Sukses

Tips Memilih Sabun Mandi Terbaik

Memilih sabun mandi yang tepat sangat penting untuk menjaga kesehatan kulit. Bagaimanakah caranya? Yuk, cari tahu tipsnya di sini!

Banyak hal yang dijadikan acuan dalam memilih sabun mandi. Misalnya saja, wangi, berbusa, kemasan menarik, harga terjangkau, dan bisa dipakai seluruh anggota keluarga. Jumlah sabun mandi yang memenuhi kriteria itu di pasaran pun banyak.

Tak salah kok Anda agak sedikit selektif dalam memilih sabun mandi. Alasannya, salah satu bahan membersihkan diri ini penting untuk menjaga dan memperbaiki kulit agar tampak sehat. Jadi, apa sih sebenarnya ciri-ciri sabun mandi yang baik?

Sejatinya, perawatan kulit yang baik adalah perawatan yang sesuai dengan tipe kulit Anda. Apalagi jika Anda menggunakan produk tersebut setiap hari secara rutin. 

Penggunaan sabun mandi yang tidak sesuai dengan tipe kulit bisa menyebabkan kulit menjadi kering, iritasi, gatal, dan sejumlah permasalahan kulit lainnya. Agar terhindar dari kondisi ini, ada beberapa tips dalam memilih sabun mandi yang tepat.

Artikel lainnya: Jangan Lakukan 5 Hal ini Saat Mandi

1 dari 4 halaman

Cara Memilih Sabun Mandi Sesuai Jenis Kulit

Tips memilih sabun mandi yang pertama adalah mengetahui tipe kulit Anda. Setidaknya, ada lima jenis tipe kulit, yaitu normal, berminyak, kering, kombinasi dan sensitif. Pilihlah sabun mandi yang sesuai dengan kebutuhan kulit Anda. 

Setiap jenis kulit dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti:

  • Kandungan air dalam kulit yang dapat memengaruhi elastisitas kulit
  • Kandungan minyak yang memengaruhi kelembutan kulit
  • Sensitivitas kulit

Tipe kulit normal memiliki kandungan air dan minyak yang seimbang di dalam kulit. Itu sebabnya, jenis kulit ini biasanya terhindar dari masalah kulit.

Sementara itu, ciri-ciri kulit berminyak, misalnya pori-pori yang membesar, kulit terlihat kusam, memiliki komedo, dan mudah berjerawat.

Artikel lainnya: Amankah Sabun Biasa untuk Bersihkan Area Kewanitaan?

Produksi minyak yang banyak memudahkan kotoran menempel dan menimbulkan masalah, seperti bau badan. Tubuh pun harus lebih sering dibersihkan. 

Sementara itu, kulit kering memiliki kadar sebum atau minyak yang rendah. Salah satu cirinya adalah sering terlihat kusam. 

Selain itu, kulit memiliki sisik halus dan mudah mengelupas. Kulit kering lebih disarankan untuk menggunakan sabun yang memiliki kandungan pelembap, seperti susu atau minyak zaitun.

Kulit dengan jenis kombinasi, dapat memiliki beberapa jenis permukaan kulit yang berbeda di lokasi tertentu. Misalnya, zona T di wajah, yaitu dahi dan hidung, biasanya cenderung berminyak, sedangkan lokasi lain dapat tergolong normal atau mungkin kering.

Pada kulit yang sensitif, biasanya lebih mudah untuk menjadi kemerahan, gatal, perih, maupun terasa kering. Anda yang punya kulit sensitif harus lebih berhati-hati dalam memilih sabun dan memperhatikan kandungan di dalamnya. 

Artikel lainnya: Sabun Batangan vs Sabun Cair, Mana Lebih Baik?

Tipe-tipe Sabun yang Biasanya Dijual di Pasaran

Usai mengenali tipe kulit, penting pula untuk mengetahui jenis sabun mandi. Saat ini Anda bisa menemukan banyak sekali merek dan jenis sabun mandi di pasaran, baik yang batangan atau cair. 

Kenali merek yang cocok dan baca label produk sabun mandi yang sesuai dengan tipe kulit Anda. Perhatikan tulisan-tulisan seperti “hypoallergenic”, “hydrating”, “soft”, “creamy”, “moisturizing”, dan “non-fragranced” dalam kemasan.

Jika jenis kulit Anda adalah kering, pakailah sabun mandi berbentuk krim karena biasanya mengandung susu atau bahan pelembap. Jika kulit Anda cenderung berminyak, sabun mandi batangan atau sabun mandi gel dapat menjadi pilihan karena biasanya tidak mengandung minyak yang berlebihan.

Semakin sensitif kondisi kulit Anda, sebaiknya pilih sabun yang mengandung sedikit wewangian dan hypoallergenic. Wewangian biasanya dapat menyebabkan reaksi alergi dan iritasi pada kulit yang sensitif.

Artikel lainnya: Kenali Psoriasis, Penyakit Kulit yang Dialami Kim Kardashian

2 dari 4 halaman

Komposisi yang Biasanya Terdapat Dalam Sabun

Jangan ketinggalan, cek juga kandungan yang ada di dalam sabun mandi. Terdapat beberapa bahan yang harus ada di dalam sabun sehingga dapat bermanfaat untuk membersihkan tubuh, khususnya permukaan kulit. 

Bahan terpenting adalah yang bersifat basa (kalium atau natrium hidroksida) dan lemak yang ketika bercampur dapat menghasilkan reaksi kimia untuk bantu membersihkan permukaan kulit.

Lemak yang digunakan dapat berasal dari hewan maupun minyak dari tumbuhan, seperti minyak kelapa, almon oil, maupun olive oil

Selain bahan tersebut, sabun sering ditambah dengan zat aditif lain yang berperan untuk merawat kulit. Bahan yang sering ditambahkan adalah ekstrak lidah buaya, madu, atau oatmeal.

Artikel lainnya: Tips Membersihkan Vagina dengan Cara yang Benar

Dalam memilih sabun, sebaiknya menghindari kandungan bahan kimia yang berlebih seperti:

  • Pewangi

Pewangi terkadang menjadi daya tarik sabun tertentu. Namun, pemilik kulit sensitif sangat tidak disarankan untuk memilih sabun berpewangi karena berisiko  menimbulkan iritasi.

Selain itu, beberapa penelitian menyatakan bahwa pewangi dapat memicu reaksi toksisitas dan alergi pada kulit.

  • Paraben

Zat ini merupakan salah satu zat pengawet yang sering digunakan untuk berbagai produk. Karakteristik zat ini yang mirip dengan estrogen dapat memengaruhi hormon, memicu toksisitas, hingga kanker.

Artikel lainnya: Sabun Biasa dan Sabun Antiseptik, Mana yang Lebih Baik untuk Balita?

  • Sodium Laureth Sulfate (SLES) dan Sodium Lauryl Sulfate (SLS)

Sabun yang mengandung SLES biasanya dapat menghasilkan busa yang berlimpah. Hal ini juga dapat menjadi daya tarik sehingga banyak orang memilih sabun tersebut. 

Namun, kandungan ini diduga dapat memicu reaksi toksisitas pada sistem organ serta menyebabkan iritasi pada mata dan kulit.

  • Triclosan

Zat ini digunakan sebagai antibakteri dalam sabun. Meskipun terdengar baik, penggunaan sabun yang mengandung triclosan dapat memicu akumulasi produk di dalam tubuh.

Hal ini bisa mengakibatkan gangguan keseimbangan hormon dan toksisitas sistem organ.

Artikel lainnya: Begini 5 Ciri Sabun Mandi yang Baik

3 dari 4 halaman

Sesuaikan dengan Aktivitas

Apabila aktivitas Anda sehari-hari membuat produksi keringat berlebihan, misalnya karena berolahraga, sebaiknya pilih sabun antibakteri. Namun, jangan lupa mengaplikasikan pelembap usai mandi.

Biasanya sabun antibakteri dapat menyebabkan kulit kering. Karena itu, sebaiknya sabun bakteri tidak digunakan secara rutin atau dalam jangka panjang.

Ada beberapa sabun yang juga menawarkan eksfoliasi, misalnya dengan menambahkan beads, gula, atau garam untuk menghilangkan kulit mati serta membuatnya tampak mulus.

Namun, jika kulit Anda sensitif, carilah sabun yang mengandung sodium cocoyl isethionate (SCI). SCI dianggap sebagai salah satu deterjen paling ringan (surfaktan) dan digunakan dalam berbagai sabun mandi premium.

Harganya memang lebih mahal, tapi kandungan tersebut aman untuk tipe kulit sensitif maupun kulit super kering. 

Memilih sabun mandi yang cocok terkadang memang butuh usaha lebih. Namun, itu sepadan untuk menjaga kesehatan kulit Anda dan keluarga. Anda bisa mendapatkan info kesehatan kulit lainnya di aplikasi KlikDokter.

[HNS/RPA]

3 Komentar