Sukses

Benarkah Rajin Berjemur Sinar Matahari Pagi Ringankan Gejala HIV?

Kini, banyak pengobatan yang tersedia untuk menghalau gejala HIV. Apakah berjemur sinar matahari pagi adalah salah satunya?

Klikdokter.com, Jakarta Penyakit HIV yang disebabkan oleh Human Immunodeficiency Virus atau virus HIV menyerang sistem kekebalan tubuh. Akibatnya, kemampuan tubuh dalam melawan infeksi dan penyakit melemah. Karena kekurangan vitamin D dapat memperburuk gejala HIV, rutin berjemur sinar matahari pagi dianggap dapat meringankan gejala HIV.

Vitamin D dan gejala HIV

HIV dapat menyebabkan berbagai gejala, mulai dari gejala yang berhubungan dengan pencernaan, sistem saraf pusat, dan kulit. Namun, kini HIV dapat dikontrol dengan pemberian berbagai jenis obat penekan virus.

Berdasarkan sebuah penelitian, vitamin D berhubungan dengan keparahan gejala HIV. Faktanya, penderita HIV banyak yang mengalami penurunan kadar vitamin D. Di antara pasien yang terinfeksi HIV, prevalensi kekurangan kadar vitamin D diperkirakan 70- 85 persen.

Temuan ini berhubungan dengan beberapa faktor risiko seperti paparan sinar matahari yang terbatas, jenis kelamin perempuan, etnis berkulit gelap, usia lanjut, serta adanya penyakit hati dan ginjal.

Selain itu, penelitian tersebut juga menemukan bahwa infeksi HIV sendiri dapat menyebabkan kekurangan vitamin D, sehingga menyebabkan peradangan kronis dan aktivasi sistem kekebalan tubuh.

Vitamin D sendiri sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh, seperti mencegah osteoporosis, mencegah depresi dan berbagai gangguan metabolik. Paparan vitamin D yang cukup menurunkan peradangan yang terjadi dan membantu menekan proses perkembangan virus HIV.

Memenuhi kebutuhan vitamin D

Salah satu cara mudah untuk mencukupi kadar vitamin D dalam tubuh adalah dengan berjemur. Sebab, tubuh memproduksi vitamin D saat kulit terpapar sinar matahari. Bila Anda kekurangan vitamin D, gejala umum yang akan muncul adalah rasa lelah, pegal dan nyeri otot.

Pada beberapa keadaan, kekurangan vitamin D tidak menimbulkan gejala sama sekali. Cara terbaik untuk mengetahui dengan pasti adalah dengan meminta dokter untuk melakukan pemeriksaan darah, sehingga dapat diketahui kadar vitamin D Anda apakah sudah cukup atau terlalu jauh dari kebutuhan harian.

Menurut penelitian, orang yang berisiko mengalami kekurangan vitamin D adalah mereka yang terlalu sering berada di ruangan tertutup dan tinggal di kota dengan banyak gedung tinggi, sehingga terhalang dari sinar matahari.Jadi, sempatkan berjemur sinar matahari pagi selama 5-15 menit sebelum jam 10 pagi, untuk menghindari sinar ultraviolet.

Perlu diingat bahwa berjemur hanya merupakan satu aspek dalam upaya memenuhi kebutuhan vitamin D Anda. Selain berjemur, aspek nutrisi juga penting untuk diperhatikan.

Anda juga bisa mendapatkan vitamin D dari makanan seperti salmon, mackerel, herring, sarden, serta daging dan telur merah. Jangan ragu untuk memasukkan makanan tersebut dalam menu harian Anda untuk menghindari risiko keparahan gejala HIV.

Bicara soal kebutuhan vitamin D per hari, orang dewasa membutuhkan 600 unit internasional (IU) vitamin D setiap harinya (800 IU jika Anda berusia di atas 70). Angka ini dapat tercukupi lewat asupan yang mengandung vitamin D, paparan sinar matahari pagi, atau suplemen.

Karena sangat sedikit makanan dengan kadar vitamin D yang dapat mendukung angka kebutuhan tersebut, maka paparan sinar matahari dan konsumsi suplemen dapat membantu mencukupi kebutuhan vitamin D harian Anda. Dengan demikian, gejala HIV pun akan berkurang.

Jadi, pada orang yang terinfeksi virus HIV, kekurangan vitamin D dapat memperparah gejala HIV yang dialami. Untuk meringankannya, diperlukan pemenuhan kebutuhan akan vitamin D, yang salah satunya bisa dilakukan dengan berjemur sinar matahari pagi secara rutin. Selain itu, asupan nutrisi yang tepat juga diperlukan untuk mengurangi risiko keparahan.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar