Sukses

Awas, Demam Berdarah juga Bisa Serang Kawasan Elit!

Penyakit demam berdarah tidak pandang bulu. Penyakit yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti ini pun bisa terjadi di kawasan elit.

Klikdokter.com, Jakarta Demam berdarah tidak bisa disepelekan pada musim hujan. Sebab, ancaman penyakit ini bisa menyerang siapa saja. Tak selalu mengenai penghuni kawasan kumuh, orang-orang yang tinggal di kawasan elit pun bisa terjangkit demam berdarah.

Penyakit ini bahkan pernah menyerang Basuki Tjahaja Purnama alias BTP  atau Ahok, pada tahun 2015 lalu, ketika ia masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Baru-baru ini, dilansir Kumparan.com, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengungkapkan bahwa cucu kesayangannya pun tidak luput dari serangan demam berdarah. Oleh karena itu Wapres menyerukan untuk menggalakkan upaya pencegahan.

Demam berdarah bisa menyerang di mana saja

Biasanya demam berdarah identik dengan kawasan kotor, bau, atau tidak terawat. Karena nyamuk senang tinggal di tempat-tempat tersebut. Nyatanya, perkembangan nyamuk Aedes aegypti sebagai penyebab utama penyakit demam berdarah bisa terjadi di mana saja, asal ada genangan air atau sesuatu yang bisa membuat mereka berkembang biak.

Sebagai contoh, nyamuk tersebut bisa bertelur di bak mandi. Jadi, selama masih ada bak mandi di rumah Anda, artinya masih mungkin terdapat tempat untuk nyamuk Aedes aegypti berkembang biak.

Di sisi lain, mengapa kawasan elit bisa terjangkiti demam berdarah adalah karena nyamuk juga senang berkembang biak di kolam renang yang juga sering dimiliki oleh rumah-rumah di kawasan elit.

Menurut dr. Karin Wiradarma dari KlikDokter, demam berdarah memang merupakan penyakit yang sulit untuk diberantas. Upaya membasmi demam berdarah pun semakin rumit akibat peningkatan kepadatan dan mobilitas penduduk yang kemudian mempermudah penularan penyakit ini.

Jadi, demam berdarah bisa terjadi pada siapa saja dan di mana saja, tanpa mengenal tingkat status ekonomi atau area tempat tinggal. Kuncinya adalah pada masalah pencegahan. Bila upaya pemberantasan nyamuk di kawasan perkampungan sudah cukup baik, sangat mungkin untuk terhindar dari serangan demam berdarah.

1 dari 3 halaman

Lakukan upaya pencegahan demam berdarah

Pencegahan adalah cara efektif untuk menghambat berkembangnya nyamuk demam berdarah dan menyebabkan penyakit. Karena penyakit ini sangat berbahaya dan dapat menyebabkan kematian, Anda dapat mencoba melakukan beragam upaya di bawah ini, yang termasuk dalam aktivitas 4M Plus:

  • Menguras wadah air seperti tempayan, bak mandi, ember, vas bunga, tempat minum hewan, dan lain-lain.
  • Menutup semua tempat penyimpanan air agar nyamuk tidak dapat masuk dan bertelur di dalamnya.
  • Mengubur semua barang bekas yang dapat menampung air, seperti ban bekas, kaleng, dan botol agar tidak menjadi sarang nyamuk.
  • Memantau semua wadah air yang dapat menjadi sarang nyamuk secara berkala.
  • Plus, menghindari menggantung baju. Jika memungkinkan, peliharalah ikan untuk membantu membasmi jentik-jentik nyamuk yang ada di dalam kolam, serta taburkan bubuk abate untuk membunuh larva nyamuk di wadah penampungan air seperti bak mandi.

Selain 4M Plus, pencegahan lain yang biasa dilakukan adalah fogging atau pengasapan, yang merupakan salah satu program pemerintah sebagai upaya memberantas penyakit demam berdarah. Mengenai upaya ini, dr. Kartika Mayasari dari KlikDokter turut memberikan penjelasan.

"Fogging yang dilakukan di Indonesia menggunakan alat sederhana yang memerlukan keahlian khusus, begitu juga dengan pembuatan obat yang digunakan di dalamnya. Kegiatan pengasapan ini menggunakan bahan insektisida untuk membunuh nyamuk dewasa penyebab demam berdarah dengue," ujarnya.

Meski sudah sering digunakan, efektif atau tidaknya upaya ini masih menjadi perdebatan. Oleh sebab itu, fogging harus diikuti dengan tindakan pencegahan lainnya agar perkembangan nyamuk Aedes aegypti benar-benar terhenti.

2 dari 3 halaman

Abate solusi efektif dan aman

Selain dengan upaya pengasapan, sebelumnya telah dijelaskan bahwa upaya paling efektif membasmi demam berdarah adalah mencegah jentik nyamuk berkembang. Salah satu cara yang terbukti cukup efektif adalah dengan menaburkan bubuk abate atau larvasida.

Sesuai dengan anjuran yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan Indonesia (Kemenkes), menaburkan bubuk abate pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan adalah langkah awal pencegahan penyakit demam berdarah. Tindakan ini sebaiknya dipraktikkan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Terkait hal ini, dr. Theresia Rina Yunita dari KlikDokter mengatakan bahwa bubuk abate memang efektif membunuh jentik nyamuk yang biasanya ada di bak mandi atau tempat air menggenang lainnya.

"Bubuk abate dapat membunuh telur-telur atau jentik nyamuk, dan ini efektif. Sehingga bisa mencegah nyamuk berkembang biak di genangan air. Ini cara efektif mencegah demam berdarah. Biasanya bubuk abate ditaburkan di bak kamar mandi, ember-ember yang ada airnya, atau di sumur," jelas dr. There.

Ditinjau dari penggunaannya, bubuk abate pun amat praktis dan aman. Bubuk ini tinggal ditaburkan di bak mandi, ember berisi air, atau genangan. Selain itu, bubuk abate juga aman karena tidak memiliki efek samping pada air yang menjadi campurannya.

Jadi benar, pencegahan adalah tindakan paling tepat ketika ingin terhindar dari demam berdarah. Bagaimanapun, demam berdarah tidak melihat kawasan tempat tinggal atau status sosial. Jadi, jangan anggap remeh penyakit ini. Anda yang tinggal di kawasan elit sekalipun bisa terjangkit demam berdarah. Di tengah mewabahnya penyakit ini, segera lakukan berbagai upaya pencegahan yang disarankan di atas.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar