Sukses

Organ Tubuh Ini Bakal Terus Tumbuh Sepanjang Usia

Setelah melewati masa pubertas dan menjadi dewasa, pertumbuhan anak pun berhenti. Namun, ternyata tidak semua organ tubuh berhenti tumbuh.

Klikdokter.com, Jakarta Masa tumbuh dan berkembang merupakan fase penting dalam kehidupan seseorang. Hal ini ditandai dengan berkembangnya organ tubuh, bertambahnya berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala. Selain itu, ada juga perkembangan non-fisik yang terjadi pada setiap individu, misalnya bahasa, sosial, maupun emosional. Untuk itu, mengoptimalkan tumbuh kembang anak harus dilakukan sedari dini.

“Ada beberapa cara untuk mengoptimalkan tumbuh kembang tubuh, yaitu dengan nutrisi, stimulasi, kasih sayang, imunisasi, dan prinsip kebersihan,” ujar dr. Reza Pahlevi dari KlikDokter.

Namun, setelah anak melewati masa pubertas dan akhirnya menjadi dewasa, pertumbuhan pun berhenti. Akan tetapi, ternyata tidak semua organ pada tubuh berhenti tumbuh.

Hidung dan telinga terus tumbuh

Sebagian besar sel dalam tubuh manusia berhenti berkembang biak pada masa pubertas, demikian kata Dr. Neinstein, seorang praktisi bedah plastik di NYC Surgical Associates dan Neinstein Plastic Surgery. Ketika sel-sel di seluruh tubuh - seperti tulang, otot, dan sel-sel lemak - berhenti menduplikasi, manusia pun berhenti tumbuh.

Akan tetapi, dilansir dari Reader Digest, berbeda dengan sel lainnya, hidung dan telinga merupakan bagian tubuh yang tidak “mengunci” usai pubertas berlalu. Indra penciuman dan pendengaran ini adalah organ dengan fondasi tulang rawan. Jaringan lunak pada tubuh inilah yang tumbuh serta berkembang sepanjang usia Anda.

“Meski tak tampak, sel dalam hidung dan telinga manusia diam-diam berkembang. Jadi, saat Anda melihat seseorang berusia 80 dan yang berusia 20 tahun, orang tua yang berusia 80 tahun akan memiliki lebih banyak sel di telinga dan hidung mereka," kata Dr. Neinstein.

Itu pula alasannya, para lansia cenderung punya hidung dan telinga yang lebih besar, dibanding orang yang lebih muda.

Dr. Neinstein menambahkan, bagian tubuh lain seperti rambut dan kuku tidak termasuk dalam daftar ini. Sebab, menurutnya, pertumbuhan yang terjadi pada rambut dan kuku merupakan genetik dan berbeda untuk setiap orang. Misalnya, ditandai dengan timbul kebotakan dini pada orang-orang tertentu.

Cara mengoptimalkan masa pertumbuhan

Meski sebagian besar bagian tubuh akan berhenti tumbuh pada waktunya, Anda tidak boleh mengabaikan hal tersebut. Satu upaya tepat dalam menghadapi masa pertumbuhan tersebut adalah mengoptimalkannya dengan sejumlah cara. Salah satunya adalah dengan asupan makanan bernutrisi.

Lebih lanjut, dr. Reza memaparkan bahwa nutrisi merupakan salah satu aspek terpenting dalam pengoptimalan tumbuh kembang yang dimulai dari masa kanak-kanak. Salah satu hal yang harus dilakukan adalah pemberian ASI pada bayi. ASI merupakan nutrisi terbaik bagi bayi usia 0-6 bulan, yang kemudian dilanjutkan hingga 2 tahun dengan tambahan makanan pendamping ASI (MPASI).

“Nutrisi yang optimal dapat memacu pertumbuhan anak secara optimal pula. Pertumbuhan yang baik sangat berhubungan dengan perkembangan. Tanpa massa otot yang cukup dan ukuran otak yang normal, perkembangan optimal anak tidak akan terjadi,” tutur dr. Reza.

Untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan, maka kebutuhan nutrisi setiap orang perlu sangat diperhatikan sejak dini. Diharapkan ketika dewasa, seorang individu bisa mencapai pertumbuhan terbaiknya.

Meski sepanjang usia Anda ada beberapa organ tubuh yang tidak berhenti tumbuh, namun kondisi ini tidak perlu dikhawatirkan karena pertumbuhannya sendiri masih dalam batas wajar. Namun jika ada penyimpangan pertumbuhan, segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar