Sukses

5 Tanda Penyakit Hashimoto yang Perlu Anda Tahu

Penyakit Hashimoto merupakan penyakit autoimun yang menyerang kelenjar tiroid. Ini tanda dan gejalanya.

Klikdokter.com, Jakarta Penyakit Hashimoto mungkin masih terdengar asing buat Anda. Beberapa selebritas yang mengidap penyakit ini, antara lain Oprah Winfrey, Gigi Hadid, dan Kelly Osbourne. Meski belum terlalu dikenal, tetap penting bagi Anda untuk tahu mengenai penyakit ini, terutama bagi Anda yang memiliki faktor risiko.

Penyakit Hashimoto merupakan penyakit autoimun. Kondisi ini menyebabkan sel-sel darah putih dan kekebalan tubuh menyerang sel-sel tiroid. Menurut dr. Alberta Jesslyn Gunardi dari KlikDokter, penyakit Hashimoto menyerang wanita tujuh kali lebih banyak dibandingkan pria. Penyebabnya masih belum diketahui, namun ada banyak faktor yang dipercayai terlibat. Salah satunya adalah keturunan.

“Biasanya orang yang menderita Hashimoto memiliki keluarga yang juga memiliki penyakit tiroid atau penyakit autoimun lainnya,” kata dr. Alberta.

Selain mengenali faktor risiko, Anda juga perlu mengetahui tanda dan gejala penyakit Hasmimoto. Berikut tanda dan gejalanya:

  1. Leher bengkak

Leher bengkak bisa menjadi pertanda Anda terserang penyakit Hashimoto, meski ada sejumlah kemungkinan lain di balik itu. Kondisi tersebut menandakan bahwa kelenjar tiroid Anda membesar dan identik dengan penyakit Hashimoto.

Kelenjar tiroid menghasilkan hormon yang memastikan otak, jantung, metabolisme, otot, dan organ melakukan tugas. Saat penyakit Hashimoto menyerang, tiroid dapat mengganggu dan melumpuhkan fungsi tubuh Anda.

  1. Rambut menipis

Meski kehilangan volume rambut merupakan bagian alami dari penuaan, namun kondisi ini juga berkaitan dengan penyakit Hashimoto. Kalangan wanita yang rentan terserang penyakit Hashimoto, bakal mengalami tanda ini secara signifikan.

Konsultasikan dengan dokter jika Anda mengalami kerontokan rambut abnormal atau perubahan besar dalam ketebalan rambut. Pasalnya, rambut yang menipis dapat menjadi pertanda dari sejumlah penyakit, termasuk Hashimoto.

  1. Mudah lelah

Mudah lelah, apalagi jika itu terasa ekstrem, adalah gejala yang sangat umum dari penyakit Hashimoto. Jika Anda mengalami hal ini, segera lakukan tes kadar hormon guna menemukan penyebabnya secara pasti.

Selain itu, mudah lelah bisa menjadi tanda dari penyakit lain seperti sleep apnea, anemia, depresi, hingga leukemia. Untuk memastikan, cobalah beristirahat sejenak dan rasakan efeknya setelah itu. Rasa lelah akan terus berlanjut jika Anda terkena penyakit Hashimoto.

  1. Kulit kering

Kulit kering dapat disebabkan oleh sejumlah kondisi mulai dari eksem, psoriasis, alergi, hingga dehidrasi. Tetapi jika kulit kering tersebut diiringi oleh gejala Hashimoto lainnya atau Anda memiliki riwayat penyakit autoimun dalam keluarga, segera bicarakan dengan dokter.

Perlu diketahui bahwa kulit kering adalah gejala dari penyakit Hashimoto. Saat fungsi kelenjar tiroid “lumpuh” akibat terserang penyakit Hashimoto, ia akan kesulitan dalam mengatur fungsi-fungsi organ dalam tubuh, termasuk kulit.

  1. Berat badan naik tanpa penyebab pasti

Kelenjar tiroid yang biasanya mengontrol metabolisme, tidak akan berfungsi secara optimal saat terserang penyakit Hashimoto. Hal ini mengakibatkan organ tersebut kesulitan dalam mengatur berat badan.

Umumnya, pengidap Hashimoto bakal mengalami kenaikan berat badan yang tidak terduga. Kenaikan berat badan berhubungan dengan penuaan, dan penyakit Hashimoto memang biasanya muncul pada usia paruh baya.

Menurut dr. Jesslyn penyakit Hashimoto belum dapat disembuhkan. Pengobatan yang umumnya dilakukan saat ini adalah memberikan hormon tiroid tambahan dari luar untuk memperbaiki sistem metabolisme tubuh. Terkadang, untuk kelenjar tiroid yang sangat membengkak mungkin dibutuhkan operasi.

“Efek samping dari pengobatan yang sering terjadi adalah penurunan berat badan secara drastis karena metabolisme tubuh yang dipercepat. Oleh karena itu, pengobatan Hashimoto harus diawasi oleh dokter untuk mencegah efek samping yang tidak diinginkan,” tuturnya.

Oleh karena itu, jika Anda memiliki gejala di atas serta faktor risiko seperti riwayat penyakit autoimun dalam keluarga, segeralah berkonsultasi kepada dokter. Untuk mendiagnosis, dokter akan menanyakan gejala Anda, melakukan pemeriksaan fisik, serta melakukan tes darah untuk mengecek fungsi hormon tiroid dan antibodi.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar