Sukses

Kenali 8 Penyebab Vagina Kering

Pernah mengalami vagina terasa kering? Ini merupakan masalah yang umum bagi sebagian wanita. Kenali penyebab vagina kering dan cara mengatasinya!

Vagina kering adalah salah satu masalah yang sering kali dikeluhkan oleh sebagian wanita. Kondisi ini kerap tidak disadari sampai saat mereka hendak berhubungan seksual dan merasa ketidaknyamanan. Apa, sih, penyebab vagina kering? Bagaimana pula cara mengatasinya?

Sebelum membahas lebih jauh, Anda harus tahu kalau normalnya, dinding vagina selalu terlumasi dengan lapisan tipis cairan jernih.

Hal ini dipengaruhi oleh hormon estrogen yang membantu menjaga cairan tersebut sehingga lapisan vagina Anda tetap sehat, tebal, dan elastis.

Sekresi vagina tersebut juga akan mengurangi gesekan saat berhubungan seksual. Namun, saat vagina menjadi kering, ketidaknyamanan yang ekstrem—baik pada vagina maupun area pinggul—dapat terjadi.

Beberapa keluhannya dapat meliputi:

  • Rasa gatal.
  • Sensasi terbakar.
  • Kehilangan minat berhubungan seksual.
  • Nyeri saat berhubungan seksual.
  • Perdarahan ringan setelah seks.
  • Infeksi saluran kencing yang tidak sembuh atau kambuhan.

Artikel Lainnya: Mau Pakai Masker Vagina? Ketahui Hal Ini untuk Cegah Infeksi

1 dari 3 halaman

Apa Saja Penyebab Vagina Kering?

Perubahan hormon adalah penyebab vagina kering yang paling sering. Akan tetapi, terdapat berbagai penyebab lainnya, yaitu berikut ini.

1. Sudah Memasuki Masa Menopause

Vagina kering merupakan keluhan umum dari menopause. Hampir satu dari setiap tiga wanita mengalami kondisi ini saat melewati masa perubahan, bahkan menjadi lebih sering setelahnya.

Masa ini juga membuat vagina lebih tipis dan kurang elastis yang disebut dengan atrofi vagina. Semua ini disebabkan oleh penurunan kadar hormon estrogen yang drastis.

2. Habis Melahirkan dan Sedang Menyusui

Penyebab vagina kering lainnya adalah melahirkan dan menyusui. Secara alami, vagina akan mengalami perubahan setelah melahirkan, termasuk vagina yang mengering.

Setelah melahirkan, kadar estrogen di dalam tubuh menurun, apalagi bila Anda juga menyusui.

Kendati demikian, saat masa menyusui selesai dan periode menstruasi datang lagi, kadar estrogen akan kembali meningkat dan produksi pelumas vagina akan kembali normal.

3. Pengobatan Tertentu

Bila Anda sedang mengonsumsi obat-obatan yang mengandung antihistamin, seperti obat alergi atau flu, efek samping dari obat tersebut adalah menurunnya efek produksi lendir di vagina sebagai pelumas. Hal ini dapat menjadi penyebab vagina kering.

Beberapa antidepresi juga dapat menyebabkan efek samping terhadap seks berupa vagina kering, penurunan libido, serta kesulitan mencapai orgasme. Hal ini juga berlaku pada terapi radiasi maupun kemoterapi kanker.

Penghentian terapi atau pengobatan tersebut akan secara otomatis mengembalikan produksi pelumas pada vagina Anda ke normal.

Vagina kering juga dapat dialami oleh wanita yang melakukan pembedahan pembuangan sel telur.

Artikel Lainnya: Sering Pakai Pembersih Vagina, Adakah Efeknya pada Janin?

4. Rendahnya Gairah Seks

Meski sudah melakukan foreplay, vagina bisa saja masih dalam keadaan kering.

Nah, dalam beberapa kasus, penyebab vagina kering memang dapat dipicu oleh rendahnya libido atau masalah seksual dengan pasangan jelas.

Jadi, percuma saja foreplay dilakukan bila Anda memiliki masalah libido. Vagina pun menjadi tidak bisa merespons untuk memproduksi pelumas.

5. Gangguan Mood

Menurunnya mood dalam bercinta mungkin pernah Anda alami. Kondisi tersebut, termasuk saat stres dan merasa tertekan, vagina akan terasa kering.

Tak cuma kering, libido pun tidak akan naik karena faktor psikologis sangat memengaruhi hal tersebut.

Jika ingin vagina kembali ke normal, kondisikan pikiran Anda dengan cara relaksasi, liburan, meditasi, ataupun menjalani hobi untuk menghalau perasaan depresi maupun cemas Anda.

Di lain sisi, kontribusi dari pasangan sebenarnya juga berperan penting. Pasangan yang sabar, mengerti kondisi, dan bahkan bisa mencairkan suasana biasanya lebih bisa meningkatkan efek produksi pelumas vagina saat berhubungan seksual.

6. Iritasi

Beberapa wanita alergi terhadap bahan kimia seperti sabun, produk kebersihan, pewarna, dan parfum.

Maka, coba ingat-ingat lagi, apakah baru-baru ini Anda membeli sabun pembersih vagina ataupun sabun mandi merek baru?

Jangan-jangan, penyebab vagina kering yang dialami karena organ intim Anda alergi terhadap produk tersebut. Selain itu, perhatikan juga benda-benda (sex toys) yang ditempatkan di dalam vagina.

Terkadang, bukannya bikin libido naik, benda tersebut justru bisa membuat iritasi dan menurunkan produksi pelumas pada vagina.

7. Gangguan Autoimun

Penyakit autoimun tertentu dapat menyebabkan keluhan vagina kering seperti Sjogren’s syndrome. Gangguan autoimun ini menyerang sel-sel tubuh yang memproduksi faktor kelembapan, termasuk vagina.

8. Merokok

Wanita yang merokok mengalami menopause lebih dini dibanding mereka yang tidak merokok. Oleh sebab itu, vagina kering juga mungkin terjadi lebih awal pada kelompok perokok ini.

Artikel Lainnya: Menjaga Kesehatan Vagina dengan Konsumsi 7 Makanan Ini

2 dari 3 halaman

Bagaimana Cara Mengatasinya?

Vagina kering tampak seperti masalah kecil, tapi dapat berdampak besar pada kehidupan seks Anda. Bila dibiarkan tanpa terapi, vagina kering dapat menyebabkan luka atau keretakan pada jaringan vagina.

Terdapat beberapa terapi dan cara mengatasi vagina kering, antara lain:

1. Estrogen Topikal

Terapi yang paling sering untuk vagina kering karena kadar estrogen yang rendah adalah terapi estrogen topikal.

Pengobatan ini menggantikan beberapa hormon tubuh yang sudah tidak diproduksi lagi. Terdapat tiga jenis estrogen vagina yaitu:

  • Cincin

Anda atau dokter memasukkan cincin yang lembut dan fleksibel ke vagina. Benda ini akan melepaskan aliran estrogen yang stabil langsung ke jaringan. Cincin ini akan diganti setiap 3 bulan.

  • Tablet

Letakkan tablet ke dalam vagina menggunakan aplikator sekali pakai sebanyak sekali sehari selama dua minggu pertama terapi.

Selanjutnya dua kali seminggu sampai tidak dibutuhkan lagi. Anda dapat melakukannya secara mandiri.

  • Krim

Masukkan krim menggunakan aplikator ke dalam vagina secara mandiri. Biasanya, pengolesan setiap hari selama 1-2 minggu, kemudian dikurangi menjadi 1-3 kali seminggu sesuai arahan dokter.

Hati-hati, penggunaan produk estrogen ini dapat menimbulkan efek samping berupa perdarahan vagina dan nyeri payudara. Karena itu, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum memakainya.

Kondisi yang tidak direkomendasikan menggunakan estrogen topikal antara lain kanker payudara, riwayat kanker endometrium, perdarahan vagina yang tidak diketahui sebabnya, dan hamil atau menyusui.

Artikel Lainnya: Kenali Penyebab Nyeri pada Vagina

2. Lubrikan atau Pelumas

Salah satu cara mengobati vagina kering adalah menggunakan lubrikan atau pelumas yang telah banyak dijual di pasaran untuk mengurangi rasa ketidaknyamanan.

Namun, produk ini juga dapat mengubah pH vagina serta mengurangi risiko infeksi saluran kemih.

Pilih produk yang secara spesifik diperuntukkan bagi vagina. Pelumas tersebut harus berbahan dasar air dan tidak mengandung pewangi, ekstrak herbal, maupun pewarna buatan yang dapat menyebabkan iritasi.

Pelumas seperti petroleum jelly dan minyak mineral dapat menyebabkan kerusakan kondom lateks dan diafragma. Karena itu, sebaiknya hindari penggunaannya.

3. Obat Minum

Obat ini dikonsumsi sekali sehari yang membuat jaringan vagina lebih tebal dan kurang rapuh. Rasa nyeri bagi wanita saat berhubungan seksual pun dapat berkurang.

Namun, berhati-hatilah, obat ini dapat menebalkan lapisan rahim, serta meningkatkan risiko stroke dan penggumpalan darah. Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsinya.

4. Waktu

Luangkan waktu sebelum berhubungan seksual untuk memastikan bahwa Anda benar-benar santai dan terangsang.

Anda juga dapat mengaplikasikan lubrikan atau pelumas untuk membantu lebih menikmati saat seks.

Artikel Lainnya: Waspada, Dehidrasi Bisa Ganggu Kehidupan Seksual Anda

5. Hindari Produk Tertentu

Cara mengatasi vagina kering lainnya adalah dengan menghindari penggunaan douche, mandi busa, sabun wangi, dan losion di sekitar area vagina yang sensitif.

Produk-produk ini dapat memperparah kekeringan vagina. Hindari juga ekstrak herbal lainnya karena dapat mengubah pH vagina dan justru memperburuk keadaan.

Vagina kering rentan menyebabkan stres, karena hubungan seksual pun menjadi tidak nyaman untuk dilakukan. Agar terhindar dari hal tersebut, hindari berbagai penyebab vagina kering dan lakukan cara-cara di atas untuk mengatasinya.

Ada baiknya konsultasikan kondisi Anda kepada dokter untuk mengetahui kemungkinan penyebab dan mencari solusi terbaik. Unduh aplikasi KlikDokter untuk informasi seputar kesehatan lainnya.

(HNS/AYU)

1 Komentar