Sukses

7 Tanaman Pembasmi Nyamuk Demam Berdarah

Coba perhatikan tanaman yang ada di halaman rumah Anda. Mungkin saja dapat dimanfaatkan sebagai tanaman pembasmi nyamuk demam berdarah.

Klikdokter.com, Jakarta Penyakit demam berdarah patut diwaspadai di musim hujan seperti sekarang ini. Sebab, hujan yang turun rentan menimbulkan genangan yang bisa menjadi tempat berkembangnya nyamuk Aedes aegypti, penyebab demam berdarah. Tapi, tahukah Anda bahwa ada beberapa jenis tanaman yang bisa diandalkan sebagai tanaman pembasmi nyamuk demam berdarah?

Seputar demam berdarah

Dijelaskan oleh dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter, demam berdarah dengue atau DBD disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan lewat gigitan nyamuk betina Aedes aegypti. Virus dengue sendiri terdiri dari 4 jenis, yakni dengue tipe 1, 2, 3, dan 4. Namun, tipe yang dominan di Indonesia adalah tipe 3.

Menurutnya, hingga kini penyakit demam berdarah memang sulit diprediksi. Sebab, gejalanya mirip dengan gejala penyakit lainnya, misalnya demam tifoid.

“Umumnya, gejala yang muncul adalah demam tinggi, sakit kepala, bahkan bila sudah parah bisa sampai muntah darah. Tapi sayangnya, karena mirip gejala lain, sering terjadi salah diagnosis terhadap penyakit ini. Oleh sebab itu, Anda harus lebih waspada dan mengenali gejala lainnya,” ucap wanita yang akrab dipanggil dr. Sepri ini.

Selain gejala di atas, dr. Sepri menyampaikan bahwa orang yang terkena demam berdarah biasanya juga akan mengalami nyeri pada sendi, mual, dan hasil pemeriksaan trombosit menunjukkan penurunan hingga kurang dari 100.000 serta peningkatan kekentalan darah (hematokrit).

Bila tidak segera mendapatkan penanganan tepat, penderita demam berdarah dapat mengalami kebocoran plasma darah yang ditunjukkan dengan bintik merah pada sekujur tubuh. Jika tidak berhasil melewati fase kritis, maka nyawa penderita bisa tidak terselamatkan.

Karena begitu bahaya, demam berdarah harus dibasmi dengan cara memutus perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti. Salah satu cara yang sering digunakan adalah dengan fogging. Cara ini biasanya menggunakan bahan insektisida untuk proses pengasapan.

1 dari 3 halaman

Fogging bisa berbahaya

Pengasapan atau fogging yang menggunakan bahan temenphos organofosfat memang telah lama dilakukan untuk membasmi nyamuk demam berdarah. Meski demikian, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), penggunaan yang berulang-ulang dapat memberikan dampak resistensi pada nyamuk. Hal ini disampaikan pada WHO Technical Report Series di Geneva pada 1992.

Selain itu, upaya pengasapan juga dinilai berisiko menyebabkan keracunan. Oleh sebab itu, beberapa penelitian dilakukan untuk menemukan bahan alami yang dapat digunakan untuk membasmi nyamuk penyebab demam berdarah.

Insektisida yang ideal seharusnya bisa lebih efektif, efisien, ramah lingkungan, dan tidak memberikan efek toksisitas yang tinggi pada organisme non target yang berada di lingkungan tersebut.

Lalu, adakah cara lain yang lebih alami dan aman bagi kesehatan untuk membasmi nyamuk demam berdarah?

Indonesia sendiri memiliki banyak jenis tanaman yang sudah sejak dahulu kala dimanfaatkan untuk kehidupan sehari-hari, salah satunya adalah untuk membasmi nyamuk. Beberapa tanaman tersebut juga tengah dikembangkan sebagai insektisida nabati atau larvasida (pembasmi larva nyamuk) nabati untuk menggantikan insektisida kimia.

2 dari 3 halaman

Tanaman pembasmi nyamuk demam berdarah

Usaha memutus perkembangbiakan nyamuk dan perkembangan larva nyamuk memang dapat dilakukan dengan secara rutin menguras bak mandi, menghindari genangan air dan memantau wadah penampung air seperti vas bunga dan bak kamar mandi. Namun selain itu, dengan memiliki beberapa tanaman berikut ini ternyata dapat membantu Anda dalam mengatasi demam berdarah secara alami:

1. Kunyit

Dijelaskan dalam Jurnal Sains dan Teknologi Lingkungan tahun 2013 yang diterbitkan oleh Badan Litbang Kemenkes RI Baturaja, kandungan minyak atsiri dalam tanaman kunyit berguna sebagai bahan pembasmi nyamuk penyebab demam berdarah.

Selain itu, jika dikonsumsi, kurkumin yang terkandung di dalamnya dapat membantu proses pemulihan penyakit demam berdarah.

2. Daun Sirih

Masih dari jurnal yang sama, kandungan bahan aktif alkaloid, fenol dan kavikol pada tanaman merambat ini dapat dimanfaatkan sebagai pestisida nabati untuk mengendalikan perkembangbiakan nyamuk.

3. Melati

Penelitian yang dilakukan oleh Loka Penelitian dan Pengembangan Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang (BALABA) Ciamis menemukan hasil bahwa melati merupakan tanaman yang memiliki efektifitas paling tinggi dibandingkan dengan tanaman lainnya dalam pembasmian nyamuk.

Bagian bunga dari tanaman melati mengandung minyak atsiri yang biasa digunakan untuk menghalau nyamuk.

4. Serai

Sebagai tanaman yang cukup banyak ditanam oleh masyarakat karena digunakan untuk memasak, menurut BALABA tanaman serai juga cukup efektif dalam menghalau nyamuk berkat kandungan atsiri dan sitronela di dalamnya.

Itulah sebabnya, serai kerap diandalkan sebagai bahan dasar obat pengusir nyamuk. Gunakan air yang diberikan potongan serai sebagai penyegar ruangan atau rebus serai dan gunakan airnya untuk mengepel lantai rumah Anda, agar nyamuk enggan “bertamu”.

5. Pisang raja

Anda penyuka pisang? Ternyata tanaman buah berwarna kuning ini juga bisa membasmi nyamuk, lo. Flavonoid dan saponin yang ada pada ekstrak kulit pisang efektif dalam mematikan larva nyamuk Aedes aegypti.

Kedua senyawa tersebut bekerja dengan menghambat saluran pencernaan nyamuk serta bersifat toksik bagi larva nyamuk. Hal ini dijelaskan dalam jurnal Higiene tahun 2016.

6. Rambutan

Sebuah penelitian dilakukan oleh Universitas Andalas menemukan bahwa ekstrak etanol biji rambutan mampu mematikan larva nyamuk Aedes aegypti hingga 80 persen setelah dipaparkan selama 24 jam.

Hal ini membuktikan bahwa tanaman rambutan bisa dimanfaatkan bijinya sebagai bahan larvasida nabati. Penelitian ini dirilis dalam Jurnal Kesehatan Andalas tahun 2018.

7. Cengkih

Minyak atsiri pada daun cengkih mengandung zat eugenol yang bekerja memengaruhi sistem saraf nyamuk. Selain itu, sama seperti pada pisang raja, Cengkih – atau sering disebut cengkeh – juga memiliki flavonoid yang melumpuhkan saraf pernapasan nyamuk, sehingga menyebabkan kematian.

Dengan penggunaan berbagai tanaman di atas sebagai insektisida alami, maka pembasmian nyamuk akan lebih bersahabat bagi lingkungan.

Kini Anda telah mengetahui berbagai tanaman yang ternyata dapat menjadi bahan insektisida pembasmi nyamuk demam berdarah. Beragam tanaman di atas bisa Anda manfaatkan sebagai upaya lain untuk menghindari gigitan nyamuk Aedes aegypti.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar