Sukses

Tips Jaga Kesehatan Gigi Usai Konsumsi Makanan Manis Saat Imlek

Jangan abaikan kesehatan gigi terlebih usai konsumsi makanan manis saat Imlek. Ini dia tipsnya!

Klikdokter.com, Jakarta Tahun Baru Imlek merupakan perayaan terpenting masyarakat Tionghoa. Selain kumpul keluarga, ziarah, atau tradisi unik lainnya banyak dilakukan. Makanan dan minuman khas Imlek pun tentunya bertebaran di meja makan, termasuk aneka kue manis seperti kue keranjang, manisan segi delapan, kue mangkuk, kue bulan, lapis legit, dan masih banyak lagi. Jika tak hati-hati, kesehatan gigi jadi taruhannya.

Makanan lengket dan manis, kombinasi buruk untuk gigi

Dari sekian banyak kue manis khas Imlek, satu yang paling sering ditemui adalah kue keranjang atau disebut juga dengan nian gao. Makanan ini dianggap sebagai lambang keberuntungan dan kemakmuran.

Kue ini terbuat dari tepung ketan dan gula merah yang menjadikan kue  keranjang ini bertekstur kenyal dan lengket. Karena sifatnya yang lengket, kue keranjang cenderung mudah terperangkap di sela-sela gigi dan permukaan gigi.

Selain itu, kue keranjang cenderung bisa bertahan lama di dalam mulut. Artinya, butuh waktu yang relatif lebih lama untuk air liur memecahnya. Jika ini dibiarkan, bisa-bisa setelah puas makan si manis ini Anda mengalami kerusakan gigi.

Jaga kesehatan gigi usai menyantap hidangan manis Imlek

Jangan khawatir, ini biasa diatasi dengan beberapa langkah di bawah ini.

  • Pastikan untuk berkumur dengan air setelah mengonsumsi makanan-makanan manis dan perbanyak minum air putih setelahnya.
  • Gunakan benang gigi atau dental floss untuk membersihkan sisa-sisa makanan yang tertinggal di sela-sela gigi.
  • Jangan langsung menggosok gigi setelah makan. Tunggulah minimal 30 menit hingga satu jam. Ini karena, setelah mengonsumsi makanan yang manis, gigi akan berubah menjadi asam. Bila gigi langsung disikat, lapisan enamel akan mudah terkikis.
  • Gunakan pasta gigi yang mengandung fluorida untuk mencegah agar gigi tak berlubang.
1 dari 2 halaman

Beberapa alternatif makanan manis yang lebih baik

Jika ada jenis camilan manis lainnya yang disajikan, seperti kue atau cokelat, pilihlah dark chocolate yang kandungan gulanya lebih sedikit dibandingkan dengan milk chocolate atau white chocolate.

Bahkan, beberapa penelitian mengatakan bahwa dark chocolate dapat mencegah kerusakan gigi dibanding jenis cokelat lainnya. Selain itu, hindari mengemut permen dalam waktu lama karena gigi dapat terpapar gula dalam durasi yang lama pula.

Waspada juga makanan yang renyah

Jika camilan seperti keripik, kacang-kacangan, atau kue kering yang keras yang disajikan, gigit dan kunyahlah secara perlahan dan hati-hati. Pasalnya, menggigit makanan yang keras bisa melemahkan lapisan enamel pada gigi dan menyebabkan rasa sakit. Bahkan, tambalan gigi saja bisa retak atau copot, terutama bagi Anda yang baru saja selesai melakukan perawatan gigi.

Selain itu, waspadai minuman bersoda karena kandungan gulanya yang tinggi—yang bisa menjadi awal dari karies gigi. Selain itu, kadar asamnya yang tinggi juga bisa merusak permukaan gigi bila dikonsumsi terlalu sering dan banyak.

Konsumsi makanan dan minuman manis sebetulnya tidak dilarang, apalagi dikonsumsinya saat perayaan sebagai tradisi. Namun, cobalah untuk mempertimbangkan jenis makanan serta jumlahnya. Waspadalah dengan ancaman gigi berlubang jika Anda terlalu banyak mengonsumsi makanan yang manis dan asam, apalagi tidak dibarengi dengan pembersihan gigi yang memadai.

Setelah mengonsumsi makanan manis khas Imlek seperti kue keranjang atau aneka manisan, jaga kesehatan dan kesehatan gigi dengan membersihkannya dengan benar. Ini penting agar makanan atau minuman yang menempel pada gigi bisa dihilangkan. Anda pun bisa terhindar dari ancaman kerusakan gigi. Ingat, jangan mengonsumsinya secara berlebihan, ya! Selamat merayakan Imlek!

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar