Sukses

3 Kanker yang Rentan Dialami Anak

Jenis kanker yang sering menyerang anak-anak berbeda dengan orang dewasa. Ini tiga kanker yang rentan dialami anak

Klikdokter.com, Jakarta Setiap tahunnya lebih dari 175.000 anak di dunia terdiagnosis kanker, demikian menurut laporan childcancer.org. Risiko seorang anak untuk terkena kanker sebetulnya cukup rendah. Kanker termasuk penyakit yang jarang terjadi pada anak-anak. Meski begitu, kanker tetap menjadi penyebab kematian terbesar pada anak rentang usia 5-14 tahun.

Berikut adalah tiga jenis kanker yang sering menyerang anak-anak:

1. Leukemia

Leukemia, atau kanker darah, adalah kanker yang menyerang sel-sel darah putih dalam tubuh. Menurut dr. Alvin Nursalim, SpPD, dari KlikDokter, tanda dan gejala leukemia pada anak yang perlu diwaspadai adalah:

  • Mudah lelah
  • Pucat
  • Anak mudah rewel
  • Nafsu makan menurun
  • Demam tanpa sebab yang jelas
  • Sering terkena infeksi
  • Mudah mengalami pendarahan (misalnya mimisan) atau memar
  • Nyeri pada tulang
  • Pembesaran kelenjar getah bening, hati, dan limpa

“Gejala leukemia pada anak tidak bisa dipukul rata. Bisa jadi berbeda antara satu anak dengan anak lainnya, atau gejala tidak timbul berbarengan,” kata dr. Alvin.

Penyebab utama leukemia sejauh ini masih faktor genetik atau keturunan. Akan tetapi, sebenarnya ada penyebab lain, yakni infeksi virus dan lingkungan. “Untuk lingkungan, faktor seperti pengaruh paparan radiasi, zat kimia, dan polusi udara sangat perlu diperhatikan,” ujar dr. Alvin.

1 dari 3 halaman

Selanjutnya

2. Limfoma

Kanker limfoma biasa disebut dengan kanker kelenjar getah bening. Sebenarnya, semua manusia memiliki kelenjar getah bening. Fungsi kelenjar ini adalah untuk menjaga tubuh agar tak mudah terserang infeksi dari luar. Dalam kondisi normal, meskipun kelenjar getah bening jumlahnya sangat banyak, tak satu pun bisa diraba atau dilihat dari luar.

"Pada anak yang terkena limfoma, terdapat sel kelenjar getah bening yang berkembang secara berlebihan dan merusak jaringan di sekitarnya. Akibatnya, kinerja kelenjar getah bening yang seharusnya menjaga daya tahan tubuh jadi menurun," ujar dr. Resthie Rachmanta Putri, M.Epid, dari KlikDokter.

Tanda dan gejala limfoma pada anak-anak meliputi mudah tertular penyakit, mengalami penurunan berat badan, kehilangan nafsu makan, dan cenderung lemas atau bahkan tidak aktif bergerak seperti anak seusianya. Gejala lainnya adalah terjadi pembesaran kelenjar getah bening.

Di antara kanker lainnya, limfoma cukup sulit disembuhkan, terutama pada anak-anak. “Tantangannya adalah sulit untuk menentukan diagnosis limfoma pada anak. Karena anak-anak belum terlalu bisa mengutarakan keluhan yang mereka alami. Hal ini membuat limfoma pada anak sering terlambat diketahui, sehingga memengaruhi peluang untuk sembuh,” jelas dr. Resthie.

Sejauh ini, penyebab tunggal limfoma pada anak belum diketahui. Akan tetapi,  ada beberapa kondisi yang menyebabkan anak lebih rentan mengalami limfoma, yaitu anak yang mengalami gangguan imunitas berat (misalnya terinfeksi HIV-AIDS), anak yang mendapatkan obat untuk melemahkan daya tahan tubuh, serta anak yang pernah menjalani radiasi, kemoterapi, atau transplantasi organ.

2 dari 3 halaman

Selanjutnya

3. Neuroblastoma

Neuroblastoma adalah tumor ganas pada sistem saraf. Jenis kanker ini paling sering terjadi pada bayi dan anak kecil dan jarang terjadi pada anak-anak di atas 10 tahun.

Tanda dan gejala neuroblastoma tergantung dari bagian tubuh yang terserang. Sebagian besar neuroblastoma terjadi pada rongga perut. Karena itu, salah satu gejala yang sering dikeluhkan adalah adanya benjolan di dalam perut. Selain itu, benjolan ini juga dapat menyebabkan berbagai keluhan, salah satunya sesak napas.

Penyebabnya neuroblastoma masih belum diketahui, tetapi menurut dr. Alvin, terdapat beberapa faktor yang berperan dalam terjadinya kanker ini. Salah satunya adalah genetik

“Sekitar 1-2 persen anak dengan neuroblastoma memiliki riwayat keluarga dengan penyakit yang sama. Pada anak dengan riwayat keluarga neuroblastoma, penyakit ini dapat mengenai dua atau lebih organ,” katanya.

Itu adalah tiga jenis kanker yang sering menyerang anak-anak. Bagi orang tua, ancaman kanker anak bisa lebih menantang karena anak-anak biasanya tidak bisa mengutarakan yang mereka rasakan, sehingga saat diketahui, stadium kankernya sudah tinggi. Akan tetapi, jika anak telah menunjukkan berbagai gejala yang disebutkan di atas, jangan berpikir dua kali untuk membawanya ke dokter.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar