanker di sini, agar Anda lebih waspada.

Klikdokter.com, Jakarta Kemajuan teknologi memudahkan masyarakat untuk mengakses informasi kesehatan di mana saja dan kapan saja. Namun sayangnya tidak semua informasi kesehatan yang tersebar memiliki sumber yang valid dan diakui secara medis. Hal ini juga berlaku bagi penyakit kanker. Banyak informasi mengenai kanker yang dipercaya oleh masyarakat padahal belum terbukti kebenarannya.

Agar Anda tidak terjebak pada hoaks yang menyebarkan informasi simpang siur soal kanker, Anda perlu mengetahui mitos dan fakta soal kanker berikut ini:

  • Mitos: Menggunakan deodoran setiap hari dapat menyebabkan kanker payudara.

Faktanya, deodoran dan antiperspirant aman untuk digunakan setiap hari dan tidak menyebabkan kanker payudara. Mitos yang berkembang di masyarakat adalah alumunium dan paraben yang terkandung di dalam produk kulit (termasuk deodoran), dapat menyerap ke dalam kulit dan menyebabkan kanker patudara.

Padahal menurut studi yang dipublikasikan di the Journal of the National Cancer Institute, penggunaan antiperspirant, deodoran atau mencukur rambut ketiak tidak terbukti meningkatkan risiko kanker payudara.

  • Mitos: Penggunaan bra terus menerus bisa menekan sistem limfatik payudara, membuat racun mengumpul dan menyebabkan kanker payudara.

Fakta yang sebenarnya, hingga kini tidak ada bukti ilmiah yang menyebutkan adanya hubungan penggunaan bra, tipe bra yang digunakan (berkawat atau tidak), lama penggunaan dengan peningkatan risiko kanker payudara.

Bahkan studi yang dilansir di jurnal Cancer Epidemiology, Biomarkers & Prevention pada tahun 2014 menyebutkan bahwa tidak ada hubungan atau peningkatan risiko kanker payudara dengan penggunaan bra (temasuk bagi wanita setelah menopause).

  • Mitos: Penggunaan ponsel genggam berlebihan dapat menyebabkan tumor otak

Faktanya, ponsel genggam Anda tidak akan menyebabkan Anda menderita tumor atau kanker otak. Ponsel genggam menggunakan gelombang radiofrequency (RF) untuk mengirim dan menerima signal dari menara selular. Gelombang RF tersebut tidak menyebabkan tumor atau kanker otak. Bahkan The American Food and Drug Administration (FDA) telah melansir pernyataan bahwa paparan gelombang dari ponsel genggam tidak menyebabkan atau meningkatkan risiko tumor atau kanker otak.

  • Mitos: Memanaskan makanan di microwave dapat menyebabkan kanker

Faktanya, seluruh wadah makanan yang bertuliskan ‘microwave-safe’ aman digunakan untuk microwave Anda dan tidak menyebabkan kanker. Namun penggunaan wadah tertentu (terutama plastik) yang tidak dilabel ‘microwave-safe’ memang sebaiknya tidak digunakan di microwave karena partikel kimia wadah dapat meleleh dan mengontaminasi makanan anda.

  • Mitos: Produk herbal tertentu bisa menyembuhkan kanker

Fakta yang perlu Anda tahu, di masyarakat banyak sekali produk herbal yang mengklaim bisa menyembuhkan kanker. Padahal menurut National Cancer Institute di Amerika Serikat, hingga kini belum ada produk herbal yang terbukti efektif menyembuhkan kanker. Bahkan produk herbal tertentu bisa berbahaya dan menyebabkan efek samping jika dikonsumsi saat kemoterapi atau terapi radiasi.

Memang betul bahwa beberapa vitamin atau suplemen herbal dapat menghilangkan (sementara) efek samping dari terapi kanker misalnya mual atau muntah, namun bukan untuk menyembuhkan kanker itu sendiri. Jadi ada baiknya sebelum mengonsumsi produk atau suplemen (termasuk herbal) tertentu, pasien kanker berkonsultasi langsung dengan dokter yang menangani penyakitnya.

Tidak semua informasi kesehatan yang beredar di masyarakat – termasuk soal kanker – terjamin dan valid kebenarannya. Banyak mitos yang beredar tentang kanker. Tentu saja kerancuan mitos atau fakta itu harus diluruskan. Untuk itu sebaiknya jangan percaya begitu saja ketika menerima informasi kesehatan terlebih jika Anda tidak mendapatkan sumber tersebut dari ahlinya. Jika ada informasi kesehatan yang sekiranya meragukan, Anda bisa bertanya langsung pada dokter mengenai kebenarannya.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar