Sukses

Kiat Lindungi Bayi dari Serangan Demam Berdarah

Bu, bayi juga bisa kena demam berdarah. Lindungi bayi dari serangan penyakit akibat nyamuk Aedes aegypti ini dengan melakukan kiat khusus!

Klikdokter.com, Jakarta Musim hujan identik dengan musim penyakit, salah satunya adalah demam berdarah. Saat ini, beberapa wilayah di Jakarta bahkan sudah dinyatakan berada dalam fase waspada demam berdarah dengue (DBD). Status ini adalah akibat dari banyaknya kasus demam berdarah yang terjadi di berbagai kawasan tersebut. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja, termasuk bayi. Jika ada bayi di rumah, ada beberapa kiat yang bisa Anda lakukan untuk melindunginya dari serangan demam berdarah.

Demam berdarah merupakan penyakit infeksi virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Saat sudah terinfeksi, penderitanya akan mengalami beberapa gejala seperti demam tinggi, nyeri kepala, nyeri tulang dan sendi, nyeri belakang bola mata, dan munculnya bintik merah di kulit.

Penyakit ini dapat menyerang siapa saja, termasuk bayi dan anak-anak. Gejalanya bahkan bisa lebih parah bila terjadi pada bayi. Demam berdarah pada bayi dapat berujung pada berbagai komplikasi, seperti perdarahan saluran cerna, penumpukan cairan di paru, dengue shock syndrome (DSS), hingga kematian. Oleh karena itu, langkah pencegahan sangat penting untuk melindungi bayi dari demam berdarah.

Saat ini, pemerintah sendiri sudah melakukan berbagai langkah antisipasi untuk menangani masalah demam berdarah seperti tindakan fogging, program pemberantasan sarang nyamuk (PSN), dan deteksi dini kasus demam berdarah. Kendati demikian, Anda pun tetap harus berperan aktif dalam mencegah serangan demam berdarah. Berikut adalah hal-hal yang bisa Anda lakukan di rumah untuk melindungi bayi dari penyakit demam berdarah.

  • Hindari gigitan nyamuk

Saat hendak bepergian, pakaikan bayi baju lengan panjang, celana panjang, dan kaus kaki. Untuk mencegah gigitan nyamuk saat tidur, Anda bisa gunakan kelambu di sekitar tempat tidur. Apabila Anda mengajak bayi bepergian menggunakan kereta dorong (stroller), gunakan kain pelindung (mosquito net) untuk menghindari nyamuk masuk ke dalam stroller.

  • Gunakan losion anti nyamuk

Salah satu alternatif lain adalah mengoleskan losion anti nyamuk khusus anak. Untuk bayi di atas 2 bulan, gunakan losion anti nyamuk dengan kandungan aktif seperti DEET. Produk yang mengandung minyak lemon eucalyptus hanya boleh digunakan untuk anak di atas 3 tahun. Oleskan terlebih dahulu produk anti nyamuk tersebut ke tangan Anda, kemudian aplikasikan ke kulit bayi. Selalu ikuti aturan pemakaian yang tertera pada produk.

  • Berantas sarang nyamuk

    Anda juga dapat melakukan langkah pemberantasan sarang nyamuk di rumah melalui gerakan 3M plus yaitu:

    1. Menguras atau membersihkan tempat penampungan air. Jentik nyamuk Aedes aegypti sangat mudah berkembang biak di genangan air. Karena itu, kuras tempat penampungan air seperti ember, bak mandi, hingga penampung air pada dispenser.
    2. Menutup tempat penampungan air. Bila di rumah terdapat tempat penampungan air seperti toren, drum, atau kendi air, tutup rapat-rapat agar tidak menjadi tempat jentik nyamuk berkembang biak.
    3. Manfaatkan kembali atau daur ulang barang bekas. Bila ada barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk, Anda dapat memanfaatkannya kembali atau melakukan daur ulang.

Adapun “plus” yang dimaksud adalah menghambat perkembangan jentik dengan menaburkan larvasida (abate atau biolarvasida) pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan, memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk, menanam tanaman pengusir nyamuk, serta mengatur pencahayaan dan ventilasi dalam rumah.

Pencegahan demam berdarah sebaiknya dilakukan tak hanya di rumah, tetapi juga mencakup lingkungan tempat tinggal Anda. Karena itu, ajak masyarakat di sekitar rumah untuk turut aktif membersihkan lingkungan dan saluran air. Bila Anda menemukan kasus yang dicurigai demam berdarah, jangan ragu untuk melapor kepada tenaga kesehatan terdekat untuk deteksi lebih lanjut.

Nyamuk Aedes aegypti tidak pandang bulu saat menggigit korbannya, sehingga penyakit demam berdarah bisa terjadi pada siapa saja, termasuk bayi. Karenanya, terapkan langkah pencegahan di atas agar bayi terlindungi dari serangan demam berdarah.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar