Sukses

Ibnu Jamil Membangun Keseimbangan untuk Hidup Sehat

Bagi Ibnu Jamil, kecintaannya terhadap olahraga mendatangkan manfaat luar biasa baginya untuk membangun hidup sehat.

Klikdokter.com, Jakarta Di tengah padatnya jadwal syuting dan membawakan acara pertandingan sepak bola di televisi, tidak membuat aktor dan presenter Ibnu Jamil kehilangan minat dan waktu untuk berolahraga. Baginya, olahraga adalah hal yang mutlak dilakukan jika ingin tubuh tetap bugar. Di sisi lain, olahraga juga bisa membuatnya terhindar dari stres. Baginya hidup sehat perlu diperjuangkan dengan sekuat tenaga.

Ditemui di daerah Senayan pertengahan Januari lalu, aktor berusia 36 tahun ini tampak bugar dengan badan yang tegap dan rambut yang dibiarkan sedikit memanjang. Kepada KlikDokter, dirinya berbagi kiat hidup sehat dan kecintaannya yang tidak pernah padam pada olahraga.

Baginya, olahraga adalah hal wajib

Menjadi presenter acara sepak bola - atau olahraga lainnya - kian mendekatkan Ibnu Jamil pada aktivitas fisik yang diakuinya  sudah digemarinya sejak SMA. Pria yang tinggal di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan ini diketahui juga menyukai olahraga lari. Kegemarannya pada olahraga ini sampai membuatnya ditunjuk sebagai brand ambassador sebuah produk sepatu lari ternama asal Jerman.

Di tengah kesibukannya yang sangat padat, Ibnu tidak mau kegiatan olahraganya terganggu. "Saya harus olahraga, baik yang permainan atau individual," ujarnya dengan tegas.

"Olahraga permainan itu biasanya saya lakukan ketika saya ingin mencari kesenangan saja, misalnya main sepak bola, main bakset. Itu kan nanti ada interaksi antar teman, bisa ledek-ledekan. Kalau lari, biasanya saya lakukan ketika memulai hari. Lari tidak butuh teman tapi butuhnya niat," sambung ayah satu anak ini.

Ya, baginya olahraga adalah harga mati dan itu tidak bisa dipisahkan dari dirinya meski sesibuk apapun. Baginya, olahraga adalah hal yang tidak bisa ditawar karena bisa menjadi pengusir stres yang ampuh.

1 dari 3 halaman

Menularkan hobi olahraga pada anak

Ibnu Jamil mengakui bahwa dengan melakukan olahraga ia bisa mengusir rasa jenuh yang terkadang menyerangnya. Ketika berolahraga, dan keringat mengucur, saat itulah ia merasakan hormon stresnya lenyap.

"Sehabis olahraga saya merasa pandangan saya lebih cerah. Makanya kalau lagi syuting, saya sempatkan lari di sekitar tempat syuting untuk mengusir jenuh," ucap Ibnu yang percaya bahwa olahraga bisa membantu pikiran menjadi lebih baik.

Saking cintanya pada olahraga, Ibnu pun menularkannya kepada anak semata wayangnya, Dhofin Maula Jamil. Pria kelahiran 30 April itu awalnya kerap mengajak putranya itu berolahraga lari, tapi ternyata Dhofin lebih menikmati bermain sepak bola. Ketika tahu anaknya menyukai sepak bola, Ibnu langsung mendaftarkannya ke salah satu sekolah sepak bola. Ibnu mengambil keputusan yang tepat karena Dhofin menjadi semakin menikmati olahraga tersebut.

Ibnu pun melihat banyak manfaat ketika anak menyukai olahraga. Ia mengaku Dhofin menjadi lebih jarang sakit. Di sisi lain, ia melihat anaknya bertumbuh menjadi pribadi yang kuat, sportif, dan fair.

“Olahraga bisa membentuk karakter anak. Jika anak menyukai olahraga sejak kecil, ia akan mampu bersaing secara sehat dan meraih tujuan yang diinginkan. Di dalam olahraga ada proses latihan, penggemblengan, bertanding, dan uji coba yang baik untuk membentuk karakter anak,” tutur Ibnu.

2 dari 3 halaman

Seimbang soal makanan dan istirahat

Selain menjaga kesehatan dengan olahraga rutin, Ibnu Jamil sedang mencoba lebih disiplin dalam mengatur pola makannya. Ia mengakui bahwa tidak memiliki pantangan dalam hal makanan. Ia bisa menyantap apa saja.

Namun baginya, makanan adalah masalah keseimbangan. Misalnya, satu hari ia sudah kebanyakan makanan yang berminyak atau banyak mengonsumsi daging, di hari berikutnya ia akan mengonsumsi aneka makanan lain yang lebih sehat.

Dalam waktu tersebut, ia akan berusaha memperbanyak konsumsi sayuran dan buah-buahan, dibandingkan hari yang lain. Ibnu mengakui, cara seperti ini akan mengurangi “rasa bersalah” nya usai menyantap makanan yang berminyak dan berlemak.

Selain soal makanan, keseimbangan lain yang selalu diusahakannya adalah tentang jam tidur. Ia merasa bahwa durasi tidur yang berkualitas sangat penting bagi kesehatannya.

Menurut Ibnu, sama juga bohong ketika sering olahraga tapi di sisi lain justru sering begadang atau selalu tidur kurang dari 7 jam. Menurut Ibnu, pola makan, pola tidur, dan olahraga adalah suatu kesatuan.

"Pola tidur ini penting, buat saya sekeras apapun berolahraga, tapi jika pola tidurnya berantakan, itu tidak sehat. Semua harus berkaitan. Kalau mau sehat, pola makan harus baik, tidur juga berkualitas," ungkap penggemar Manchester United ini.

Namun, sehubungan dengan pekerjaannya sebagai komentator program sepak bola yang kerap ditayangkan dini hari, ada kalanya Ibnu juga tidak bisa mendapatkan tidur berkualitas. Menyiasati hal itu, Ibnu Jamil mengaku sebisa mungkin ia harus tidur setidaknya 7 jam.

Caranya, ia akan tidur setelah acara dan bangun agak siang agar kebutuhannya akan jam tidur tercukupi. Di sisi lain, ia juga tidak akan berolahraga ketika tidurnya kurang. Menurutnya itu akan membuat badannya justru tidak segar. Ibnu seperti mengakui bahwa untuk hal tidur, ia memiliki ritme yang agak berbeda.

Meski demikian, tentu saja Ibnu tidak akan membiarkan kondisi itu berlarut-larut. Untungnya, ia termasuk orang yang bisa dengan mudah tidur di mana saja.  Dengan cara demikian, ia bisa mengganti waktu istirahatnya yang terpakai untuk menjadi komentator olahraga saat dini hari.

Keseimbangan yang coba dibangun Ibnu Jamil untuk hidup sehat memang masih terus coba diwujudkannya. Dan itu perlu terus diusahakannya agar bisa berlangsung secara rutin dan konsisten. 

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar