Sukses

Minum Kopi dengan Gula Aren Lebih Sehat daripada Gula Putih?

Apakah betul minum kopi dengan gula aren lebih sehat daripada gula putih? Ini jawabannya.

Klikdokter.com, Jakarta Penikmat kopi yang fanatik sesungguhnya menyukai kopi hitam dengan aroma kuat dan khas. Akan tetapi, tak semua orang mampu menikmati rasa kopi yang pahit. Lalu, gula apa yang sebaiknya ditambahkan sebagai pemanis di dalam kopi? Apakah gula aren atau gula putih?

Sesungguhnya, kopi merupakan salah satu minuman sehat. Bila dikonsumsi secara wajar, kopi berefek positif terhadap tubuh, khususnya dalam mengendalikan kadar gula darah. Polifenol di dalamnya bersifat antioksidan, yang dapat mencegah diabetes tipe 2 dan kanker. Kopi juga mengandung mineral magnesium dan kromium, yang diketahui berhubungan dengan berkurangnya risiko diabetes tipe 2.

Kandungan kafein dan pigmen melanoidin yang membuat kopi berwarna cokelat kehitaman juga menurunkan risiko perlemakan hati yang berkontribusi terhadap kemunculan resistansi insulin dan diabetes. Meski demikian, efek positif kopi ini baru akan optimal bila yang dikonsumsi ialah kopi hitam tanpa gula atau hanya dengan sedikit tambahan gula.

Gula aren versus gula putih

Di antara berbagai jenis pemanis yang ada, gula aren (palm sugar) dan gula putih (gula pasir atau table sugar) termasuk yang populer dikonsumsi.

Gula aren terbuat dari nira pohon enau yang diolah secara tradisional dan alami, sedangkan gula putih berasal dari pohon tebu dan melalui proses pembuatan yang lebih modern.

Sesuai data Nutrisurvey 2007, 1 sendok makan (15 gram) gula putih mengandung 15 gram karbohidrat yang setara dengan 60,8 kalori. Meski mengandung mineral kalium sebanyak 0,3 mg dan kalsium sebanyak 0,2 mg, jumlah ini bisa diabaikan karena terlalu sedikit dan tidak bermakna untuk kesehatan.

Sedangkan gula aren, untuk jumlah yang sama mengandung 14,5 gram karbohidrat yang setara dengan 59,4 Kalori. Gula ini pun mengandung zat gizi penting lainnya dalam jumlah yang cukup signifikan, di antaranya fosfor 3,6 mg, kalium 13,5 mg, kalsium 8,5 mg, magnesium 2,1 mg dan natrium 0,3 mg, vitamin B, antioksidan, dan serat.

Dari sisi rasa, memang gula putih cenderung lebih manis ketimbang gula aren. Ini karena gula putih mengandung 100 persen gula, dibandingkan gula aren yang hanya 78 persen dan sisanya (22 persen) terdiri dari vitamin, mineral, antioksidan, dan serat.

Inilah yang kemudian membuat gula aren memiliki indeks glikemik yang jauh lebih rendah daripada gula putih, yakni 35 berbanding 68. Sebagai informasi, indeks glikemik adalah kemampuan suatu makanan dalam meningkatkan kadar gula darah setelah makan. Indeks glikemik dianggap rendah apabila kurang dari 55, sedang bila berada di antara 55-69, dan tinggi bila nilainya mencapai 70 ke atas.

Jadi, gula aren lebih sehat daripada gula putih?

Mengacu pada berbagai hasil studi, memang bisa dikatakan bahwa gula aren lebih sehat ketimbang gula putih. Dan karena indeks glikemiknya rendah, gula aren pun aman untuk dikonsumsi penderita diabetes. Namun, ini tak berarti bahwa Anda boleh mengonsumsinya tanpa batas. Pada akhirnya, gula tetaplah gula, yang bila dikonsumsi berlebihan akan berefek negatif pada kesehatan.

Sebagai panduan, Badan Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan konsumsi gula tambahan maksimum 25 gram atau setara 6 sendok teh per hari. Dengan batasan ini, Anda masih bisa minum kopi dengan gula aren ataupun gula putih sambil tetap mendapatkan manfaat positifnya.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar