Sukses

Amankah Usir Nyamuk Demam Berdarah dengan Semprotan Serangga?

Cara paling mudah mengusir nyamuk - termasuk nyamuk demam berdarah - adalah dengan semprotan serangga. Namun, amankah cara ini?

Klikdokter.com, Jakarta Demam berdarah adalah salah satu ancaman nyata pada musim hujan seperti sekarang ini. Selain dengan fogging, salah satu langkah pencegahan lainnya adalah dengan menggunakan semprotan serangga untuk membunuh nyamuk demam berdarah. Namun, apakah mengusir nyamuk demam berdarah dengan cara ini adalah cara yang aman?

Musim hujan yang menyebabkan banyak genangan air serta kondisi lembap merupakan “lahan bermain” nyamuk Aedes aegypti untuk berkembang biak. Rumah adalah salah satu tempat berkembang biak paling diminati oleh nyamuk ini. Adanya bak mandi dan ember-ember berisi air membuat nyamuk sering bertelur di tempat-tempat tersebut.

Salah satu cara untuk menghindari penyakit ini adalah dengan mematikan nyamuk tersebut. Ada banyak cara untuk mengusir nyamuk, salah satunya adalah dengan memberikan semprotan anti serangga atau anti nyamuk. Semprotan biasanya dilakukan di kamar atau ruangan tempat aktivitas penghuninya.

Amankah usir nyamuk dengan semprotan serangga?

Meski banyak ibu-ibu yang tak berpikir dua kali dalam menyemprotkan seisi rumah dengan semprotan serangga, tapi sebagian lainnya khawatir karena kandungan bahan kimianya. Ada yang takut akan dampaknya terhadap pernapasan, terhadap anak kecil atau bayi di rumah, atau residunya yang bisa menempel di permukaan. Meski demikian, penggunaan obat semprot serangga untuk usir nyamuk aman-aman saja jika caranya benar.

"Kalau semprotan serangga itu, kan, ada kandungan zat kimianya. Kalau ditanya aman atau tidak, sebenarnya aman saja asal saat ruangan disemprot, tidak ada orang di ruangan itu atau benda-benda yang nantinya mau dipakai. Tunggu bau dari semprotan itu hilang, baru Anda atau anggota keluarga lainnya masuk ke ruangan yang disemprot," ujar dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter.

"Untuk barang-barang yang dimaksud misalnya piring, botol susu, sendok, dan mangkuk. Semua barang itu harus ditutup dulu atau disingkirkan saat ruangan disemprot. Jika baunya sudah berkurang, seharusnya itu aman-aman saja," lanjutnya.

Untuk mengusir nyamuk, dr. Dyan tidak menganjurkan untuk memakai obat nyamuk bakar. Ini karena asap yang dihasilkan cukup lama bisa berbahaya untuk pernapasan.

"Obat nyamuk bakar sebenarnya lebih berisiko dibanding yang jenis semprot. Ini karena obat nyamuk bakar, biasanya asapnya akan dihirup sepanjang obat nyamuk itu terbakar," tegasnya.

1 dari 2 halaman

Basmi nyamuk demam berdarah ketika masih berbentuk jentik

Jika ditanyakan cara apa yang paling aman untuk membasmi nyamuk demam berdarah, ini adalah pertanyaan yang sulit dijawab. Setiap cara memiliki efektivitas masing-masing untuk mematikan atau mengusir nyamuk. Namun, jika mengacu pada kesehatan anak-anak di rumah, lebih baik pakai losion atau minyak serai.

"Bisa yang losion atau mosquito patch yang ditempel. Bisa juga gunakan minyak serai atau minyak lavender. Itu paling aman, bisa juga dipakai anak-anak," jelas dr. Dyan Mega.

Nyamuk demam berdarah sebenarnya harus dimatikan perkembangbiakannya sejak masih berbentuk jentik. Jentik-jentik ini biasanya ditemukan di bak mandi atau tempat-tempat penampungan air. Untuk membasminya, Anda bisa menaburkan bubuk abate.

Menurut dr. Theresia Rina Yunita dari KlikDokter, bubuk abate memang efektif membunuh jentik nyamuk yang biasanya ada di bak mandi atau tempat air menggenang lainnya.

"Bubuk abate efektif membunuh telur-telur atau jentik nyamuk di air. Anda bisa menaburkannya di bak kamar mandi, ember-ember berisi, atau di sumur," kata dr. Theresia.

Jadi, mengusir nyamuk demam berdarah dengan semprotan serangga atau semprotan nyamuk aman-aman saja agar dilakukan secara benar. Jika ada anak kecil atau bayi di rumah, Anda bisa memilih yang lebih aman seperti losion anti nyamuk atau minyak tertentu seperti lavender atau serai. Berantas sarang nyamuk dengan cara menaburkan bubuk larvasida, penggunaan kelambu, pelihara ikan pemangsa jentik nyamuk, menanam tanaman pengusir nyamuk, mengatur cahaya dan ventilasi, serta menghindari kebiasaan menggantung pakaian di rumah.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar