Sukses

4 Tanda Bayi Anda Mengalami Lonjakan Pertumbuhan Cepat

Bayi bisa mengalami lonjakan pertumbuhan yang cepat alias growth spurt. Kenali tanda-tandanya.

Klikdokter.com, Jakarta Setiap orang tua ingin bayi mereka tumbuh dengan baik sesuai fase perkembangannya. Jika suatu hari bayi ingin selalu menyusu, ingin menempel terus, atau terlihat tak pernah kenyang, Anda tak perlu khawatir. Bisa jadi bayi Anda sedang mengalami lonjakan pertumbuhan cepat alias growth spurt.

Growth spurt adalah percepatan pertumbuhan yang merupakan suatu fase dimana pertumbuhan bayi akan mengalami percepatan sehingga membutuhkan asupan nutrisi yang lebih banyak dari biasanya.

Secara normal, bayi akan tumbuh jauh lebih cepat di tahun pertama kehidupan mereka. Anak usia sekolah biasanya tumbuh sekitar 5 cm setiap tahun. Saat pubertas, angka itu melonjak hingga 10 cm. Dalam 12 bulan pertama, rata-rata bayi tumbuh 25 cm.

Dikatakan oleh dr. Kartika Mayasari kepada KlikDokter, growth spurt merupakan hal normal dalam hal tumbuh kembang bayi. Meski tak perlu dikhawatirkan, mengenali dan mengetahui pertumbuhan bayi sangat penting untuk memantau masalah atau gangguan yang mungkin timbul.

Dilansir dari Parents, berikut ini adalah tanda-tanda bayi sedang mengalami lonjakan pertumbuhan cepat.

  1. Bayi selalu lapar

Jika Anda mendapati bayi ingin terus-terusan menyusu atau selalu menyusu dalam jeda waktu yang tidak lama, ini bisa menjadi tanda ia sedang mengalami growth spurt. Pada bayi yang minum susu formula, ia mungkin terlihat tak puas setelah menghabiskan susu sebotol.

"Semuanya meningkat pada tahun pertama kehidupan. Metabolismenya cepat, frekuensi membutuhkan makanan juga menjadi cepat," kata Dr. Joshua May, seorang ahli endokrin pediatrik di Los Angeles Medical Center, Amerika Serikat (AS).

  1. Pola tidur bayi bergeser

Clare Bush, M.D., asisten profesor pediatri di Columbia University Medical Center, AS, mengatakan bahwa beberapa orang tua melaporkan bahwa bayi mereka tidur lebih banyak selama masa pertumbuhan, sementara yang lain melaporkan bayi mereka kurang tidur.

Satu hal yang pasti, tidur memainkan peran penting dalam produksi hormon pertumbuhan primer, yang dinamai hormon pertumbuhan.

Jadi, biarkan bayi Anda tidur, tidak masalah jika ia jadi lebih sering tidur. Satu hal yang perlu Anda lakukan adalah memastikan bahwa bayi tidur dengan nyenyak.

  1. Bayi lebih rewel daripada biasanya

Bayi rewel bisa menandakan dua hal. Pertama, bayi Anda merasa sangat lapar atau lelah. Namun di sisi lain, itu menjadi pertanda ia sedang mengalami percepatan pertumbuhan. Tak jarang, jika ini terjadi, bayi mengalami rasa sakit.

"Saya pikir masuk akal jika ada pertumbuhan besar yang terjadi, tendon dan otot yang meregang bisa berkaitan dengan rasa sakit,” kata Dr. May singkat.

  1. Bayi menguasai trik-trik baru

Trik-trik baru yang dimaksud adalah ketika bayi Anda sudah bisa melakukan hal yang sebelumnya tidak bisa ia lakukan, misalnya sudah bisa bertepuk tangan atau memegang sesuatu dengan satu tangan. Ini berhubungan juga dengan pertumbuhan otak bayi.

Menurut Dr. May, otak bayi secara fisik membesar bersamaan dengan seluruh tubuhnya ketika dia belajar melakukan banyak hal. Ini menyebabkan tengkoraknya tumbuh dan berpadu secara bergantian. Itulah mengapa fontanel bayi (bagian lunak di antara pelat tengkorak kepala di bagian atas dan belakang kepala bayi) ditutup atau hampir tertutup pada usia satu tahun.

Penting untuk diingat bahwa lonjakan pertumbuhan cepat, seperti pertumbuhan gigi (teething), kadang bikin ibu bingung. Misalnya, bayi yang mengantuk atau rewel bisa menandakan penyakit, atau rasa lapar terus-menerus bisa mengindikasikan pasokan susu yang kurang. Intinya Anda sebagai orang tua harus cermat dengan apa yang dialami dan dirasakan bayi.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar