Sukses

5 Manfaat Rebung untuk Kesehatan

Sering makan rebung dalam olahan lumpia basah, tapi belum tahu manfaatnya? Kini saatnya Anda kenali manfaat rebung untuk kesehatan.

Klikdokter.com, Jakarta Bagi penggemar lumpia atau sayur lodeh, mungkin tak asing lagi dengan salah satu bahan makanan yang khas Asia ini, yaitu rebung. Bagi Anda yang masih asing, rebung adalah bambu muda atau tunas bambu yang bisa dimakan. Biasanya, orang Indonesia menjadikannya olahan sayur dan bila dikunyah, ada sedikit sensasi rasa renyah.

Dilansir dari Livestrong.com, meski tak memiliki nutrisi yang berlimpah, rebung tidak mengandung lemak jahat dan hanya mengandung sedikit kalori. Jadi, bagi Anda yang sedang ingin mengontrol berat badan, mengonsumsi rebung bisa menjadi solusi. Akan tetapi, tentu saja manfaat rebung bukan hanya itu. Masih ada beberapa manfaat lainnya yang patut untuk Anda ketahui, seperti berikut ini.

  • Dapat melancarkan buang air besar

Rebung merupakan sumber serat yang baik. Bila Anda mengonsumsi  3,5 ons rebung yang sudah dimasak matang, Anda sudah memenuhi 4 persen kebutuhan serat harian yang dianjurkan.

Dikutip dari salah satu artikel KlikDokter, serat dalam rebung berfungsi untuk menambah berat tinja sekaligus melembutkannya. Bila Anda sedang konstipasi, mengonsumsi rebung bisa membantu tinja melewati usus besar dengan lebih mudah. Dengan begitu, Anda tak perlu mengejan berlebihan atau menunggu lama saat hendak buang air besar.

  • Menurunkan kadar kolesterol jahat

Serat dalam rebung tak cuma baik untuk pencernaan, tapi bermanfaat untuk mengurangi kolesterol jahat dalam darah. Menurut dr. Andika Widyatama dari KlikDokter, kolesterol jahat atau LDL dapat menimbulkan masalah kesehatan, seperti sumbatan di peredaran darah yang biasanya bisa meningkatkan risiko penyakit jantung koroner dan penyakit lain yang berkaitan dengan pembuluh darah. “Salah satu faktor yang dapat memengaruhi kadar kolesterol tubuh adalah asupan makanan. Kebiasaan terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh dapat meningkatkan kadar LDL,” ujar dr. Andika.

Nah, rebung tidak mengandung lemak jahat sedikit pun dan kaya akan serat serta kalium, sehingga Anda bisa memelihara kolesterol di angka yang aman. Jadi, rebung termasuk sumber makanan yang baik bagi penderita kolesterol tinggi.

  • Menurunkan risiko penyakit jantung dan kanker

Sebuah penelitian dari Washington State University, senyawa asam fenolik dalam rebung dapat memberikan perlindungan antioksidan terhadap penyakit jantung dan kanker. Fitokimia lain dalam rebung, yaitu lignan, bersifat antijamur dan antivirus sehingga membuat Anda tak mudah terserang penyakit. Lebih dari itu, rebung mengandung fitosterol dan fitonutrien yang dapat menjaga fungsi jantung dan menurunkan risiko penyakit jantung.

  • Membantu menurunkan berat badan

Bila Anda mengonsumsi 3,5 ons atau ¾ cangkir rebung yang sudah dimasak, kalori yang dihasilkan hanya 12-19 kalori. Selain itu, dikutip dari Livestrong.com, rebung tidak mengandung lemak jahat dan natrium sehingga tak perlu takut dengan penumpukan lemak.

Rebung kalengan mengandung 3 gram karbohidrat, sedangkan rebung segar mengandung 2 gram karbohidrat. Kendati demikian, keduanya menawarkan sekitar 1,6 gram protein.

Namun, bila Anda mengolah rebung dengan santan, minyak, ataupun campuran lainnya yang berpotensi merusak khasiat dari rebung, tentu manfaat ini tak akan bisa dirasakan sepenuhnya.

  • Menjaga kesehatan kulit

Bosan dengan sayur atau buah-buahan yang itu-itu saja untuk merawat kesehatan kulit? Kini saatnya Anda beralih ke rebung. Pasalnya, rebung mengandung vitamin E dan C yang bisa mencegah kerusakan kulit akibat radikal bebas.

Itulah beberapa manfaat dari mengonsumsi rebung. Manfaat di atas bisa Anda dapatkan bila Anda mengonsumsi rebung dengan cara direbus atau ditumis secara sederhana. Ingat, bila Anda mengolahnya dengan bumbu yang terlalu kompleks atau bahan berlemak lain, tentu rebung tidak akan bisa memberikan khasiatnya secara maksimal. Jadi, perhatikan juga cara pengolahannya, ya, jika Anda ingin menyajikannya besok saat perayaan Imlek.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar