Sukses

Anak Pintar Berkat Minyak Ikan, Mitos atau Fakta?

Selain menyehatkan jantung, minyak ikan juga disebut dapat membuat otak anak semakin pintar. Apa benar demikian?

Klikdokter.com, Jakarta Ingatkah Anda ketika dicekoki minyak ikan oleh orang tua sewaktu kecil dulu? Hal tersebut dilakukan oleh ayah atau ibu Anda, karena minyak ikan dinilai dapat memberikan beragam manfaat sehat, salah satunya membuat otak anak semakin pintar.

Minyak ikan diketahui kaya akan asam lemak esensial omega-3. Asupan ini mendapat julukan asam lemak esensial karena tubuh manusia tidak dapat membentuknya sendiri, melainkan harus mendapatkannya melalui makanan ataupun suplemen.

Faktanya, omega-3 termasuk ke dalam golongan lemak tidak jenuh yang baik untuk tubuh. Omega-3 terdiri dari beberapa jenis, yakni EPA dan DHA. Dua jenis omega-3 tersebut adalah komponen penting pembentuk membran sel dan memiliki kapasitas antiinflamasi. Selain itu, EPA dan DHA juga diketahui baik untuk kesehatan pembuluh darah dan jantung.

Bermanfaat untuk otak?

Dua tahun pertama kehidupan adalah periode emas untuk tumbuh kembang otak anak. Banyak penelitian yang menemukan bahwa omega-3 EPA dan DHA memiliki peran penting dalam proses tersebut. Hal itu karena omega-3 EPA dan DHA dapat membantu proses pembentukan myelin, yaitu selubung saraf yang membantu transmisi listrik oleh saraf menjadi lebih cepat, efektif, dan efisien.

Studi menemukan bahwa DHA dan EPA juga penting untuk maturasi sel-sel saraf otak. Tak cuma itu, komponen tersebut juga dapat bermanfaat untuk melindungi jaringan saraf dari stres oksidatif.

Sebuah studi pada manusia menemukan bahwa kadar EPA dan DHA yang cukup membantu anak memiliki IQ yang normal, dan meningkatkan kemampuan belajar visuospasial serta memori. Bahkan, ada beberapa penelitian juga yang menemukan bahwa anak dari ibu hamil yang mengonsumsi suplemen omega-3 dapat memiliki skor IQ yang lebih tinggi.

Di sisi lain, studi pada hewan menunjukkan bahwa rendahnya kadar DHA dapat berakibat pada perubahan perilaku serta gangguan belajar dan memori. Senada dengan itu, studi lain menemukan bahwa anak yang memiliki kadar omega-3 rendah dilaporkan lebih berisiko memiliki kelainan perilaku dan perkembangan seperti ADHD (hiperaktif) dan disleksia (kesulitan membaca).

Menuai kontroversi

Meski banyak penelitian yang menunjukkan hasil positif dari konsumsi omega-3, baik selama ibu mengandung maupun setelah anak lahir, sebuah studi besar yang belum lama ini dipublikasikan pada tahun 2017 justru mengungkapkan fakta sebaliknya. Studi ini mengungkapkan bahwa suplementasi minyak ikan selama kehamilan dan saat bayi lahir ternyata tidak terbukti dapat membuat bayi lebih pintar.

Ada pula suatu penelitian eksperimental yang melibatkan 2500 ibu hamil. Setelah bayinya lahir dan menginjak usia 18 bulan, ditemukan bahwa perkembangan dan IQ bayi yang mendapatkan suplementasi minyak ikan selama di kandungan tidak lebih superior daripada bayi yang tidak mendapatkan minyak ikan. Setelah diikuti hingga anak berusia 7 tahun pun, tim peneliti tidak menemukan perbedaan yang signifikan.

Kesimpulannya, minyak ikan dan kandungan omega-3 di dalamnya memang penting untuk tumbuh kembang otak anak. Akan tetapi, asupan sehat ini belum benar-benar terbukti dapat membuat anak menjadi lebih pintar dari teman-teman sebayanya. Sebab, masih banyak faktor lain yang memengaruhi kepintaran seorang anak selain daripada konsumsi minyak ikan.

(NB/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar