Sukses

Donor Darah Saat Menstruasi, Bolehkah?

Saat haid, wanita cenderung mengeluarkan cukup banyak darah. Lalu, apakah boleh wanita melakukan donor darah dalam kondisi menstruasi?

Donor darah dapat memberikan manfaat, baik bagi pendonor maupun penerima. Setelah merasakan manfaatnya, Anda mungkin akan rutin melakukan kegiatan ini. Namun, bagaimana jika saat Anda menstruasi?

Banyak yang percaya bahwa donor darah saat haid tidak dianjurkan. Sebab, saat menstruasi, sebagian besar wanita akan mengeluarkan darah sebanyak 16 sendok teh atau sekitar 80 ml dalam sekali siklus menstruasi (3-7 hari).

Dengan kondisi tersebut, apakah boleh jika wanita yang sedang menstruasi ingin mendonorkan darahnya?

Syarat untuk Donor Darah

Pada umumnya, semua orang dewasa dapat melakukan donor darah, asalkan memenuhi sejumlah syarat melakukan donor darah berikut:

  • Dalam kondisi sehat dan bugar
  • Memiliki berat badan antara 50-160 kg
  • Berusia 17-66 tahun (atau hingga 70 tahun, jika telah mendonorkan darah sebelumnya)
  • Berusia di atas 70 tahun dan telah mendonorkan darah dalam dua tahun terakhir

Artikel Lainnya: 7 Hal yang Harus Dipahami Sebelum Donor Darah

1 dari 3 halaman

Bolehkah Donor Darah Saat Menstruasi?

Sebelum memutuskan untuk mendonorkan darah, para wanita yang sedang menstruasi harus memperhatikan beberapa hal terkait donor darah terlebih dahulu.

Hal utama yang perlu diketahui adalah satu kali donor darah akan mengambil 470 ml dari tubuh Anda. Jumlah tersebut setara dengan 8 persen dari total volume darah orang dewasa.

Selanjutnya, tubuh akan menggantikan volume darah yang hilang ini dalam waktu 24-48 jam, dan memulihkan sel darah merah kembali dalam waktu 10-12 minggu.

Lalu, bagaimana dengan donor darah saat wanita haid? Anda sebaiknya mengetahui terlebih dahulu bahwa saat menstruasi, rata-rata darah yang dikeluarkan wanita adalah sebanyak 6-8 sendok teh atau sekitar 30-40 ml saja.

Sementara itu, pada perdarahan menstruasi yang berat, wanita haid dapat mengeluarkan darah sebanyak lebih dari 80 ml dalam satu fase menstruasi, dan berlangsung lebih dari 7 hari.

Faktanya, donor darah saat haid diperbolehkan selama wanita memenuhi syarat donor darah berikut ini:

  • Kadar hemoglobin (Hb) Anda dianggap cukup, yakni minimal 12.5 g/dl
  • Tidak mengalami perdarahan berlebih dan berkepanjangan
  • Tidak merasa nyeri haid berlebihan 

Jika Anda tidak memenuhi syarat di atas, sebaiknya tunda rencana donor darah Anda. Sebab, jika Anda memaksakan diri, tentu akan ada dampak yang bisa muncul pada tubuh seperti:

  • Lemas
  • Pusing
  • Pingsan
  • Sesak napas

Selain itu, memaksa mendonor saat menstruasi juga bisa mendatangkan keluhan lainnya yang berkaitan dengan penurunan kadar Hb. 

Artikel Lainnya: Cara Mengatasi Darah Menstruasi yang Terlalu Banyak

2 dari 3 halaman

Perhatikan Juga Kondisi Ini

Selain menstruasi, ada beberapa kondisi yang menyebabkan Anda harus menunda niat untuk mendonorkan darah, yaitu:

  1. Kurang Sehat

Dalam kondisi kurang sehat seperti mengalami batuk pilek atau radang tenggorokan, Anda tidak dianjurkan untuk melakukan donor.

  1. Sedang Mengonsumsi Antibiotik dan Mengalami Infeksi

Jika mengalami dua kondisi ini, sebaiknya tunda selama 14 hari setelah sembuh dari infeksi atau dari tablet antibiotik terakhir Anda.

  1. Sehabis Berkunjung ke Dokter Gigi

Pada umumnya, 24 jam setelah tindakan yang didapat dari dokter gigi relatif aman untuk mendonorkan darah. Namun, pada sebagian prosedur, hal ini harus dikaji kembali.

Artikel Lainnya: Nutrisi Terbaik Usai Donor Darah

  1. Baru Melakukan Perjalanan

Anda juga harus menunda donor darah apabila melakukan perjalanan ke luar negeri atau sempat menetap. Terutama beberapa negara yang dianggap memiliki risiko penyakit menular dan dapat membahayakan keamanan produk darah.

Setelah melakukan perjalanan dengan durasi lebih dari 20 jam, donor darah sebaiknya ditunda selama 28 hari.

Sementara itu, setelah menetap pada salah satu negara tersebut selama lebih dari tiga bulan dalam waktu enam bulan terakhir, donor darah perlu ditunda selama tiga bulan.

  1. Telah Berhubungan Sesama Jenis

Sebelumnya, ada aturan bahwa seseorang yang telah berhubungan sesama jenis perlu menunda donor darah selama dua belas bulan. Namun, peraturan tersebut telah direvisi menjadi tiga bulan oleh The Advisory Committee on the Safety of Blood, Tissues and Organs (SaBTO) pada 28 November 2017.

Selain itu, terdapat penyakit dan kondisi lainnya yang bisa membuat Anda menunda donor, misalnya mengidap kanker jenis tertentu, telah menerima transfusi darah, atau menerima transplantasi organ.

Kondisi-kondisi tersebut akan dikaji lebih lanjut oleh para petugas medis, guna menentukan apakah boleh atau tidak untuk mendonor.

Jika ingin donor darah saat menstruasi, pastikan Anda sedang tidak dalam kondisi nyeri, mengalami perdarahan berlebih, serta lolos dari pemeriksaan kadar Hb. Anda pun bisa memilih melakukannya pada hari ketiga atau saat darah menstruasi sudah tidak keluar banyak.

Dengan mengetahui kondisi tubuh Anda, dapat dipastikan bahwa donor darah saat haid akan tetap aman dan nyaman. Pastikan juga Anda sedang dalam kondisi sehat, atau tidak mengalami beberapa kondisi yang telah disebutkan di atas. Semoga bermanfaat!

[WA]

0 Komentar

Belum ada komentar