Sukses

Sorotan Minggu Ini: Demam Berdarah, Kanker, dan Serangan Jantung

Mendekati puncak musim hujan, demam berdarah kian mewabah. Di sisi lain, kanker dan serangan jantung kembali menelan korban.

Klikdokter.com, Jakarta Hingga akhir Januari 2019, kasus demam berdarah di seluruh Indonesia terus bertambah. Ada indikasi jumlah penderita demam berdarah tahun ini meningkat jika dibandingkan tahun 2018 lalu. Pemerintah dan masyarakat perlu bersinergi jika tidak ingin epidemi ini semakin meluas.

Di sisi lain, mendekati Hari Kanker Sedunia yang jatuh pada 4 Februari besok, kasus-kasus kanker bermunculan. Sama halnya dengan serangan jantung. Mengkhawatirkan, karena kedua penyakit ini kian mengincar kelompok usia muda.

Demam berdarah, kanker, dan serangan jantung di usia muda menjadi sorotan menarik KlikDokter minggu ini. Perkaya wawasan Anda dengan menyimak kembali ketiga topik yang menjadi pembahasan sepanjang minggu ini.

1 dari 4 halaman

1. Bersinergi Hadapi Wabah Demam Berdarah

Puncak musim hujan belum lagi tiba, namun penderita demam di seluruh Indonesia hingga akhir Januari 2019 –tepatnya per 29 Januari 2019 lalu– sudah mencapai 13.683 orang. Data yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan juga menyebutkan bahwa hingga akhir Januari, korban meninggal akibat penyakit yang disebarkan oleh nyamuk Aedes aegypti ini mencapai angka 132 jiwa.

Dikutip dari beragam sumber, Direktur Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonosis Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi –Rabu (30/1) lalu– mengungkapkan, jumlah kasus demam berdarah terbanyak terdapat di Jawa Timur, sebanyak 2.657 kasus. Provinsi kedua adalah Jawa Barat dengan total 2.008 penderita. Sedangkan posisi ketiga ditempati NTT dengan 1.169 penderita. Data pada Januari 2019 ini ternyata lebih tinggi jika dibandingkan tahun 2018 dengan 6.167 kasus dan korban meninggal mencapai 43 jiwa.

Angka ini tentu bukan prestasi yang patut disyukuri. Justru, ini peringatan agar wabah demam berdarah bisa segera ditangani sehingga tidak makin menyebar.

Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam sebuah kesempatan jumpa media di Kantor Wakil Presiden, Selasa (29/1) lalu, menyerukan mengenai hal itu. Tentu saja bukan semata-mata karena cucu kesayangannya –dan adik Wapres– juga menjadi korban dari penyakit ini. Tapi Wapres menyadari betul bahwa demam berdarah sudah menjadi pekerjaan rumah bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Diperlukan sinergi yang kuat antara Pemerintah dan masyarakat untuk bisa mengatasi wabah demam berdarah ini. Salah satunya, bisa Anda lakukan dengan mulai membaca rangkaian artikel tentang demam berdarah di sini.

2 dari 4 halaman

2. Kanker, ‘Hantu’ dalam Beragam Rupa

Beberapa hari menjelang Hari Kanker Sedunia yang jatuh pada 4 Februari, masyarakat dunia dikejutkan oleh meninggalnya penyanyi legendaris James Ingram. Pencipta lagu yang juga produser itu mengembuskan napas terakhir –Selasa 29 Januari– setelah  selama beberapa waktu terakhir mengidap kanker otak.

Beberapa hari sebelumnya, tepatnya pada 24 Januari, atlet renang peraih medali emas Olimpiade asal Amerika Serikat Nathan Adrian mengumumkan  lewat situs resminya, bahwa ia terdeteksi mengidap kanker testis. Beruntung Nathan cepat mendapatkan penanganan. Kembali lewat situs resmi dan akun twitter-nya, Nathan mengatakan bahwa tidak lama lagi ia akan kembali berlatih untuk menyambut Olimpiade 2020.

James Ingram dan Nathan Adrian hanya segelintir dari sekian banyak orang yang terdeteksi mengidap kanker. Penyakit yang masih belum diketahui penyebab pastinya ini memang patut diwaspadai.

Sejumlah faktor risiko yang menyertainya –seperti usia, riwayat keluarga serta gaya hidup– kerap diabaikan. Akibatnya penderita yang memeriksakan diri saat kanker sudah mencapai stadium lanjut, kerap tidak bisa tertolong.

Kesadaran untuk lebih mewaspadai dan mencegah penyakit kanker perlu terus dipupuk. Anda bisa melakukan apa yang disarankan dr. Dyah Novita Anggraini dari KlikDokter dengan menerapkan perilaku CERDIK: cek kesehatan berkala, enyahkan asap rokok, rajin aktivitas fisik, diet sehat, istirahat cukup dan kelola stres.

Membaca kumpulan artikel tentang kanker di sini, juga bisa menjadi salah satu cara yang jitu.

3 dari 4 halaman

3. Serangan Jantung di Usia Muda

Anda yang masih muda, jangan lagi berpikir bahwa penyakit jantung hanya menyerang mereka yang sudah lanjut usia, atau orang-orang yang mengalami obesitas. Orang muda, produktif dan terlihat bugar juga perlu mewaspadai penyakit yang satu ini.

Satu kasus kesehatan yang dialami oleh Erik Dwi  Ermawansyah membuktikan hal tersebut. Mantan striker PSIS Semarang yang baru berusia 22 tahun itu, pada Jumat 25 Januari lalu, meninggal akibat serangan jantung.

Erik bukan satu-satunya orang muda yang mengalami serangan jantung di usia muda. Pemain sepak bola Davide Astori, kapten sekaligus kiper kesebelasan klub Fiorentina, meninggal diduga akibat serangan jantung, pada 4 Maret 2018. Astori berusia 31 tahun kala itu. Selain keduanya, ada pula sederet kasus atlet muda yang meninggal akibat penyakit jantung, baik yang terjadi di luar lapangan maupun saat berlatih.

Menurut penjelasan yang diberikan dr. Rio Aditya kepada KlikDokter, stres yang dihasilkan saat berolahraga, dehidrasi, peningkatan suhu tubuh, dan perubahan elektrolit serta pH tubuh dapat mencetuskan aritmia jantung (kelainan irama jantung) yang fatal. Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian semua individu terutama jika di dalam keluarga pernah ada yang meninggal mendadak di usia muda atau pernah mengalami nyeri dada, pingsan atau kejang saat beraktivitas fisik.

Mengenali seluk beluk tentang serangan jantung, bisa Anda mulai di sini agar Anda bisa melakukan tindakan pencegahan sejak dini.

Demam berdarah, kanker dan serangan jantung menjadi tema menarik yang tidak pernah habis dibahas. Wabah demam berdarah yang sedang merebak di musim hujan ini, perlu diatasi dengan lebih serius untuk mencegah bertambahnya korban.

Partisipasi aktif warga masyarakat tentu sangat dibutuhkan seiring dengan ketersediaan obat dan fasilitas pengobatan yang diakomodasi oleh pemerintah. Tentu saja upaya pencegahan juga berlaku untuk menghadang penyakit-penyakit seperti demam berdarah, kanker, dan serangan jantung.

[RH]

1 Komentar