Sukses

Angka Kematian Pria akibat Kanker Kulit Meningkat

Sebuah penelitian mengungkap bahwa angka kematian pria akibat kanker kulit meningkat. Ketahui berbagai fakta di baliknya.

Klikdokter.com, Jakarta Berdasarkan hasil penelitian, terungkap bahwa angka kematian kaum pria akibat kanker kulit meningkat, lebih tinggi ketimbang wanita di sejumlah negara. Kira-kira, apa, ya, yang mendasari fenomena ini?

Kanker merupakan salah satu jenis penyakit yang dapat terjadi di berbagai bagian tubuh, tak terkecuali kulit. Sinar ultraviolet terutama B dan C adalah penyebab utama kanker kulit. Salah satu jenis kanker kulit yang dapat terjadi adalah melanoma. Tandanya adalah adanya bintik atau bercak pada kulit yang bisa muncul di bagian tubuh mana pun. Bentuknya tidak biasa dan memiliki lebih dari satu warna. Terkadang, lesi yang timbul pada melanoma juga dapat terasa gatal atau berdarah.

Lonjakan angka kematian pria akibat kanker kulit

Berdasarkan temuan dari satu penelitian analisis global, kematian yang terjadi terjadi pada pria akibat kanker kulit yang tergolong agresif ini jauh lebih tinggi ketimbang wanita. Temuan ini berlandaskan dari data yang dikumpulkan selama tiga dekade terakhir di 33 negara maju di Eropa, Amerika Utara, dan Australasia, karena negara-negara tersebut memiliki data yang dapat diolah lebih lanjut. Hasil penelitian ini lalu dipresentasikan pada NCRI Cancer Conference di Glasgow, Skotlandia, tahun lalu.

Tim peneliti menganalisis data dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) yang berkaitan dengan angka kematian akibat melanoma dari tahun 1985-2015. Mereka menemukan adanya peningkatan angka kematian akibat melanoma pada pria di 32 dari 33 negara yang tercakup dalam analisis tesebut.

Berbeda dengan angka kematian pada pria akibat melanoma yang ditemukan semakin meningkat, angka kematian akibat penyakit kulit tersebut pada wanita ditemukan cenderung stabil atau semakin menurun.

Dengan dilakukannya penelitian ini, para peneliti bertujuan untuk melakukan analisis terkini terkait dengan angka kematian akibat melanoma di berbagai belahan dunia. Mereka ingin memahami pola kematian yang terjadi, serta kontribusi dari implementasi strategi diagnostik, penanganan, dan pencegahan yang semakin maju.

1 dari 2 halaman

Pria lebih malas melindungi diri dari sinar matahari

Ada hal menarik yang dikemukakan oleh Dr. Dorothy Yang, seorang dokter dari Royal Free London NHS Foundation Trust, Inggris, sekaligus pemimpin penelitian tersebut. Ia mengatakan bahwa terdapat bukti ilmiah bahwa pria memiliki kemungkinan yang lebih rendah untuk melindungi dirinya dari paparan sinar matahari. Tak hanya itu itu, pria pun juga lebih rendah tingkat partisipasinya dalam kampanye untuk meningkatkan pengetahuan dan menerapkan strategi pencegahan terhadap melanoma.

Selain itu, Dr. Yang juga menambahkan bahwa perbedaan biologis yang terdapat antara pria dan wanita sedang diinvestigasi lebih lanjut. Ini penting untuk mengetahui adanya faktor intrinsik yang dapat berkontribusi terhadap perbedaan angka kematian akibat melanoma pada pria dan wanita.

Menurut data yang ada saat ini, melanoma memiliki angka kematian yang tertinggi bila dibandingkan dengan kanker kulit jenis lainnya. Spesifiknya adalah 1,7 persen dari semua diagnosis kanker di seluruh dunia.

Melanoma merupakan kanker kulit yang sebetulnya jarang terjadi, tapi tergolong paling ganas dan mematikan.  Berdasarkan data dari RS Kanker Dharmais, yang sudah terkonfirmasi ada 119 kasus (sejak 2005). Namun, karena edukasi dan pengetahuan masyarakat yang kurang, kebanyakan kasus terdiagnosis pada stadium lanjut, saat sudah menyebar ke organ lain.

Tinggal di negara tropis dengan sinar matahari sepanjang tahun membuat Anda harus waspada akan kanker kulit. Dalam rangka memperingati Hari Kanker Sedunia, terlebih adanya temuan bahwa angka kematian pria meningkat akibat kanker kulit, pria harus ekstra waspada. Rutin aplikasikan tabir surya sebelum beraktivitas di luar ruangan. Apabila ada bercak dan tahi lalat yang baru timbul, atau terdapat perubahan pada tahi lalat yang sudah lama ada, lebih baik segera menemui dokter spesialis kulit agar bisa diperiksa lebih lanjut.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar