Sukses

Penyanyi James Ingram Meninggal Akibat Kanker Otak

Penyanyi legendaris James Ingram meninggal, Selasa (29/1). Kanker otak diduga menjadi penyebabnya.

Klikdokter.com, Jakarta Industri musik dunia berduka. Penyanyi, penulis lagu, sekaligus produser asal Amerika Serikat, James Ingram meninggal dunia, pada Selasa (29/1) waktu setempat.  Dilansir dari beragam sumber –termasuk Liputan 6– penyebab meninggalnya penyanyi berusia 66 tahun ini diduga akibat kanker otak.

Pelantun tembang “Somewhere Out There” yang berduet dengan penyanyi Linda Rondstadt ini diketahui telah menderita kanker otak sejak beberapa tahun terakhir. Kanker jenis ini, juga sebelumnya telah merenggut senator ternama Amerika Serikat, John McCain, pada Agustus tahun lalu.

Faktor risiko kanker otak yang dialami James Ingram

Kanker otak merupakan kondisi kanker yang berawal dari sel otak. Saat kanker otak tumbuh, sel-sel kanker dapat menekan jaringan otak di sekitarnya. Kondisi ini menyebabkan beragam gejala seperti nyeri kepala, rasa mual, dan gangguan keseimbangan. Kondisi keganasan pada otak ini dapat tumbuh secara cepat dan menyebar ke bagian lain dari otak dan tulang belakang.

Menurut dr. Resthie Rachmanta Putri. M.Epid dari KlikDokter, seperti kebanyakan kanker pada umumnya, penyebab kanker otak juga belum diketahui secara pasti. Namun demikian, ada beberapa hal yang diduga menyebabkan seseorang lebih rentan mengalami kanker otak.

Ada sejumlah faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang –seperti James Ingram dan John McCain– mengalami kanker otak.

  • Faktor usia. Kanker otak dapat menyerang setiap kelompok usia, termasuk anak-anak. Risiko dari penyakit ini meningkat seiring dengan bertambahnya usia seseorang. Hal yang perlu diperhatikan, sebagian besar kanker otak terjadi pada mereka yang berusia 50 tahun ke atas.
  • Riwayat keluarga. Seseorang yang memiliki riwayat keluarga pernah atau sedang menderita tumor otak berisiko lebih tinggi untuk mengalami kondisi yang sama.
  • Kondisi genetik. Beberapa kondisi genetik tertentu dapat meningkatkan risiko terjadinya tumor otak. Menurut dr. Resthie pada penderita kanker otak, ada beberapa gen yang diduga mengalami mutasi. Salah satu gen yang mengalami kondisi tersebut adalah gen bernama p53.

Dalam kondisi normal, gen p53 berperan dalam mencegah terjadinya tumor. Namun, ketika gen ini bermutasi, perannya sebagai pencegah tumor akan terganggu. Pada kasus kanker otak, ternyata didapatkan 25-40 persen penderitanya mengalami mutasi gen ini.

  • Radioterapi. Perlu diperhatikan, jika Anda pernah atau kerap mengalami paparan radioterapi pada bagian kepala, Anda berisiko sangat tinggi mengalami tumor otak jenis tertentu di kemudian hari.

Beberapa faktor risiko di atas perlu sangat Anda perhatikan. Dengan mengetahui faktor-faktor tersebut di awal, Anda bisa mencegah penyakit ini sejak dini. Selain itu, Anda juga diharapkan dapat mengenali beragam gejala kanker otak yang mungkin bisa terjadi.

Waspadai gejala kanker otak

Penyakit kanker otak yang merenggut nyawa penyanyi James Ingram memiliki gejala yang khas. Menurut dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter, rasa nyeri pada kepala adalah salah satu gejala yang paling menonjol.

Kondisi tersebut biasanya terjadi karena munculnya sel tidak normal dalam jaringan lunak pada otak. Otak terdiri dari jaringan lunak yang dikelilingi tulang tengkorak.

Tulang ini berfungsi sebagai pelindung dari benturan. Komposisinya sangat pas dan tidak menyisakan ruang kosong di antara jaringan lunak dan tulang tengkorak pelindungnya. Bila terjadi perkembangan sel tidak normal pada salah satu area dalam jaringan yang lunak –seperti sel-sel tumor– maka bisa terjadi rasa nyeri di kepala dengan intensitas sedang hingga berat.

Menurut dr. Dyan, tidak semua gejala sakit kepala terjadi karena adanya sel-sel yang berkembang menjadi kanker otak. Jika Anda mengalami sakit kepala yang tidak biasa, intensitasnya meningkat, semakin sering terjadi atau bahkan menetap, Anda harus waspada. Segera periksa ke dokter untuk mengetahui kondisi yang Anda alami.

Selain gejala di atas, ada pula sejumlah gejala yang harus Anda perhatikan dan waspadai. Beberapa gejala berikut ini sangat mungkin menunjukkan adanya perkembangan sel-sel kanker di otak.

  • Mengalami kelemahan satu sisi tubuh sehingga sulit menggerakkan anggota tubuh, termasuk sulit berjalan.
  • Munculnya rasa baal pada area tertentu di tubuh.
  • Mengalami kejang.
  • Mengalami penurunan daya ingat secara progresif.
  • Sering mual hingga muntah.
  • Adanya gangguan penglihatan, seperti penglihatan ganda.
  • Terganggunya kemampuan berbicara dan daya nalar.

Satu hal yang perlu Anda pehatikan, gejala penyerta yang dialami penderita kanker otak dapat berbeda-beda. Kondisi ini sangat tergantung dari area spesifik otak yang terkena.

Meninggalnya penyanyi legendaris James Ingram pada Selasa (29/1) akibat kanker otak, perlu menjadi peringatan. Otak yang tersembunyi aman di balik tulang tengkorak juga rentan terserang beragam penyakit, termasuk kanker. Jika Anda memiliki salah satu faktor risiko atau sering mengalami gejala-gejala yang dipaparkan di atas, segera periksa ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

[RH]

0 Komentar

Belum ada komentar