Sukses

Lawan Kolesterol Tinggi dengan Makan Alpukat

Tak hanya enak dan mudah diolah, alpukat juga mampu menurunkan kadar kolesterol tinggi.

Klikdokter.com, Jakarta Alpukat, buah asal Meksiko yang mudah didapat di Indonesia, ternyata memiliki beragam manfaat sehat yang tidak terduga. Salah satu manfaat dari buah ini adalah untuk menurunkan kadar kolesterol tinggi.

Alpukat merupakan salah satu buah yang tinggi akan kadar asam lemak tak jenuh rantai tunggal (monounsaturated fatty acid / MUFA). MUFA merupakan jenis asam lemak yang membuat kadar kolesterol baik di dalam darah meningkat jumlahnya. Peningkatan kadar kolesterol baik berhubungan dengan penurunan kadar kolesterol jahat (low density lipoportein) dan trigliserida.

American Heart Association (AHA) telah meneliti efek alpukat terhadap kolesterol. Mereka menemukan bahwa orang yang mengonsumsi satu butir alpukat ukuran sedang setiap hari selama lima minggu mengalami penurunan kolesterol LDL sebesar 13,5 mg/dl. Selain itu, tim peneliti juga menemukan kadar trigliserida yang menjadi lebih rendah.

Tak sekadar itu. Karena alpukat mengandung berbagai zat gizi penting lain seperti kalium, serat, vitamin A, vitamin B, vitamin C, dan antioksidan, maka buah tersebut mampu memberikan sehat selain menurunkan kadar kolesterol tinggi. Berikut beberapa di antaranya:

  • Membantu menurunkan tekanan darah

Alpukat memiliki kadar kalium yang tinggi. Dalam 100 gram alpukat, terkandung 485 mg kalium. Beberapa studi menemukan bahwa tingginya kalium dalam alpukat berkontribusi dalam menurunkan tekanan darah.

  • Mengurangi risiko kanker

Alpukat mengandung asam oleat. Zat tersebut bermanfaat sebagai antiradang dan antioksidan yang memberikan efek baik terhadap sel-sel dalam tubuh, sehingga risiko kanker bisa berkurang.

  • Memperlancar saluran pencernaan

Alpukat mengandung serat larut air. Jenis serat ini baik untuk menjaga bakteri baik di usus, sehingga kesehatan saluran cerna lebih terjaga kesehatannya. Selain itu, secara jangka panjang, asupan serat dari alpukat yang dikonsumsi rutin juga dapat membantu menurunkan berat badan dan menjaga gula darah tetap stabil.

  • Menurunkan risiko katarak dan degenerasi makula mata pada orang lanjut usia

Dalam alpukat terkandung karoteinoid dan zeaxanthin. Kedua jenis vitamin tersebut bermanfaat untuk menurunkan risiko katarak dan degenerasi makula pada orang berusia di atas 60 tahun.

Supaya alpukat dapat secara optimal memberikan manfaat kesehatan tersebut, cara pengolahannya penting untuk diperhatikan. Cara paling umum untuk mengonsumsi alpukat di Indonesia adalah dengan dibuat jus yang dicampur dengan kental manis. Hal seperti ini tidaklah tepat. Kandungan gula dalam susu kental manis sangat tinggi, sehingga mencampurkannya dengan alpukat justru akan menghilangkan kebaikan dari buah tersebut.

Daripada mencampurkannya dengan kental manis atau gula yang terlalu banyak, akan lebih baik bila Anda mengonsumsi alpukat dengan cara:

  • Dimakan langsung tanpa tambahan sesuatu apa pun.
  • Membuat smoothie alpukat dengan memblendernya bersama pisang tanpa tambahan gula atau kental manis.
  • Disiram sedikit minyak zaitun, sedikit garam, dan merica.
  • Dijadikan topping untuk roti bersama dengan ikan tuna atau keju.
  • Mengonsumsinya bersama dengan sushi.
  • Diblender lalu dicampurkan dengan sayur sebagai pengganti dressing untuk salad.
  • Dibuat es krim dengan memblender susu dan alpukat, tanpa tambahan gula atau krim kental.
  • Diblender dan dijadikan krim untuk pasta.

Mana yang menjadi cara favorit Anda untuk menikmati alpukat? Supaya kolesterol tinggi terkendali dan beragam manfaat sehat lain bisa benar-benar Anda rasakan, konsumsilah alpukat sebanyak satu buah setiap hari, ya!

(NB/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar