Sukses

Benarkah Obat Hipertensi Picu Disfungsi Ereksi?

Ada kabar seram yang mengatakan bahwa obat hipertensi bisa picu disfungsi ereksi. Benarkah demikian?

Hipertensi atau tekanan darah tinggi memang diketahui sebagai salah satu penyebab disfungsi ereksi. Salah satu cara untuk mengontrol tekanan darah tinggi adalah dengan konsumsi obat hipertensi. Namun, ada sebagian pendapat yang mengatakan bahwa beberapa jenis obat bisa memicu efek samping berupa gangguan ereksi. Benarkah ini?

Untuk mengatasi kondisi hipertensi, tentunya harus mencari tahu penyebabnya terlebih dahulu, apakah tergolong hipertensi primer atau sekunder. Selain itu, juga diperlukan modifikasi gaya hidup dan mengonsumsi obat-obatan anti hipertensi. Tujuannya adalah agar penderita terhindar dari berbagai macam komplikasi seperti stroke, serangan jantung, dan gagal ginjal kronis.

Obat-obatan yang diberikan biasanya didasarkan pada derajat hipertensi, usia, serta ada atau tidaknya penyakit yang mendasari. Pengobatan hipertensi bisa berbeda satu sama lain. Karenanya, obat-obatan ini tidak boleh dikonsumsi sembarangan.

Artikel Lainnya: Inilah 9 Kebiasaan yang Bikin Risiko Hipertensi Meningkat

1 dari 3 halaman

Ketahui Efek Samping Akibat Konsumsi Obat Hipertensi

Perlu diketahui, meski dengan pengobatan teratur tekanan darah bisa turun atau stabil, tapi konsumsi obat hipertensi bisa menyebabkan beberapa efek samping. Mulai dari batuk, lemas, gemetar, mual, gangguan buang air besar, hingga masalah disfungsi ereksi.

Pada beberapa pria, efek samping obat hipertensi yang banyak dikeluhkan adalah masalah disfungsi ereksi karena mengganggu kualitas hidup mereka. Disfungsi ereksi adalah ketidakmampuan untuk mencapai atau menjaga ereksi tetap pada penetrasi. Umumnya disfungsi ereksi disebabkan oleh faktor fisik (organik), faktor psikologis, maupun keduanya. 

Faktor fisik yang dimaksud adalah adanya peradangan pada prostat, penyakit jantung, hipertensi, diabetes, dan pascaoperasi prostat. Faktor psikologis penyebab disfungsi ereksi bisa disebabkan karena kondisi psikis seperti depresi atau gangguan mood.

Artikel Lainnya: Tanda Anda Punya Bakat Hipertensi

2 dari 3 halaman

Kaitan Antara Konsumsi Obat Hipertensi dan Disfungsi Ereksi

Jadi, apakah terdapat hubungan antara obat hipertensi dan disfungsi ereksi, jawabannya adalah ya. Pada keadaan hipertensi, peningkatan tekanan darah yang berkepanjangan menyebabkan perubahan struktur dan fungsi dari arteri penis. Ditambah lagi dengan pengobatan obat hipertensi yang bergolongan diuretik dan beta bloker, yang memiliki efek samping disfungsi ereksi.  

Apabila Anda mengalami efek samping disfungsi ereksi, jangan ragu untuk mengutarakan keluhan tersebut kepada dokter Anda. Nantinya, dokter akan mengganti obat hipertensi golongan lain dan yang punya efek samping lebih kecil terhadap fungsi seksual. Kombinasi antara obat hipertensi dengan obat untuk mengatasi disfungsi ereksi bisa saja dilakukan. Namun, obat tersebut didapat dan dikonsumsi di bawah pengawasan dokter.

Obat hipertensi memang bisa picu disfungsi ereksi pada beberapa pria. Namun, ini tak perlu dikhawatirkan. Selalu utarakan efek samping konsumsi obat hipertensi kepada dokter Anda. Ubahlah pola hidup Anda menjadi pola hidup sehat. Selain dapat menurunkan tekanan darah, pola hidup sehat juga dapat meningkatkan kualitas kehidupan seksual. Jika ini memengaruhi kehidupan seksual Anda dan pasangan, ajak ia untuk melakukan konseling dengan profesional agar bisa ditangani.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar