Sukses

Awas, Sering Jajan Sembarangan Bisa Picu Tifus!

Jika Anda hobi jajan, mulai kini berhati-hatilah. Jajan sembarangan bisa memicu munculnya tifus. Tak percaya? Ini dia penjelasannya.

Klikdokter.com, Jakarta Sebagian besar orang Indonesia sangat menyukai jajan, mulai dari jajanan yang dijual di pinggir jalan sampai jelajah kuliner di kawasan elite demi mencari lokasi yang instragramable. Bagi Anda yang memang hobi jajan, Anda pasti sadar betul bahwa  sebenarnya tidak ada yang bisa menjamin kebersihan makanan yang dijajakan sembarangan. Namun, tahukah Anda bahwa penyakit tifus – atau biasa disebut tipes – bisa menjangkiti Anda dari hobi jajan sembarangan tersebut?

Jajanan tidak higienis

Makanan yang dijajakan di pinggir jalan mudah sekali terpapar debu dan kotoran. Terlebih di musim hujan seperti saat ini. Bahkan ada kemungkinan makanan tersebut terkena cipratan air kotor atau yang terkontaminasi bakteri.

Harga jajanan yang sangat murah terkadang karena bahan baku yang dipakai tidak memenuhi standar kesehatan. Misalnya, menggunakan air mentah (paling banyak digunakan dalam es batu), saus botolan yang dibuat dari bahan baku tak segar, tepung yang sudah kedaluwarsa, pewarna yang tidak alami (bahkan terkadang pewarna tekstil), hingga daging olahan yang tidak segar.

Nah, kondisi makanan dan minuman seperti itulah yang sangat berisiko mengandung bakteri Salmonella typhi. Risikonya pun akan semakin besar apabila makanan tidak tertutup dengan baik hingga dihinggapi lalat. Seperti diketahui, lalat hidup di tempat kotor dan sangat berpotensi membawa banyak bakteri.

Peralatan tidak bersih

Tak cuma masalah pengolahan dan penyajiannya, proses membersihkan alat makan juga bisa menyebabkan tifus. Coba Anda perhatikan, biasanya, penjual makanan pinggir jalan menjadikan satu seluruh alat makan yang kotor di dalam ember air yang sama. Alat-alat makan yang sudah digunakan banyak orang “dicuci” sekadarnya dalam seember air yang dipakai berulang-ulang. Tak jarang, para pedagang tidak menggunakan sabun untuk membersihkan mangkuk dan piring.

Selain itu penjual jajanan pinggir jalan biasanya akan mengolah makanan dengan tangan yang sama saat ia mengambil uang dari pembelinya. Jadi, sudah bisa dipastikan bahwa bakteri yang ada di uang akan berpindah ke makanan yang tengah dibuat!

Lantas, apakah hal-hal ini tidak ditemukan pada makanan yang dijual di kedai atau restoran? Belum tentu. Meski biasanya makanan yang dijual di restoran umumnya menggunakan bahan baku yang kualitasnya terjaga, bukan berarti Anda tak bisa terinfeksi bakteri Salmonella sama sekali, lho.

Menurut dr. Astrid Wulan Kusumoastuti dari KlikDokter, siapa saja dapat terinfeksi tifus, terutama bagi mereka yang suka mengonsumsi makanan mentah atau setengah matang. Misalnya, kuning telur setengah matang atau daging ikan mentah. Meski rasanya lezat, tetapi risiko untuk terinfeksi bakteri Salmonella juga tinggi bila Anda mengonsumsi makanan tersebut, apalagi jika kebetulan daya tahan tubuh Anda sedang rendah.

Andai kata makanan Anda sudah dimasak hingga matang sempurna, tetapi Anda juga jarang mencuci tangan, tentu makanan yang terjaga kualitasnya itu akan sia-sia belaka. Oleh karena itu, dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter mengatakan, sering mencuci tangan dengan benar adalah salah satu cara terampuh untuk menghindarkan diri dari penyakit tifus.

Karena itu, hindari jajan sembarangan di pinggir jalan, apalagi bila dijajakan tanpa penutup makanan. Selain itu, seperti saran dr. Astrid, pilihlah makanan yang baru saja matang (suhunya panas) untuk meminimalkan penularan bakteri penyebab tifus. Hindari pula kebiasaan makan makanan mentah dan belum dikupas atau dicuci. Terakhir, yang tak kalah penting, cuci tangan dengan sabun setiap sebelum makan, ya.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar