Sukses

Sering Minum Obat Bisa Merusak Ginjal?

Banyak orang beralih ke pengobatan herbal karena takut obat dari dokter akan merusak ginjal. Perlukah sekhawatir itu?

Klikdokter.com, Jakarta Berbagai pengobatan herbal sedang marak ditawarkan ke masyarakat. Tak sedikit yang menganggap kalau obat-obatan berbasis bahan alami itu lebih aman. Ada juga yang mengatakan bahwa obat-obatan dari dokter merupakan racun dan bisa merusak organ tubuh, terutama ginjal.

Sebenarnya, tidak semua obat yang Anda minum menyebabkan kerusakan ginjal karena dipengaruhi oleh beberapa faktor. Justru ada beberapa obat yang perlu dikonsumsi rutin agar tidak terjadi komplikasi ke ginjal. Seseorang dengan diabetes mellitus, misalnya, rentan mengalami komplikasi gagal ginjal kronis bila tidak menjaga kadar gula darahnya. Hipertensi juga dapat memicu gagal ginjal jika dibiarkan tak terkontrol.

Lalu, apa yang menyebabkan suatu obat dapat merusak ginjal?

  • Sering mengonsumsi obat tanpa rekomendasi dokter

Terkadang, kemudahan dalam membeli obat-obatan di pasaran disalahgunakan oleh beberapa orang. Tak jarang orang membeli obat-obatan sendiri tanpa rekomendasi atau pengawasan dokter. Obat-obatan yang sering menyebabkan kerusakan ginjal adalah penggunaan obat NSAIDs (non-steroidal antiinflamation drugs/ obat antinyeri) yang tidak bijaksana.

Penggunaan obat NSAIDs yang tak sesuai dengan indikasinya dapat menyebabkan terjadinya peradangan pada ginjal. Apabila berlanjut, kondisi tersebut dapat memicu jaringan parut yang dapat mengganggu fungsi ginjal.

  • Menggunakan antibiotik sembarangan

Antibiotik merupakan suatu agen antimikroba yang bermanfaat untuk membunuh bakteri. Ini berarti, penyakit yang telah terbukti disebabkan oleh bakteri saja lah yang dapat ditangani dengan antibiotik. Jika Anda mengonsumsi antibiotik untuk penyakit yang disebabkan oleh virus, Anda bisa mengalami resistansi antibiotik.

Selain resistansi antibiotik, penggunaan antibiotik yang terlampau bebas dan sembarangan juga dapat menyebabkan gangguan ginjal. Khususnya jika Anda mengonsumsi antibiotik golongan aminogikosida, beta-laktam, dan kuinolon tanpa pengawasan dokter. Mengingat tidak semua penyakit disebabkan oleh bakteri dan membutuhkan antibiotik, maka bijaksanalah dalam membeli obat di apotek.

  • Mengonsumsi obat herbal dalam jangka waktu lama

Pengobatan herbal rupanya paling banyak menyebabkan masalah pada ginjal. Tidak semua obat-obatan yang berlabel herbal terbuat dari tumbuh- tumbuhan yang aman dikonsumsi.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi obat herbal dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan perubahan struktur ginjal yang berujung pada kerusakan ginjal.

Untuk menghindari kerusakan pada ginjal, Anda dapat memulainya dengan berhati-hati dalam mengonsumsi obat. Bila Anda memiliki tekanan darah tinggi yang mengharuskan Anda minum obat antihipertensi seumur hidup, jangan takut untuk mengonsumsinya. Obat antihipertensi akan membantu mengatur tekanan darah dalam tubuh sehingga setiap organ -- terutama ginjal -- mendapatkan nutrisi dan oksigen yang cukup.

Sama halnya dengan Anda yang memiliki diabetes mellitus. Mengatur kadar gula darah adalah kunci mencegah terjadinya komplikasi gagal ginjal. Minum obat pengontrol gula darah secara rutin membantu Anda menyelamatkan kedua ginjal Anda.

Penggunaan obat-obatan dalam jangka lama tidak akan merusak ginjal, jika penggunaannya sesuai dengan indikasi dan kondisi pasien. Ubah pola pemikiran bahwa pengobatan herbal bisa menggantikan pengobatan utama penyakit kronis. Jangan ragu untuk memeriksakan diri ke dokter terdekat apabila Anda sedang sakit. Selain bisa mendapatkan terapi yang sesuai dengan keluhan, penggunaan obat-obatan yang berlebihan pun dapat dihindari.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar